Tradisi Membuat Klansah di Rumah Calon Jamaah Haji

Lombok – Ada yang unik dan menarik dalam tradisi masyarakat Lombok jelang musim haji. Tradisi itu berupa pembuatan klansah di depan rumah para calon jamaah haji.

Pembuatan klansah sendiri biasanya mulai dikerjakan selesai lebaran idul fitri, atau dua bulan sebelum pelaksanaan ibadah haji seperti yang dilakukan warga desa Darek, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Pembuatan klansah dilakukan sendiri oleh masyarakat dengan bergotong royong. Klansah dibuat dari bambu sebagai tiang, dan daun kelapa untuk atapnya. Cara pembuatan klansah yaitu bambu yang sudah diambil dari kebun kemudian dipotong masing-masing sepanjang 5 meter untuk tiangnya, sedangkan untuk daun proses penganyaman untuk dijadikan atapnya.

Selesai membuat klansah, masyarakat juga membuat gempeng atau pagar dari bambu yang mengelilingi rumah jamaah haji, pembuatan gempeng ini juga menandakan bahwa area yang dipasangkan gempeng merupakan penanda kediaman jamaah haji. Biasanya warga setempat mengerjakan pembuatan tenda tradisional ini selama kurang lebih satu minggu, dengan ukuran menyesuaikan dengan halaman rumah milik calon jamaah haji.

Baca juga : Lebaran Topat (Ketupat) Di Pulau Lombok

“Biasanya kami membuat klansah itu paling lama sekitar seminggu, cuma yang paling lama itu hanya proses penganyaman daun kelapa sebagai atap,” ungkap Salim (45) warga asal dusun Tanggong, Desa Darek, Senin (10/6/2019), dikutip dari laman Kompas.com.

Di bawah klansah, para warga akan bersama-sama membacakan Al Barzanji dan doa dilakukan selama 9 hari untuk keselamatan para jamaah haji jika sudah sampai di tanah suci Mekkah.

“Nanti selama 9 hari aka diadakan doa bersama oleh masyarakat untuk keselamatan para jamaah haji,” kata Salim.

Comment

LEAVE A COMMENT