Screen Shot at PM
Screen Shot at PM

Pemerintah Arab Saudi Cabut Larangan Jaga Jarak, Ka’bah Kembali Dipenuhi Jemaah Tawaf

Mekkah – Jamaah di Masjid Haram Makkah sekarang boleh merasa bergembira karena larangan untuk menjaga jarak telah dicabut oleh pemerintah Arab Saudi. Meski protokol kesehatan masih wajib dijalankan namun jamaah sudah dapat melakukan ibadah tawaf seperti semula sebelum pandemi Covid- 19.

Selain Masjidil Haram, masjid – masjid lainya juga telah diperbolehkan untuk merapatkan shaf salat, tentu hal ini membuat masyarakat bersyukur karena dapat kembali menjalankan ibadah dengan lebih khusu’

Dilansir dari laman detik.com Jumat, (11/03/22). Melihat video yang dibagikan akun Haramain Sharifain, terlihat jamaah sudah tidak lagi menjaga jarak di sekitar mataf Ka’bah. Banyak warganet yang berkomentar pemandangan ini sangat mengharukan setelah selama ini Ka’bah terlihat sepi dari jamaah.

“Subhanallah, pemandangan yang mengharukan,” ujar seorang netizen.

Jemaah yang mau melaksanakan ibadah harus mematuhi pedoman berkaitan dengan imunisasi, termasuk mendapatkan vaksin booster. Jemaah juga diharuskan menjalankan prosedur tertentu untuk memverifikasi status kesehatan mereka di aplikasi Tawakkalna.

Aplikasi ini berfungsi sebagai ‘pintu’ masuk pengunjung ke fasilitas, aktivitas, acara, pesawat, dan transportasi publik di Arab Saudi.

Sebelumnya, pemerintah Arab Saudi melonggarkan kegiatan masyarakat di tengah pandemi COVID-19 mulai Sabtu (5/3/2022). Masyarakat tidak lagi diwajibkan menggunakan masker di luar ruangan. Para turis juga tidak perlu karantina.

Wisatawan asing yang datang ke Arab Saudi juga tak perlu melakukan tes PCR saat tiba. Meski demikian, pengunjung diwajibkan mengikuti asuransi yang dapat menutupi biaya perawatan bila mereka terinfeksi virus corona.

Bagaimana dengan jemaah Indonesia, apakah boleh ke Arab Saudi? Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi sebelumnya berharap ada kepastian ibadah haji dari Arab Saudi usai dicabutnya aturan pembatasan karantina tersebut.

Baca Juga:  Pencabutan Lampiran Perpres Miras Bukti Presiden Dengarkan Aspirasi Ulama

“Saya berharap hal tersebut menjadi isyarat bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun 1443 H/2022 M akan dibuka untuk semua negara, termasuk Indonesia. Kemenag masih menunggu informasi resmi dari Arab Saudi terkait kepastian penyelenggaraan ibadah haji tahun ini,” kata Zainut kepada wartawan, Selasa (8/3/2022).

Kemenag berharap Arab Saudi segera mengundang negara-negara pengirim jemaah haji untuk melakukan proses penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) atau yang biasa dikenal dengan Ta’limatul Hajj.

 

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

muslim houston amerika serikat rayakan idul fitri dengan menggelar festival

Komunitas Muslim Houston bagikan Makan Gratis Tunawisma

JAKARTA – Islam adalah agama rahmatan lil’alamin, rahmat yang bukan saja untuk umat Islam namun …

ilustrasi logo nahdlatul ulama

Konbes NU 2022 Lahirkan 19 Peraturan untuk Perkuat Landasan Jam’iyah Optimalisasi Khidmah

JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Konbes NU) 2022 …