indonesia raya
indonesia raya

Perihal Jawaban “Taqiyah” Menyanyikan Indonesia Raya oleh Ustadz Khalid Basalamah

Viral potongan ceramah Ustadz Khalid Basalamah dalam tanya jawab dengan jamaahnya tentang menyanyikan Indonesia Raya menimbulkan kontroversi. Sang Ustadz harus segera memberikan klarifikasi atas video lawasnya tersebut dengan mengatakan fakta bahwa sesungguhnya dia tidak melarang. Ditegaskan pula bahwa ia cinta dan bangga sebagai warga negara Indonesia.

Beberapa tokoh pun mengomentari dengan mengajak tidak mempeributkan kembali persoalan tersebut. Misalnya Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas yang mengatakan tidak ada masalah dengan ceramah khalid. Menurutnya, ustadz Khalid hanya merespon pertanyaan jamaah yang beragam. Dalam kasus menyanyikan lagu Indonesia Raya jawabannya pragmatis jika memang terbebani dan merasa stress dan bahkan sampai gila tidak usah dinyanyikan. Waduh.. apakah memang seberat itu menyanyikan lagu Indonesia Raya hingga sampai stress dan gila ?

Sudah tinggalkan pembelaan dari ustadz Anwar Abbas, kita kembali pada pokok persoalan jawaban Ustadz Khalid beserta klarifikasinya. Ia menganggap itu pertanyaan adalah bagian dari keluhan dan keberatan salah satu jamaah ketika menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dan dirinya mengakui bahwa ia mencintai negara Indonesia dan terus membela kemerdekaan Indonesia. Lagu Indonesia Raya diciptakan para pahlawan untuk memberikan motivasi kepada setiap generasi bangsa agar siap berjuang.

Kita selalu berhusnudzdzon terhadap apa yang diucapkan secara dhahir dan klarifikasi yang disampaikan Ustadz Khalid tentang kecintaan dan lagu Indonesia raya yang dinilai cukup baik. Jika menyanyikan lagu Indonesia adalah bagian dari kebaikan sejatinya Ustadz Khalid bisa menerangkan dengan cukup baik tentang kebaikan lagu Indonesia Raya kepada jamaah seperti materi klarifikasinya. Tentu bukan dengan menyuruh jamaah meninggalkannya dengan pura-pura bernyanyi dan membaca surat al-Quran.

Menyelesaikan dengan Akal Sehat

Keluh kesah penanya dalam setiap acara keagamaan tentu bukan keluh kesah yang tidak berkaitan dengan materi keagamaan. Bukan persoalan ia tidak hafal dan tersiksa dengan lagu Indonesia Raya yang hanya berapa menit untuk dilafalkan. Tentu saja konteks penanya ketika berada dalam majelis keagamaan ingin meminta hukum keagamaan. Apalagi ustadz Khalid memang terkenal dengan ustadz yang selalu melemparkan hukum-hukum terhadap peristiwa sosial dalam kacamata Islam.

Baca Juga:  Puasa Sya’ban Bid’ah? Ini Alasan Rasulullah Berpuasa Sya’ban

Keluhan penanya sebenarnya dalam konteks apa hukumnya menyanyikan lagu Indonesia Raya? Apakah berdosa ketika menyanyikan lagu Indonesia Raya? Apakah termasuk syirik ketika menyanyikan Indonesia Raya? Pertanyaan-pertanyaan ini adalah semangat pertanyaan dari orang yang berada dalam majelis pengajian.

Jika Ustad Khalid memang memahami seperti klarifikasinya tentang kebaikan lagu Indonesia Raya, sebagai warga negara yang mencintai negaranya seorang ustadz akan mengatakan : “lagu Indonesia Raya adalah sebuah kebaikan yang tidak bertentangan dengan prinsip agama. Jika memang anda belum hafal pelajari karena itu bagian dari kebaikan. Jika anda merasa terbebani dengan kebaikan tentu harus diusahakan untuk menghilangkan rasa terbebani tersebut”.

Barangkali itulah ilustrasi jawaban seorang ustadz yang mencintai tanah air dan bangga menjadi warga negara Indonesia. Lain, persoalannya jika ustadz Khalid justru mengajarkan merahasiakan sesuatu keyakinan ketika berada dalam keadaan terbebani atau teraniaya. Misalnya sang Ustadz mengatakan cukup menggerakkan bibir dan seolah menyanyikan dan bacalah surat al-Quran. Dalam praktek keagamaan itulah yang kemudian disebut taqiyah.

Praktek taqiyah saya kira banyak dilakukan baik dalam tradisi Syiah atau Sunni untuk menyembunyikan keyakinan ketika berada dalam tekanan dan penganiayaan. Seolah-olah menyanyikan Indonesia Raya karena menyembunyikan keyakinannya adalah bagian dari taqiyah. Termasuk taqiyah adalah menyatakan diri untuk mencintai negaranya bisa jadi taqiyah jika keyakinan yang sebenarnya mengatakan bahwa mencintai negara itu adalah haram dan syirik.

Tentu, klarifikasi yang dilakukan ustadz Khalid Basalamah adalah bagian cara agar masalah ini tidak berlarut-larut dan mengajak masyarakat memahami persoalan potongan videonya dengan “akal sehat”. Ia sekali lagi menegaskan mencintai dan memperjuangkan negeri ini dengan cara berdakwah yang berisi kebaikan.

Lalu, akal sehat saya mengatakan jika ustadz Khalid Basalamah menganggap kebaikan dalam menyanyikan Indonesia Raya tentu ia tidak mengajarkan jamaahnya untuk bertaqiyah dengan seolah menyanyikannya. Sebagai suatu kebaikan seorang ustadz akan menganjurkan jamaahnya untuk mempelajari dan membiasakan diri menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai kebanggaan sebagaimana klarifikasinya.

Baca Juga:  Benarkah “Indonesia Negara Kafir” : Kritik ceramah Ustadz Zulkarnain Yusuf

Kecuali seperti yang dikatakan ustdaz Anwar Abbas jika memang menyanyikan lagu Indonesia Raya akan terbebani, stress dan sampai gila itu menjadi soal lain yang mendekati mudharat. Namun, akal sehat sekali lagi bertanya seberat itu menyanyikan lagu Indonesia Raya? Atau ada beban ajaran yang melarang seseorang untuk merasa berat menyanyikan lagu Indonesia Raya?

Akhirnya sebagaimana klarifikasi Ustadz Khalid Basalamah yang mencintai negara Indonesia tentu harus disikapi arif dan tentunya dengan akal sehat.

Wallahu a’lam

Bagikan Artikel ini:

About Islam Kaffah

Check Also

jangan memaksa

Jangan Memaksa, Apalagi Berlagak Memberikan Hidayah

Tidak ada paksaan dalam beragama. Begitu titah Tuhan dalam surat Al-Baqarah 255. Penegasan ini sangat …

black rider

Siapakah The Black Rider Itu ? Wanita Pembela Islam di Medan Perang

Jagoan  berkuda hitam itu adalah seorang muslimah dialah Khaulah binti Azur. Seorang muslimah yang memiliki …