quran pedoman

Nuzulul Qur’an (2) : Tiga Belas Adab Membaca Al-Qur’an

Sederhananya, adab atau etika adalah seperangkat unsur berpola yg secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas untuk membangun prinsip-prinsip moral yang mempengaruhi bagaimana orang membuat keputusan dan menjalani hidup mereka. Etika berkaitan dengan apa yang baik bagi individu dan masyarakat dan juga digambarkan sebagai filsafat moral.

Adab juga berarti adat kebiasaan, karakter atau disposisi. Lantas bagaimana adab atau etika saat membaca al-Qur’an? menurut al-Qurthubi tatakrama atau adab Ketika membaca al-Qur’an ialah pertama, seyogianya membacanya dalam keadaan suci secara lahiriyah. Kedua, sebelum membacanya hendaklah bersiwak terlebih dahulu, atau setidaknya mulut tidak menebarkan aroma yang tidak sedap dihirup orang lain, entah dengan apa caranya. Sebagaimana perkataan Yazid Ibn Abi Malik, “sesungguhnya mulut-mulut kalian adalah media untuk membaca al-Qur’an, maka sucikan dan bersihkanlah dia semampu kalian.

Ketiga, memakai pakaian sebagaimana ketika memakai pakaian ketika mau masuk ketempatnya pemimpin, karena sesungguhnya dia sedang bermunajat. keempat, Ketika membaca al-Qur’an hendaknya menghadap ke arah qiblat (barat). Seperti apa yang telah diprakltekkan oleh Abu al-‘Aliyah, ketika Beliau mau membaca alqur’an beliau mengenakan serban, mengenakan pakaian yang bagus dan menghadap kiblat.

Kelima,  berkumur-kumur setiap kali selesai mengeluarkan dahak. Keenam, menghentikan membaca ketika sedang menguap, karena saat itu dia sedang bermunajad dengan Tuhannya, dan menguap adalah dari syetan

Imam Mujahid berkata, ” jika engkau menguap dan saat itu engkau sedang membaca alqur’an maka berhentilah karena menghormati alqur’an hingga hilang menguapmu.”. menurut Ikrimah, dalam rangka mengagungkan terhadap al-Qur’an. Keenam, membaca ta’awudz ketika mulai membaca dan juga bismillahirrohmanirrohiim.

Ketujuh, tidak beradab membaca al-Qur’an sembari ngobrol dengan orang lain. Kedelapan, membaca al-Qur’an di tempat yang khusus agar tidak terganggu dengan hal yang lain yang tidak ada kaitannya dengan al-Qur’an.  Kesembilan, membacanya dengan pelan, tidak tergesa2 dan memperhatikan tajwidnya (tartil).

Baca Juga:  Nuzulul Qur’an (3) : Bagaimana Seharusnya Memegang HP yang Ada Aplikasi Al-Qur’annya

Kesepuluh, membaca al-Qur’an sembari berupaya memahami kandungannya. Kesebelas, ketika meletakkan mushaf (al-Qur’an) tidak ditinggalkan dalam keadaan tersebar atau terbuka, dan tidak meletakkan sesuatu diatasnya misalnya kitab-kitab yang lain, jadi selamanya dia berada diatas semua kitab yang lainya, baik itu kitab ilmu atau selainnya.

Keduabelas, Ketika membaca meletakkan al-Qur’an  dipangkuannya, atau harus lebih tinggi dari lutut kita. Ketigabelas, tidak menjadikan mushaf sebagi bantal atau pegangan terhadapnya, juga dilemparkan kepada temannya ketika dia mau menyerahkannya. Tafsir al-Qurtubi,1/41-42)

Bagikan Artikel

About Abdul Walid

Alumni Ma’had Aly Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo