Berdiri Dalam Shalat

Saat Shalat Ternyata Ada Lubang Kecil Pada Pakaian, Apakah Shalat Batal?

Selain suci dan bersih, pakaian ideal untuk shalat harus menutup aurat secara sempurna. Namun tak jarang, ketika sedang shalat kita menemukan lubang kecil pada pakaian. Jika lubang kecil itu berada pada di pakaian diluar aurat tentu tak masalah. Tetapi yang menjadi persoalan kalau lubang kecil tersebut ada di pakaian yang menutupi area aurat.

Membatalkan shalat atau tidak?

Sebelum menjawab pertanyaan ini ada baiknya mengetahui terlebih dahulu kriteria benda yang bisa digunakan untuk menutup aurat.

Menurut madhab Syafi’i, seperti dijelaskan oleh Wahbah al Zuhaili dalam al Fiqhu al Islami wa Adillatuhu, benda yang dipakai untuk menutup aurat syaratnya harus mencegah nampaknya warna kulit, sekalipun berupa air keruh atau tanah. Sementara kemah yang sempit dan kegelapan tidak bisa disebut menutup aurat.

Menurut madhab Maliki, jika warna kulit masih bisa dilihat dibalik penutup tersebut tidak disebut menutup aurat. Namun jika hanya bayangan warna kulit yang tampak maka sah sebagai penutup aurat namun hukumnya makruh.

Sedangkan ulama madhab Hanbali sepakat bahwa menutup aurat merupakan syarat sah shalat. Namun begitu, tampaknya sedikit aurat tidak membatalkan shalat berdasar pada atsar (prilaku) sahabat Amr bin Salamah yang diriwayatkan oleh Abu Daud. Berapa ukuran sedikit itu dikembalikan kepada ‘urf (kebiasaan) masyarakat di tempat tertentu.

Lebih khusus dalam Bughyatu al Musytarsyidin dijelaskan, bahwa syarat penutup aurat harus mencegah terlihatnya warna kulit oleh orang lain ketika diajak berbicara (majlis takhatub), sebagaimana dikatan oleh Syaikh Ibnu ‘Ujail.

Artinya, warna kulit tidak terlihat oleh orang lain saat berbicara dengan kita.  Walaupun seandainya orang tersebut lebih mendekatkan pandangannya, misalnya dalam jarak sejengkal, warna kulit akan kelihatan.

Baca Juga:  Tata Cara Mandi Junub

Dengan demikian, versi madhab Imam Syafi’i, jika lubang kecil pada penutup aurat sampai menampakkan warna kulit maka shalatnya batal. Sebaliknya, jika warna kulit tidak tampak, shalatnya tetap sah.

Namun kalau merujuk pada pendapat madhab Hanbali, lubang kecil pada pakaian, baik warna kulit tampak jelas atau tidak, tidak berpengaruh terhadap sahnya shalat. Shalat tetap sah berdasar riwayat Abu Daud dari Amr bin Salamah yang selendangnya tersingkap karena sujud terlalu cepat. Tetapi jika bolongnya besar shalatnya batal. Ukuran besar kecilnya bolong tersebut standarnya adalah ‘urf atau pandangan umum masyarakat.

Demikian penjelasan mengenai bolong kecil pada pakaian di area aurat. Langkah terbaik tentu sebelum melakukan shalat lebih dulu mengecek pakaian kita apakah terdapat bolong atau tidak. Langkah seperti ini merupakan alternatif terbaik. Kaidah fikih menyatakan, al Khuruju minal Khilaf Mustahabbun, keluar dari beda pendapat ulama sangat dianjurkan. Dengan memastikan pakaian kita tidak ada yang bolong, kita telah berupaya menghindar dari perbedaan para ulama menuju satu pendapat yang disepakati. Yakni, ulama sepakat ketika shalat harus menutup aurat.

Bagikan Artikel

About Khotibul Umam

Alumni Pondok Pesantren Sidogiri