pekerjaan rumah
pekerjaan rumah

Pekerjaan Rumah Apakah Kewajiban Istri?

Khalid Basalamah dalam ceramahnya beberapa waktu yang lalu mengatakan sangat bangga kepada istri yang  mengerjakan pekerjaan di rumah. Anak perempuan, lanjutnya, harus bersiap untuk pekerjaan tersebut, seperti mengurus suami dan anak. Istri tidak boleh menolak pekerjaan ini.

Saya kira ada yang dilupakan oleh Khalid Basalamah tentang pekerjaan rumah seperti mencuci, memasak dan sebagainya. Apa yang dilupakan? Pendapat ulama fikih tentang hal ini. Tidak menyalahkan, tapi sekedar mengingatkan. Sebab boleh jadi ia memang belum membaca atau pemahaman fikihnya belum maksimal atau ia menyandarkan pengalaman rumah tangganya sebagai bagian hukum untuk semuanya.

Mari kita baca pendapat para ulama fikih tentang hal ini.

Menurut Jumhur Ulama, Syafi’iyah, Hanabilah dan sebagian Malikiyah berpendapat istri tidak wajib membantu suami. Tetapi lebih utama istri membantu melakukan pekerjaan rumah tersebut bila tradisi yang berlaku memang seperti itu. Sebagaimana keterangan dalam al Mausu’ah al Fiqhiyyah al Kuwaitiyyah. (Juz 29).

Walaupun begitu, dalam Hasyiyatu al Jamal ada penjelasan, apakah suami wajib memberi tahu istrinya bahwa ia tidak wajib membantu pekerjaan rumah seperti memasak, mencuci, dan sebagainya seperti kebiasaan yang terjadi selama ini?

Tegas dijawab dalam kitab tersebut bahwa suami wajib memberitahu bahwa istrinya tidak wajib membantu pekerjaan rumah seperti memasak, mencuci dan sebagainya. Hal ini supaya istri tidak menyangka bahwa pekerjaan tersebut adalah kewajibannya dan dirinya tidak akan mendapatkan nafkah dari suaminya bila tidak mengerjakannya.

Jelas sudah, pekerjaan di rumah seperti memasak, mencuci, dan sebagainya bukan kewajiban istri melainkan kewajiban suami. Penegasan ini mewajibkan suami mengambil pembantu bila istri tidak bisa mengerjakan pekerjaan rumah tersebut karena kondisi tertentu.

Walaupun begitu, seperti dikatakan oleh Jumhur Ulama istri lebih utama membantu bila adat yang berlaku memang seperti itu. Membantu semampunya karena sejatinya memang bukan kewajibannya.

Baca Juga:  Suami Cuek Pintu Awal Keburukan Keluarga

Disamping itu, suami juga harus memperlakukan istri secara baik. Seperti dikatakan oleh Imam Ghazali dalam karyanya al Adab fi al Din dalam Majmu’ah Rasail al Imam al Ghazali yang menjelaskan adab suami terhadap istri. Yakni, suami wajib berbuat baik kepada istri, bertutur kata lemah lembut, cinta kasih, lapang ketika sendiri, tidak sering mempersoalkan kesalahan, memaafkan istri jika berbuat salah, menjaga harta istri, tidak banyak mendebat, tidak pelit untuk mencukupi kebutuhan, memuliakan keluarga istri, memberi janji yang baik, dan selalu bersemangat terhadap istri.

Bagikan Artikel
Best Automated Bot Traffic

About Faizatul Ummah

Faizatul Ummah
Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo