tiga amalan ringan

Ramadan Bulan Bahagia dan Momentum Berbagi Bahagia kepada yang Lain

Bulan Ramadan adalah bulan kebahagiaan bagi seluruh umat Islam sedunia. Setidaknya dalam bulan ini Allah memberikan kesempatan luar biasa kepada umat Islam untuk beribadah secara maksimal dari bangun hingga tidur. Seluruh aktifitas umat Islam adalah bernilai ibadah yang diniatkan untuk mencari ridhonya.

Kebahagian itu nampak dalam sebuah hadist nabi : “Orang yang berpuasa akan meraih dua kegembiraan, kegembiaran ketika berbuka puasa/berhari raya, dan kegembiraan ketika bertemu Tuhannya,” (HR Muslim).

Namun, Ramadan bukan hanya kebahagian yang dirasakan orang yang berpuasa, tetapi kebahagiaan bagi yang lain. Momentum berpuasa adalah kesempatan bagi setiap muslim untuk berbagi kebahagiaan kepada yang lain. Menyalurkan kebahagiaan kepada yang lain dengan cara berbagi merupakan kebaikan yang dilipatgandakan pahalanya di sisi Allah.

Melalui puasa umat Islam diajarkan kepada satu pedoman penting yang pernah diajarkan oleh Rasulullah :  “Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah. Tangan di atas adalah orang yang memberi dan tangan yang di bawah adalah orang yang meminta.” (HR. Bukhari, Muslim) 

Orang berpuasa yang menikmati haus dan lapar tergugah untuk berlomba-lomba menjadi tangan yang di atas. Mereka berbagi kepada yang membutuhkan dengan menyediakan takjil, memberikan sedekah dan puncaknya adalah memberikan zakat fitrah sebagai zakat kebahagiaan.

Ramadan bukan sekedar bulan bahagia untuk diri tetapi bulan untuk berbagi kebahagiaan. Salah satu pintu yang dibuka oleh Allah untuk meraih pahala besar di bulan ramadhan adalah melalui sedekah. Islam sendiri sering menganjurkan umatnya untuk banyak bersedekah terutama di bulan yang mulia ini. 

Rasulullah bersabda : “Barang siapa yang membahagiakan orang mukmin lain, Allah Ta’ala menciptakan 70.000 malaikat yang ditugaskan memintakan ampunan baginya sampai hari kiamat sebab ia telah membahagiakan orang lain.” “Allah senantiasa menolong hamba selama ia menolong saudaranya.” (HR. Muslim no. 2699).

Baca Juga:  Jangan Jadikan Tawakal sebagai Tameng untuk Tidak Bekerja, Pahami Posisi Tawakal

Karena itulah, melalui momentum yang sangat luar biasa di bulan penuh berkah ini marilah berlomba untuk memberikan kebahagiaan kepada orang lain. Jangan pernah merasa tidak mempunyai hal mewah untuk dibagikan. Sekotak nasi dan sebungkus kolak akan menjadi kebahagiaan luar biasa bagi mereka yang membutuhkan.

Kebahagiaan bukan persoalan kuantitas, tetapi persoalan kualitas barang yang diberikan pada waktu dan tempat yang tepat. Marilah manfaatkan bulan Ramadan ini sebagai ajang untuk membagi kebahagiaan kepada yang lain.

Wallahu a’lam

Bagikan Artikel

About Inke Indah Fauziah