peringatan haul
peringatan haul

Peringatan Haul : antara Aktivitas Religi dan Tradisi

Bagi masyarakat yang mendiami kawasan Nusantara, tidak hanya Indonesia, sudah lazim mendengar peringatan haul. Tradisi ini telah menjadi tradisi tidak hanya diperuntukkan untuk memperingati satu tahunan kematian para tokoh besar, namun haul juga biasanya diperingati seorang anak untuk mengenang kematian orang tuanya yang diadakan dalam satu tahun sekali.

Secara umum, haul bertujuan untuk mengenang jasa orang yang sudah tiada dan sebagai pengingat kematian bagi mereka yang memperingati. Sebagaimana nasihat dari ulama salaf yang berbunyi : “Wa Kafaa Bil Mauti Wa Idzho”, Artinya: “Cukuplah kematian sebagai pemberi nasehat.” [Lihat Shifah ash-Shafwah vol. I, hal. 639; al-`Āqibah fī Dzikri’l Maut, hal. 43; dan al-Ihyā’, vol. IV, hal. 450].

Memang banyak kita saksikan banyak orang yang hidup lupa akan kematian. Kebanyakan dari kita kadang lebih memprioritaskan dunia, dan tidak sedikit dari kita yang melupakan kehidupan akhirat. Banyak cara yang kita lakukan untuk memuliakan diri di dunia seperti berbuat maksiat, zholim, korupsi, sikut sana sikut sini, namun mereka tidak mengingat kematian akan datang kepada mereka.

Mengingatkan kematian menjadi penting karena tidak semua orang bisa dimiliki kesadaran seperti itu tanpa adanya momentum. Haul salah satunya di samping ingin mendoakan, mengingat jasa seseorang, tetapi juga mengandung nilai untuk mengingatkan kematian kepada setiap diri manusia.

Meski tradisi haul sudah berjalan sejak lama, ada sebagian orang yang menganggapnya sebagai perbuatan terlarang atau biasa mereka sebut dengan istilah bid’ah. Tradisi keagamaan yang sarat nilai manfaat baik spiritual dan sosial ini banyak dicibir sebagai bentuk aktifitas keagamaan yang terlarang. Namun, apakah demikian adanya?

Untuk mengetahui hukum pelaksanaan haul perlu untuk meninjau bentuk kegiatan dalam rangkaian acaranya. Kita dapat menghukumi haul dengan menghukumi perbuatan yang  terdapat dalam perhelatan itu sendiri. Lalu apa saja isi dari peringatan haul?

Baca Juga:  Bahaya Sindrom Pamer Ibadah di Medsos

Peringatan haul tidak lepas acara pembacaan tahlilan dan yasin, yakni serangkaian doa yang ditujukan kepada si mayit dan pelaksanaan sedekah atau biasanya memberi makan baik diberikan kepada orang-orang yang berpartisipasi pada acara haul atau diserahkan langsung ke rumah masing-masing.

Pertama. Pembacaan tahlil dan yasin untuk mayit memang sudah menjadi banyak perdebatan. Apakah pembacaan dan doa untuk orang meninggal itu bisa sampai kepadanya. Dalam al-Quran Allah berfirman dalam surat al Hasyr ayat 10 yang berbunyi:

“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar) mereka berdoa: “Yaa Rabb Kami beri ampunanlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami dan janganlah engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan Kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang”.

Di antara bentuk kemanfaatan yang dapat diberikan oleh orang yang masih hidup  kepada orang yang sudah meninggal dunia adalah doa. Ayat tersebut mencakup umum yaitu doa yang ditujukan pada orang yang masih hidup dan orang yang telah meninggal.

Pada riwayat lain juga di jelaskan bahwa, bukti bakti anak kepada orang tua yang sudah wafat ialah dengan cara mendoakan keduanya termasuk menghadiahi pahala bacaan al-Quran dan kalimat tayyibah. Syekh Ad-Dasuqi dari mazhab Maliki menyebutkan, “Jika seseorang membaca Alquran, dan menghadiahkan pahala bacaannya kepada mayit, maka hal itu diperbolehkan, dan pahala bacaannya sampai kepada mayit.” (Lihat: Muhammad bin Ahmad bin Arafah Ad-Dasuqi, Hasyiyatud Dasuqi Alas Syarhil Kabir, juz 4, h. 173).

Kedua, Sedekah. Di samping bertahlil kita juga menjamu hidangan (sesuai kemampuan) kepada para jama’ah. Setelah tahlilan, biasanya pemilik hajat akan memberikan hidangan makanan untuk dimakan di tempat oleh Muslim yang ikut tahlilan, atau dibawa pulang oleh mereka.

Baca Juga:  Keutamaan Menghormati Anak Menurut Kitab Lubabul Hadits

Pahala dari sedekah itu dapat menolak balak atau bencana dan dicintai orang lain. Ketika seorang mukmin melakukan sedekah di jalan Allah, sedekah tersebut akan mampu menjadi investasi di akhirat kelak.

Imam Ahmad bin Hanbal meriwayatkan dari Hasyim bin al-Qasim, yang mana beliau meriwayatkan dari Al-Asyja’i, yang beliau sendiri mendengar dari Sofyan, bahwa Imam Thawus bin Kaisan ra pernah berkata, “Sesungguhnya orang mati difitnah (diuji dengan pertanyaan malaikat) didalam quburnya selama 7 hari, dan “mereka” menganjurkan (mensunnahkan) agar memberikan makan (pahalanya) untuk yang meninggal selama 7 hari tersebut”.

Dengan melihat praktek peringatan haul dan beberapa dasar dalilnya, sungguh sejatinya peringatan tahunan ini tidak menyimpang. Haul juga bukan sesuatu kewajiban, tetapi bentuh amalan sunnah. Para ulama menyatakan bahwa dalam peringatan haul tidak dilarang oleh agama, bahkan dianjurkan. Ibnu Hajar dalam Fatawa al-Kubra Juz II menjelaskan, “para sahabat dan ulama tidak ada yang melarang peringatan haul sepanjang tidak ada yang meratapi mayyit atau ahli kubur sambil menangis.” Selain itu, peringatan haul yang biasa diadakan secara berjamaah atau bersama-sama akan menjadi penting bagi umat Islam untuk sekadar bersilaturahmi satu sama lain dan terpenting adalah selalu mengingat kematian.

Sebagai sebuah tradisi, haul telah memberikan hikmah penting dalam kehidupan. Mengenang jasa seseorang apalagi orang tua sendiri menjadi sangat penting bagi seorang anak. Anak juga tidak lepas akar dan hubungan persaudaraan yang diikat dengan peringatan ini. Kebaikan seperti ini adalah bagian dari tradisi mulia yang penting selalu dirawat.

Bagikan Artikel ini:

About Imam Santoso

Avatar of Imam Santoso

Check Also

mengidolakan pemain bola

Awas Mengidolakan Pemain Bola Haram? Ini Penjelasannya

Setiap orang pastinya memiliki sosok yang diidolakan. Entah itu orang tua, tokoh atau bahkan artis. …

miss queen

Miss Queen : Antara Kebebasan dan Pelanggaran Norma Agama

Indonesia kini dihebohkan dengan acara Miss Queen Indonesia yang berlangsung di Bali pada tanggal 4 …