Ulama dan Habaib se-Jabodetabek Serukan Hormati Real Count KPU & Jaga Keutuhan NKRI

Ulama dan Habaib se-Jabodetabek Serukan Hormati Real Count KPU & Jaga Keutuhan NKRI

Jakarta –Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 masih memasuki proses penghitungan manual dan real count akan diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), 22 Mei mendatang. Sayang, seiring dengan itu, dua kubu Capres dan Cawapres masih terlibat ‘perang’ opini dan klaim yang membuat suasana menjadi kurang kondusif.

Hal itulah yang mendasari para ulama dan habaib se-Jabodetabek merasa prihatin terhadap potensi polarisasi umat akibat memanasnya suhu politik menjelang pengumuman real count oleh KPU tersebut. Alhasil para ulama dan habaib se-Jabodetabek itu berkumpul dalam acara silaturahmi bertema 'Menjaga Keutuhan Negara Republik Indonesia' di Jakarta Selatan, Minggu (12/5/2019). Mereka menyampaikan pernyataan sikap meminta kepada seluruh komponen bangsa untuk menunggu dan menghormati hasil real count KPU dan menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.

"Saya percaya bahwa pak Jokowi dan pak Prabowo negarawan sejati yang cinta tanah air," ujar perwakilan ulama, KH. Syarif Rahmat dikutip dari laman sindonews.com.

Ia menambahkan, jika ada pernyataan dari pendukung salah satu kubu calon presiden tersebut yang kurang mencerminkan persaudaraan, maka diyakini mereka merupakan pihak yang mempunyai kepentingan tertentu.

Hal yang sama diutarakan KH. Muhyidin Ishaq.  Ia mengingatkan para mubalig dan ustaz menyampaikan pesan-pesan yang kondusif kepada masyarakat sambil menunggu KPU.

Baca juga : PP Muhammadiyah Imbau Elit Politik Makin Santun dan Beri Uswah Hasanah

"Kita meminta habaib dan pemuka agama untuk jadi penggerak dalam Islah, rekonsiliasi, kita inginkan agar ada rekonsiliasi nasional," kata KH Muhyidin.

Ia merujuk kepada upaya kelompok tertentu menggunakan umat Islam untuk mendukung pemenangan pertarungan politik dalam pemilu 2019 ini.

Para Kiai dan Habaib yang hadir pada mendeklarasikan empat pernyataan sikap di antaranya,

Pertama, meminta kepada seluruh komponen bangsa untuk menunggu dan menghormati hasil Real Count yang dilakukan oleh KPU. Kedua, meminta kepada seluruh komponen bangsa untuk menghindari tindakan yang bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku. Ketiga, meminta kepada aparat penegak hukum, baik Polri maupun TNI untuk menindak tegas pihak yang melakukan tindakan yang dapat membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa. Keempat, bertekad mempertahankan NKRI sebagai satu-satunya wujud negara kita dari Sabang sampai Merauke di bawah Pancasila dan UUD 1945.

Sebelumnya, pada acara Acara Multaqa Ulama Habaib dan Cendikiawan Muslim se-DKI Jakarta yang diadakan di Hotel Crowne Plaza, Jakarta Selatan, Rabu (8/5/2019) sekitar 350 pemuka agama Islam, termasuk Kiai, Ustaz dan Habib yang hadir menolak upaya mendelegitimasi KPU dan tindakan yang melawan hukum.

Comment

LEAVE A COMMENT