bulan sya'ban

Peristiwa Penting yang Terjadi di Penghujung Bulan Sya’ban yang Jarang Diketahui

Tidak berlebihan kalau Syaikh Yusuf bin Isma’il al Nabhani mengatakan, “Sandal Nabi Muhammad ada di atas kepala alam semesta, dan seluruh makhluk berada di bawah bayang-bayangnya”. Diksi kata yang termaktub dalam Jawahir al Bihar fi Fadhail al Nabi ini hendak mengatakan betapa kemuliaan dan keagungan Nabi Muhammad tiada terkira dan tidak seorangpun yang akan melampauinya.

Bahkan, tidak ada rangkaian kalimat yang dengan sempurna mampu menggambarkan kemuliaan dan keagungan Nabi. Hal ini karena Allah sebagai Tuhan semesta alam telah mengakui dan menginformasikan kepada seluruh manusia akan ketinggian dan keluhuran Nabi melalui informasi yang bisa dibaca dalam al Qur’an sebagai kitab terakhir dan paling sempurna yang diturunkan-Nya ke bumi.

Tersebut di antaranya adalah ayat yang turun di penghujung bulan Sya’ban. “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”. (al Ahzab: 56).

Dengan ayat ini Allah memberitahukan bahwa Dia, sebagai Tuhan, bershalawat kepada Nabi. Menghormati Nabi Muhammad dan mengagungkannya. Para malaikat juga demikian. Dan, Allah memerintahkan kepada umat Nabi untuk bershalawat. Ini membuktikan bahwa Nabi adalah manusia pilihan diantara yang terpilih, manusia super, manusia yang memiliki keagungan luar biasa.

Makna Allah bershalawat kepada Nabi, seperti dijelaskan oleh Imam al Qurthubi dalam tafsirnya adalah Allah memberikan rahmat dan ridhanya kepada Nabi. Dan bila shalawat itu diucapkan oleh para malaikat berarti memintakan ampun untuk baginda Nabi. Adapun shalawat umatnya adalah doa dan mengagungkan beliau.

Maksud semua ini adalah untuk mengagungkan Nabi Muhammad. Padahal kalau dinalar, shalawat Allah telah cukup untuk membuktikan keagungan Nabi, tanpa shalawat dari para malaikat dan umatnya. Artinya, sesungguhnya Nabi tidak butuh kepada  shalawat para malaikat dan umatnya, karena Allah telah bershalawat kepadanya.

Baca Juga:  Lima Nasehat Abu Hurairah agar Hidup Menjadi Berkah

Sebagaimana dikatakan oleh Fakhruddin al Razi dalam Mafatihu al Ghaib, perintah Allah terhadap para malaikat dan umat Islam semata hanya untuk menampakkan bahwa Allah begitu mengagungkan Nabi.

Al Baidlawi dalam al Anwaru al Tanzil wa Asraru al Takwil menjelaskan, sudah selayaknya umat Islam melakukannya sebab pasti butuh kepada syafaat Nabi.

Turunnya ayat ini di akhir bulan Sya’ban juga menjadi penegasan terhadap kemuliaan bulan ini. Terbukti Nabi banyak melakukan puasa sunnah di bulan ini dibandingkan bulan-bulan yang lain kecuali bulan puasa Ramadhan. Untuk itu, layaknya kita juga memperbanyak membaca shalawat danmempersiapkan segala amal ibadah untuk menyongsong bulan Ramadhan. Seperti puasa sunnah dan shalat malam.

Bagikan Artikel
Best Automated Bot Traffic

About Faizatul Ummah

Faizatul Ummah
Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo