duduk di kuburan
mengaji kuburan

Saat Ziarah, Bolehkah Duduk di Kuburan?

Meskipun arus puritanisasi  mengklaim ziarah kubur adalah ritual bid’ah, tapi tidak banyak muslim nusantara yang percaya pada hal itu. Sebab, tradisi ziarah kubur telah turun temurun menjadi ritual untuk berkirim doa pada leluhur yang telah meninggal. Terutama sejak era wali songo. Disamping itu, amaliah ini memiliki hujjah yang kuat.

Dalil bolehnya ziarah kubur diantaranya ditulis oleh Syaikh Bakri Syatha al Dimyathi dalam I’anatu al Thalibin dan Imam Abul Hasan al Hakkari dalam karyanya Hadiyyatu al Ahya li al Mayyit wa ma Washala Ilaihim. Tentu tak terhitung ulama salaf yang menjelaskan kebolehan ziarah kubur yang dalilnya adalah hadis Nabi.

Namun demikian, tentu ada hal-hal yang harus diperhatikan supaya ritual berkirim doa kepada leluhur tidak dikotori oleh perbuatan-perbuatan yang bisa mengurangi sakralitasnya. Di antaranya, saat ziarah tidak boleh duduk di kuburan atau atas makam.

Abul Hasan al Hakkari dalam karyanya di atas memuat satu bahasan khusus tentang larangan duduk di  kuburan. Di sini, dengan sanad tersambung lengkap, ia menulis satu hadis tentang larangan duduk di kuburan.

Suatu ketika Nabi melihat seorang laki-laki duduk di kuburan. Nabi berkata kepadanya, “Turunlah dari kuburan, engkau jangan menyakiti pemilik kubur (itu)”.

Hadis senada dimuat dalam Shahih Muslim riwayat Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah bersabda, “Seandainya seseorang duduk di atas bara api sehingga membakar pakaian dan kulitnya, itu lebih baik baginya dari pada duduk di atas kuburan”. (HR. Muslim).

Menjelaskan hadis ini, Imam Nawawi dalam al Minhaj Syarah Shahih Muslim menulis, pendapat kalangan madhab Syafi’i menyatakan hukum duduk di atas kuburan adalah haram. Demikian juga bertumpu dan bersandar di kuburan hukumnya juga haram. Pendapat senada juga disampaikan oleh Abu Ishaq al Syairazi dalam al Tanbih dan al Adhim al Abadi dalam kitabnya ‘Aunu al Ma’bud Syarah Sunan Abi Daud.

Baca Juga:  Konsultasi Syariah : Hukum Memelihara Anjing

Dengan demikian telah jelas bahwa duduk di atas kuburan hukumnya haram berdasar pada hadis-hadis Nabi. Untuk itu, peziarah laiknya tidak melalaikan hal ini supaya ritual berkirim doa kepada leluhur berjalan sempurna.

Bagikan Artikel ini:

About Islam Kaffah

Check Also

shalat ghaib korban bencana

Shalat Ghaib untuk Korban Bencana

Pada tanggal 4 Desember 2021 telah terjadi peningkatan aktifitas vulkanik di gunung semeru. Hal itu …

amarah

Amarah yang Merusak dan Tips Menyembuhkan

Marah merupakan salah satu perbuatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Orang yang tak …