Sadio Mane
Sadio Mane

Sadio Mane:  Saya Tidak Sentuh Alkohol, Agama Sangat Penting Bagi Saya

Jakarta – Berbicara Sadio Mane tidak hanya soal sepakbola dan Liverpool, tapi pemain asal Senegal juga sangat menarik dikupas tentang kepribadian dan kehidupan religiusnya. Sebagai seorang bintang sepakbola dengan penghasilan miliaran rupiah per minggu, Mane bisa saja melakoni hidup mewah layaknya bintang-bintang sepakbola lainnya seperti Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, atau Paul Pogba, tapi itu tidak ia lakukan.

Mane bukan tidak mau hidup mewah, kepribadiannya yang sederhana serta kehidupan religiusnya sebagai seorang Muslim, membuat ia memilih hidup bersahaja. Mane bisa saja beli Lamborghini atau Ferrari atau Mercedes yang harganya selangit, tapi ia lebih memilih berkendara dengan Mini Cooper.

Pun saat rekan-rekannya berpesta atau liburan mewah saat tidak ada pertandingan atau libur kompetisi, Mane memilih membantu marbot Masjid mengepel lantai dan kamar mandi masjid. Ia juga tidak suka liburan dengan yacht mewah di tempat-tempat mahal, tapi Mane lebih suka pulang ke Senegal dan melakukan bakti sosial dengan membangun masjid, sekolah, dan lingkungan pendidikan.

Mane juga dikenal sangat menghormati aturan-aturan yang ada dalam agam Islam. Dalam pengakuanya, dia sama sekali tidak pernah menenggak alkohol dan selalu menjalankan salat lima waktu.

“Saya tidak akan menyentuh alkohol. Agama merupakan sesuatu yang penting bagi saya. Saya sangat menghormati aturan-aturan Islam, dan saya juga selalu salat lima waktu,” kata Mane.

Sejak kecil, Mane diajarkan kedua orangtuanya tentang pentingnya menjalankan segala aturan yang ada di agama Islam. Hingga sekarang, paham tersebut terus dijalankan Mane.

Ayah Sadio Mane adalah seorang imam masjid di Bambali, kampung halamannya. Tak ayal, Mane sudah mendapat banyak ajaran agama dari sang ayah sejak kecil.

Baca Juga:  MUI Jabar: ‘People Power’ Haram Karena Inkonstitusional

Ketika Mane memutuskan menjadi pesepakbola, sang ayah pun sempat tidak setuju. Hal itu karena ditakutkan jika menjadi pesepakbola, Mane bisa menjadi lupa kepada Tuhan. Akan tetapi, Mane berhasil menunjukkan kepada sang ayah bahwa dirinya tidak lupa kepada Tuhan meski sudah bergelimang harta.

Bahkan, Mane melakukan langkah mulia. Di Senegal, Mane diketahui membangun sejumlah masjid, sekolah, dan rumah sakit. Hal itu dilakukan eks pemain Southampton tersebut untuk membantu masyarakat Senegal yang membutuhkan.

Tindakan terpuji Mane di luar kariernya sebagai pesepakbola ini menambah kagum banyak pihak. Sebab, sebagai pesepakbola, dia pun bisa mengukir karier cemerlang.

Mane telah membantu Liverpool meraih beragam gelar juara bergengsi. Di antaranya ada Liga Champions, Liga Inggris, dan lainnya. Musim ini, Mane pun dipastikan siap memberi kontribusi besar kepada Liverpool.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

penopang keunggulan al azhar mesir

Fatwa Al Azhar Izinkan Transplantasi Ginjal Babi ke Manusia Dalam Kondisi Tertentu

KAIRO – Kemajuan dunia medis telah membuat sejumlah penemuan luar biasa dalam bidang pengobatan untuk …

kisah istri viral yang antar suami menikah lagi

Warganet Heboh, Viral Seorang Istri Antar Suami Menikah Lagi

Makassar – Poligami adalah sesuatu yang diperbolehkan dalam agama, meski demikian masih terdapat banyak perbedaan …