Sejarah Arsitektur dalam Islam

0
1149
arsitektur islam

Bagaimana ciri khas arsitektur Islam?


Islam sebagai agama telah turut mempengaruhi kehidupan masyarakat, sehingga membentuk ragam budaya, di antaranya nilai seni berupa arsitektur. Apa bukti yang menunjukkan adanya arsitektur dalam kebudayaan dan peradaban Islam? Arsitektur Islam yang paling awal adalah Ka’bah, dengan titik poros langit yang menembus  bumi.

Monumen primordial yang dibangun  oleh  Nabi  Adam  a.s dan kemudian dibangun kembali oleh Nabi Ibrahim ini, merupakan refleksi duniawi dari monumen surgawi yang juga terpantul dalam hati manusia. Keselarasan dimensi-dimensi Ka’bah, keseimbangan dan simetrinya, pusat dari kosmos Islam, dapat ditemukan dalam arsitektur suci di seluruh dunia Islam (Nasr, 1994).

Pada tahap berikutnya, menurut Abdul Rochim (2000), yang dianggap sebagai arsitektur Islam adalah masjid. Hal ini didasarkan dengan dibangunnya masjid Quba oleh Rasulullah Saw. sebgai masjid yang pertama.

Masjid Quba disebut para ahli sebagai masjid Arab asli dengan bangunan yang awal mula berdirinya  berupa bangunan  yang sangat sederhana,  dengan lapangan terbuka sebagai intinya, dan penempatan mimbar pada sisi dinding arah kiblat, serta di tengah-tengah lapangan terdapat sumber air untuk tujuan bersuci.

Bentuk bangunan dengan corak lapangan Masjid Quba kemudian dijadikan dasar dalam pembangunan masjid di berbagai wilayah Islam. Sejalan dengan perkembangan Islam yang pesat dan menyebar di berbagai wilayah, bangunan masjid pun tumbuh di  berbagai  wilayah  Islam  tersebut. 

Bangunan Masjid

Bangunan masjid di berbagai wilayah mengalami penambahan ornamen-ornamen seni untuk menambah unsur estetik masjid seperti hiasan kaligrafi pada interior masjid, penambahan menara yang digunakan untuk menyeru orang-orang beriman untuk shalat, dan adanya makam di sekitar masjid.

Masjid menjadi bangunan yang penting dalam syiar Islam, untuk itu masjid dijadikan sebagai sarana penanaman budaya Islam sehingga dalam pengertian ini terjadilah pertemuan dua unsur dasar kebudayaan, yakni kebudayaan yang dibawa oleh para penyebar Islam yang  terpateri oleh ajaran Islam dan kebudayaan lama yang telah dimilki oleh masyarakat setempat.

Dari sana terjadilah asimilasi yang merupakan keterpaduan antara kecerdasan kekuatan watak yang disertai oleh spirit Islam yang kemudian memunculkan kebudayaan baru yang kreatif, yang menandakan kemajuan pemikiran dan peradabannya.

Oleh karena itu, keragaman bentuk arsitektur masjid jika dilihat dari satu sisi merupakan pengayaan terhadap khasanah arsitektur Islam. Arsitektur masjid yang bernuansa lokal secara psikologis telah mendekatkan masyarakat setempat pada Islam.

Tampilan arsitektur Islam tidak lagi hanya masjid, tetapi telah tampil dalam bentuk karya fisik yang lebih luas, hal ini karena masjid sebagai arsitektur Islam merupakan manifestasi keyakinan agama seseorang.

Sampai di sini, jika kita menemukan ada nilai arsitektur dalam sejarah awal perkembangan Islam di tanah Arab, begitu pula di nusantara (terutama Jawa), yang pada hakikatnya, tidak terlepas dari keberadaan kebudayaan dan tradisi yang sudah ada sebelum Islam masuk di wilayah ini. Tidak mengherankan, apabila di masa-masa awal masuknya Islam di tanah Jawa, bentuk-bentuk masjid masih menggunakan gaya arsitektur tradisional yang cenderung bernuansa Hinduisme.

Hal itu tampak seperti pada penggunaan atap tajuk dan pemakaian mustaka pada puncak atapnya. Bahkan, pada beberapa masjid, ada yang memiliki pendopo di depan masjid atau serambi masjid.

Sebelum Islam masuk dan berkembang, Indonesia sudah memiliki corak kebudayaan yang dipengaruhi oleh agama Hindu dan Budha. Dengan masuknya Islam, Indonesia kembali mengalami proses akulturasi (proses bercampurnya dua (lebih) kebudayaan karena percampuran bangsa-bangsa dan saling mempengaruhi), yang melahirkan kebudayaan baru yaitu kebudayaan Islam Indonesia.