Akhirussanah PPUM
Akhirussanah PPUM

Ponpes Ummil Mu’minin Simbaringin Gelar Akhirus Sanah: Mencetak Generasi Qur’ani Berwawasan Global

PPUM – Pondok Pesantren Ummil Mu’minin Simbaringin, Mojokerto, Jawa Timur menggelar Haflah dan Akhirus Sanah ke- 15 untuk santri dan santriwati dengan tema “Mencetak Generasi Qur’ani Berwawasan Global”. Acara Haflah dan Akhirus Sanah bertempat di Gedung Ribath Darul Mubtadiin pada Minggu, (26/6/22). Haflah dan Akhirus Sanah yang digelar PPUM untuk menghantarkan para santri-santriwati yang telah menyelesaikan jenjang pendidikan, beberapa santri yang awalnya tidak bisa tajwid bahkan mengenal huruf hijaiyah, setelah menempuh pendidikan selama 3 tahun di PPUM dapat menghafal Al-Quran 3 – 5 juz. Santri yang berawal dari tidak bisa mengaji menjadi penghafal Al-Quran sangat dimungkinkan karena keistiqomahan santri, keistiqomahan para kiai, ustadz yang membimbing dan juga lingkungan PPUM yang sangat menyenangkan.

Selain santri yang berangkat dari tidak bisa mengaji, santri PPUM juga pada tahun ke-3 sudah dapat membaca dan memaknai kitab kuning sehingga meskipun baru lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP) namun telah dapat diandalkan untuk membaca kitab kuning.

“Pada rangkaian Haflah dan Akhirus Sanah, selain melepas santri yang telah menyelesaikan pendidikan juga menjadi ajang bagi para santri untuk menunjukkan kemajuan dalam hafalan Al-Quran dan baca kitab kuning dihadapan para orangtua dan para tamu undangan, haflah dan akhirus sanah di PPUM juga merupakan acaranya para santri sehingga mereka mengekpresikan ide dan kreasi dalam acara”. Ungkap KH. Abdillah Murtadlo Zubaidi, Lc. saat ditemui ditempat kegiatan oleh tim Media PPUM.

Kegiatan Akhirus Sanah PPUM dihadiri ratusan Undangan mulai dari Kiai, Pemda Mojokerto, Kepala Desa hingga masyarakat setempat. Acara Haflah dan Akhirus Sanah dirangkai dengan pembacaan kitab kuning, penampilan kreasi dari para santri yaitu menampilkan Tari Nirmala, Tari Kreasi Tanah Airku, pembacaan puisi hingga musikal drama yang menampilkan santri-santriwanti dari tingkat 2.

Baca Juga:  Diduga Menyebarkan Covid- 19 10 Jamaah Tabligh Indonesia Didakwa Pengadilan India

Ning Hj. Royya Hamidah selaku Pengasuh Pondok Putri Ummil Mu’minin Simbaringin, Mojokerto selaku ketua panitia Haflah dan Akhirus Sanah menjelaskan bahwa PPUM menjadi jembatan bagi para santri untuk menggali kitab-kitabb turots (Kitab Klasik) dan juga pengetahuan modern sehingga semua santri dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat.

“kita para santri tidak dapat menutup mata dengan perkembangan tekhnologi dan ilmu pengetahuan, oleh karena itu senada dengan tema besar kita pada Haflah dan Akhiru Sanah tahun ini yaitu : “Mencetak Generasi Qur’ani Berwawasan Global”. Maka tantangan yang wajib dijawab oleh para santri adalah bagaimana mengaplikasikan dan mengimplementasikan keilmuan ala pondok pesantren dan pengetahuan kekinian (modern) sehingga santri siap ketika berada di masyarakat, tidak gugup baca kitab dan tidak gagap media dan tekhnologi”. pungkas Ning Hj. Royya

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Kepala BNPT di UIN Serang

Perguruan Tinggi Islam Berperan Penting Sebarkan Moderasi Beragama Kepada Mahasiswa

Serang – Perguruan Tinggi Islam berperan penting dalam menyebarkan moderasi beragama kepada para mahasiswa. Hal …

menko polhukam mahfud md memberikan keterangan kepada wartawan terkait

Buka Kongres IPNU dan IPPNU, Menko Mahfud MD: Minta Jaga Wasthiyah Islam

JAKARTA – Islam wasathiyah (moderat) menjadi salah satu jalan untuk menjaga kebersamaan setiap elemen bangsa, …