Jenggot Tebal
Jenggot Tebal

Penampilan seseorang tidaklah menjadi tolak ukur kalau seseorang tersebut berhati mulia atau berhati jahat. Penampilan dengan pakaian biasa-biasa saja bisa jadi ia termasuk orang yang bertakwa dan berhati mulai.

Bisa jadi seseorang dengan berjubah besar serta berjenggot tebal dengan celana cingkrang itu memiliki hati yang buruk. Sebagaimana dikisahkan di bawah ini.

Seorang pria berjenggot lebat tiba-tiba menggertak Rasulullah SAW saat beliau membagi-bagikan emas kepada sejumlah kalangan. Ia melakukannya karena merasa tidak kebagian jatah dan mengganggap Rasulullah SAW tidak berbuat adil.

Pria berjenggot lebat ini bernama Hurqush bin Zuhair yang lebih dikenal dengan sebutan Dzul Khuwaishirah al-Tamimi. Ia meminta agar Rasulullah SAW  bersikap adil kepada seluruh sahabatnya dengan memberikan bagian secara merata, tidak pilih kasih. Dan Berkata : “Wahai Muhammad, berbuatlah adil!,” gertak Dzul Khuwaishirah.

Gertakan Dzul Khuwaishirah kepada Rasulullah SAW  ini dipandang sangat tidak sopan dan lancang sekali sehingga membuat para sahabat lainnya marah, seperti Umar bin Khattab dan Khalid bin Walid. Mereka pun ingin membunuhnya, namun dicegah oleh Rasulullah SAW demi menghindari api fitnah di kalangan umat Islam karena ia (Dzul Khuwaishirah) memiliki pengikut yang tidak sedikit.

Rasulullah SAW  kemudian berkata kepada orang tersebut:“Celakalah kamu, siapalah lagi yang akan berbuat adil jika aku saja dipandang tidak adil?”.

Dzul Khuwashirah ini selain berjenggot lebat, ia memiliki ciri-ciri fisik lainnya, seperti menonjol pipinya, cekung kedua matanya, nonong dahinya, gundul kepalanya, cingkrang sarungnya (celananya), dan di antara kedua matanya terdapat tanda bekas sujud. Mereka juga dikenal sebagai kaum yang sangat rajin beribadah shalat dan puasa.

Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya akan muncul dari keturunan orang ini sekelompok orang yang membaca Al-Quran namun tidak sampai melewati kerongkongan mereka (bacaannya tidak diterima oleh Allah SWT). Mereka membunuh umat Islam dan membiarkan para penyembah berhala (orang-orang kafir). Mereka keluar dari Islam sebagaimana anak panah melesat dari busurnya”.

Jika melihat sejarah banyak yang ahli ibadah bahkan hafal al-Qur’an namun akhlak nya dan hati nya tidak mencerminkan bahwa ia memiliki akhlak yang terpuji. Sayyidina Ali wafat dibunuh oleh seorang yang hafal al-Qur’an dan rajin ibadah serta berpenampilan Islami yang bernama Ibnu Muljam

Jadi, Jangan sampai beramal karena dilihat orang, ingin mendapatkan pujian, dan melepaskan kewajiban semata. Sangat disayangkan orang yang beribadah untuk dilihat orang lain, karena semua itu tidak ada nilainya menurut  Allah. Yang awalnya ingin mendapatkan pahala dikarenakan niat yang salah pahala tersebut berubah menjadi dosa.

Belajar agamalah yang baik dan benar serta mencari guru yang baik dan benar juga, jangan salah memilih guru agar dapat memahami al-Qur’an dan hadist dengan baik dan benar juga.

Wallahu a‘alam bishawab