surga dunia
surga dunia

Raihlah Surga di Duniamu dan Harapkan Surga di Akhiratmu

Sebagaimana Allah menggambarkan surga melalui al-Qur’an merupakan tempat tinggal yang abadi yang berisikan segala kebahagiaan, kenikmatan dan kedamaian kekal bagi manusia yang beriman. Surga digambarkan sebagai reward bagi setiap mukmin yang berhasil menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan Allah.

Bukankah surga itu adalah bentuk dari kebahagiaan, kenikmatan dan kedamaian yang tak dapat terlukiskan dengan kata-kata namun tergambar dalam rasa. Semua manusia pastinya sangat menginginkan surga bagi dirinya. Namun sekarang yang menjadi pertanyaannya adalah dimana surga itu berada?

Apakah manusia di dunia ini mampu dan bisa merasakan surga meski dalam diri manusia yang masih hidup? Apakah manusia mampu menjadikan hatinya bagaikan berada dalam surga.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

Artinya: “Ya Tuhan kami karuniakanlah kebahagiaan di dunia, dan juga kebahagiaan di akhirat, dan jauhkanlah kami dari siksa api neraka”.

Doa ini merupakan doa sapu jagad yang sering dipanjatkan oleh Rasulullah. Doa ini memiliki makna berupa permohonan untuk memperoleh kebajikan di dunia dan akhirat. Selain itu, doa ini mampu untuk memantapkan langkah dalam berupaya meraih kebajikan.

Doa sapu jagad ini mengandung arti permohonan yang disertai usaha. Sebuah doa yang digunakan untuk memohon kebahagiaan di dunia dan juga kebahagiaan di akhirat. Secara sederhana, doa ini mengisyaratkan bahwa kita pun berharap bahwa kebahagiaan mampu kita peroleh saat kita masih hidup di dunia.

Surga merupakan tempat segala kebahagiaan bermuara baik kebahagiaan lahir  maupun kebahagiaan batin (jiwa). Karena itulah surga merupakan tempat di mana tidak ada sedikitpun penderitaan di dalamnya.

Dalam arti sederhana, dalam doa meminta kebahagiaan di dunia sejatinya adalah doa meminta surga di alam dunia baik secara lahir maupun batin. Jadi manusia harus mampu mengetahui bagaimana cara membuat atau menciptakan surga di dalam dunianya.

Baca Juga:  Kedudukan Ilmu dan Hidayah dalam Pandangan Islam

Manusia bisa menjadi tak terkendali karena emosional dan melahirkan rasa takut dan khawatir yang berlebihan yang membuat manusia tanpa sadar telah menghadirkan penderitaan atau neraka pada dirinya. Neraka di dunia ketika manusia sudah tidak mengendalikan diri dan jatuh dalam keburukan, kenistapaan.

Begitupun sebaliknya, saat kita terkendali, sabar, bersyukur dan ikhlas, maka kita sejatinya sedang menciptakan kebahagaiaan di dalam diri, yang itu sama halnya dengan menciptakan surga di alam dunia yang penuh dengan kesejukan, ketenangan dan kedamaian bagi dirinya dan juga orang-orang yang berada disekelilingnya. Surga di dunia harus dirasakan dan itu bagian dari tujuan manusia hidup.

Manusia banyak tidak mengetahui dan memahami bahwa sesungguhnya surga itu ada di dalam diri manusia itu sendiri melalui ketenangan dan kedamaian dalam kehidupan ini. Begitu pula neraka membara yang memanas dalam diri manusia. Karena itulah, doa Rasulullah mengawali dengan kebaikan di dunia lalu dilanjutkan dengan kebaikan di akhirat. Dunia harus diciptakan dengan indah dan damai penuh nuansa surgawi.

Dengan mendekatkan diri pada kebahagiaan serta keikhlasan serta mampu menerima segala yang terjadi di hidup sebagai keseluruhan rangkaian perjalanan hidup yang telah tergariskan olehnya, maka manusia akan mampu mengupayakan surga bagi hidupnya di dunia. Jangan pernah berharap surga jika di duniamu penuh dengan angkara murka, amarah, dan kekerasan yang merupakan cerminan neraka kelak.

Allah berfirman: “Demi jiwa dan seluruh penyempurnaannya, Allah mengilhamkan sukma kebaikan dan sukma keburukan, beruntunglah bagi yang mensucikannya, merugilah bagi yang mengotorinya”. (Asy-Syams : 7-10).

Hidup merupakan pilihan bagi masing-masing jiwa. Dengan memilih untuk mensucikan jiwa, manusia akan mampu menciptakan surga, dan jika manusia dikalahkan oleh setan dengan memilih mengotori jiwa maka akan sama halnya dengan menciptakan neraka bagi hidupnya sendiri.

Baca Juga:  Apa Sebenarnya Arti Jumat Mubarok itu?

Semua kembali pada diri kita sendiri, mau menciptakan kebahagiaan (surga) atau menciptakan penderitaan (neraka) di alam dunia ini.

 

Bagikan Artikel ini:

About Eva Novavita

Avatar of Eva Novavita

Check Also

singgasana sulaiman

Cerita Nabi Sulaiman untuk Anak (3) : Kisah Raja Sulaiman dan Ratu Balqis

Setelah Nabi Daud wafat, kini Nabi Sulaiman meneruskan tahta kerajaan dan memimpin Bani Israil. Seperti …

singgasana sulaiman

Cerita Nabi Sulaiman untuk Anak (2) : Nabi Sulaiman dan Perempuan Korban Pemerkosaan

Sebelumnya sudah diceritakan tentang kecerdasan Nabi Sulaiman dalam memecahkan masalah. Kisah kehebatan Nabi sulaiman tak …