beda nuzulul quran dan lailatul qadar
Lailatul Qadar 1

Sama-sama Terjadi di Bulan Ramadan, Apa Beda Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar?

Nuzulul Quran dan lailatul Qadar merupakan dua peristiwa bersejarah yang terjadi di bulan Ramadan. Dua peristiwa ini memiliki arti penting untuk diperingati bagi umat Islam sebagai pelajaran sekaligus pencarian kemuliaan. Memang tidak sedikit dari kita memahaminya secara sama karena dalam Al-Qadar disebutkan bahwa lailatul qadar adalah peristiwa diturunkannya al-Quran. Lalu apa beda nuzulul quran dan lailatul qadar?

Pertama kita memahami nuzulul Qur’an yang diperingati setiap tanggal 17 Ramadan dan ada beragam versi yang lain sebagai turunnya wahyu pertama yang dibawa malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad. Peristiwa ini disebutkan dalam Al-Quran : “Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). (al Baqarah: 185).

Sejarawan mencatat peristiwa ini terjadi pada tanggal 17 Ramadan 13 tahun sebelum Hijriyah atau tepatnya tahun 610 M. Surat pertama kali yang diturunkan adalah surat Al-Alaq

melalui peristiwa nuzulul Quran sekaligus menandai pengangkatan Nabi Muhammad menjadi Rasul di usia 40 tahun dan wafat di umur 63 tahun. Selama 23 tahun al-Quran diturunkan, di mana 13 tahun diturunkan di Mekkah dan 10 tahun di Madinah, sehingga ayat yang turun terbagi menjadi dua yaitu periode Makkah (makiyyah) dan periode Madinah (Madaniyah).

Peristiwa Nuzulul Quran merupakan peringatan atas diturunkannya ayat al-Quran kepada Nabi Muhammad sebagai wahyu pertama. Di Indonesia sendiri, moment Nuzulul Quran biasanya diperingati dengan cara tebligh akbar, khataman dan dzikir bersama.

Sementara, Lailatul Qadar adalah adalah peristiwa yang merujuk pada malam di mana al-Quran yang mulanya berada di Lauhul Mahfuzd kemudian diturunkan ke Baitul Izzah atau langit dunia. Lalu, Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad pertama lewat perantara malaikat Jibril di malam di gua Hira’. Ketika al-Quran diturunkan pada malam Lailatul Qadar sudah dalam bentuk utuh. Namun dengan ijin Allah, malaikat Jibril wahyukan kepada Nabi Muhammad secara berangsur-angsur.

Baca Juga:  Menag Ajak Umat Islam Jadikan Nuzulul Quran Untuk Perkuat Kepedulian Melawan COVID-19

Peristiwa lailatul Qadr direkam dalam Al-Qadr ayat 1-5 yang artinya sebagai berikut, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu ? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar”.

Peristiwa lailatul qadar dan nuzulul quran memberikan pelajaran bahwa turunnya al-Quran memiliki beberapa tahapan. Tahapan pertama yaitu dari Lauhul Mahfudz (tempat tercatatnya qadha’ dan takdir manusia) menuju Baitu Izzah (Tempat yang penuh keagungan atau kemuliaan) atau bisa disebut Sama’uddunnya (langit dunia). Dan tahap kedua yaitu dari Baitul Izzah ke Bumi kepada Nabi Muhammad SAW  melalui perantara malikat Jibril.

Tak ada kisah atau keterangan apapun ketika Allah menurunkan al-Quran ke Lauhil Mahfudz. Penjelasan bahwa al-Quran tersimpan di Lauhil Mahfudz hanya untuk di ketahui dan diyakini sebagai konsekuensi keimanan manusia. Pada tahap pertama al-Quran di turunkan dari Lauhil Mahfudz ke Baitul Izzah berupa satu mushab al-Quran lengkap dan sempurna yang terdiri dari 30 Juz, 114 surat, dan 6666 ayat, yaitu dari surat al-faatihah sampai surat an-nas.

Surat Al-Qadr mengisahkan pula keutamaan malam Lailatul Qadar selain menjadi malam diturunkannya al-Quran, juga disebutkan sebagai malam kemuliaan yang lebih baik dari malam 1.000 bulan. Di malam itu, para malaikat dipimpin Malaikat Jibril turun ke bumi dan memberikan salam kepada orang-orang yang berdiam diri atau i’tikaf dan beribadah di masjid hingga fajar tiba.

Para ulama menyebutkan bahwa malam lailatul Qadar terjadi pada malam ganjil pada 10 hari terakhir di bulan Ramadan. Malam Lailatul Qadar diyakini oleh semua umat muslim sebagai malam terbaik dari seribu bulan atau kebaikan yang diperoleh seorang muslim pada malam tersebut mempunyai nilai lebih dari seribu bulan atau sekitar 83 tahun.

Baca Juga:  Nuzulul Quran (4) : Mushaf Al-Qur'an Sudah Rusak, Bagaimana Menanganinya?

Karena itulah, Bulan Ramadan yang mulia ini di samping menyimpang kandungan berkah yang luar biasa juga menandai peristiwa penting yang disebut nuzulul Quran dan lailatul Qadr.

Bagikan Artikel ini:

About Puji Rahayu Ningsih

Avatar of Puji Rahayu Ningsih

Check Also

dicintai allah

Sering Gagal Cinta? Cinta kepada Allah Tidak Akan Pernah Ditolak, Ini Kuncinya!

Kita sebagai manusia dibekali Allah dengan perasaan cinta. Pada dasarnya cinta merupakan sebuah anugerah dan …

10 hari terakhir ramadhan

Anjuran dan Cara Rasulullah Menghidupkan 10 Hari Terakhir Ramadan

Ramadan kini telah memasuki fase 10 hari terakhir. Di fase ini ada waktu yang banyak …