Buya Syafi'i Ma'arif
Buya Syafi'i Ma'arif

Selamat Jalan Guru Bangsa, Selamat Jalan Buya Syafi’i Maarif Sang Teladan Umat

Jakarta – Buya Syafi’i Ma’arif kembali ke Haribaan Allah SWT dalam kesederhanaan, seorang guru bangsa dan teladan umat. Beliau menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah, Gamping, Sleman sekira pukul 10.15 WIB dalam usia 87 tahun.

Dilansir dari laman detik.com Jumat (27/5/22). Menggambarkan sosok seorang Buya Syafi’i Ma’arif tidaklah akan cukup dalam lembaran tulisan satu malam, namun kesederhanaan dan kasihnya terhadap bangsa tidak akan lekang oleh waktu, cerita kesederhanaan mengalir dari Direktur Ma’arif Institute Muhammad Abdullah Darraz di laman Facebooknya, Sabtu (12/8/2017). Dalam Facebooknya, Darraz juga mengunggah foto saat Buya Syafii duduk bersama penumpang lainnya di sebuah stasiun.

Status itu sudah mendapat 3,4 ribu reaksi netizen dan sudah dibagikan sebanyak 944 kali.

“Pagi ini selepas subuh tadi, orang tua yang sudah menginjak usia 82 tahun 2 bulan ini bergegas berangkat meninggalkan penginapannya di kawasan Kuningan Jakarta Selatan menuju stasiun KRL Tebet. Dengan tujuan ke Bogor beliau bermaksud menghadiri Peluncuran Program Penguatan Pendidikan Pancasila yang diinisiasi oleh lembaga baru ‘Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila’,” tulis Darraz seperti dikutip dari akun Facebooknya, Minggu (13/8/2017).

Darraz menyebut Buya merupakan salah satu tim pengarah UKP Pancasila dan akan menghadiri acara di Istana Bogor, Sabtu (12/8/2017). Darraz menyebut sehari sebelumnya Buya Syafii juga sudah mengabarkan kedatangannya ke Jakarta dan menggunakan angkutan KRL.

“Sehari sebelumnya, beliau sudah berkomunikasi dengan saya, ‘Direktur, sy otw Kby Lama, tomorrow to Bogor by KRL. Maarif’. Saya kebetulan sedang tugas belajar di Semarang selama seminggu ini tak dapat menemani beliau,” kata Daaraz.

Darraz menyebut MAARIF Institute selalu siap untuk mengantar-jemput Buya Syafii selama beraktivitas di Jakarta. Namun, karena kesederhanaan dan kesahajaannya selalu menolak tawaran tersebut.

Baca Juga:  Moderasi Beragama Bagian Tak Terpisahkan Dalam Tradisi Pendidikan DDI

“Namun beliau menolak, dan lebih memilih untuk tetap menggunakan KRL di pagi buta menuju Bogor. Namun demikian, ketika komunikasi sehari sebelumnya itu, saya tetap berpesan untuk memastikan saja, jika Buya tetap akan berangkat pakai KRL, maka harus ada yang menemani. Kali ini keponakan beliau, Asmul Khairi, tetap setia menemani beliau,” sambungnya.

Di akhir status Facebooknya itu, Darraz memuji kesederhanaan dan sikap mandiri Buya Syafii. Dia menyebut sikap Buya itu layak ditiru dan mendoakan agar Buya selalu sehat.

“Kesederhanaan, kesahajaan, dan sikap untuk tidak mau bergantung pada orang lain serta kemerdekaan jiwa manusia sepuh ini menjadi satu bentuk keteladanan yang harus ditiru, setidaknya bagi kami anak-anak ideologisnya,” kata Darraz.

Sekretaris Lembaga Seni, Budaya, dan Olahraga (LSBO) PP Muhammadiyah Defy Indiyanto Budiarto mengatakan foto diambil oleh pengurus LSBO yang mendampingi Buya. Dia membenarkan cerita Darraz bahwa Buya naik KRL untuk menghadiri acara UKP Pancasila di Istana Bogor.

“Nah takut kejebak macet, Buya minta naik kereta. Nah dari stasiun Bogor Buya jalan kaki ke Istana Bogor,” ujar Defi saat dikonfirmasi, Minggu (13/8/2017).

Gemar Mengenderai Sepeda Ontel Tua

Buya Syafii Maarif juga pernah viral waktu sedang mengendarai sebuah sepeda ontel tua di Yogyakarta. Buya Syafii Maarif mengaku terkejut karena dia sudah terbiasa dengan naik sepeda.

“Kok bisa ada beredar foto saya di medsos. Saya nggak ingat (kapan waktunya naik sepeda yang di medsos tersebut). Kaget juga,” ujar Syafii saat berbincang dengan detikcom, Selasa (7/2/2017).

Syafii mengatakan tiap hari naik sepeda. Bersepeda, menurutnya, merupakan olahraga yang murah meriah.

“Jamnya bisa pagi, siang, sore,” ucapnya.

Syafii menambahkan, saat naik sepeda, dia tidak memakai pengawal. Lagi pula dia yakin ada yang menjaganya.

Baca Juga:  Dalam 3 Bulan, Masjid Toronto Alami Vandalisme 6 Kali

“Nggak dikawal, ngapain? (Kan) ada malaikat,” tutur pria yang tinggal di Sleman, Yogyakarta, ini.

Meski suka naik sepeda, Syafii mengatakan tidak pergi jauh-jauh. Jarak yang ditempuh dekat dengan rumahnya, yang berada di Sleman.

“Saya kalau naik sepeda cuma 6 kilometer dari rumah. Nggak jauh,” kata Syafii, yang tidak bisa lama-lama berbicara karena sedang menemani istrinya yang sedang sakit.

Kini, ulama sederhana itu kini telah tiada. Buya Syafii Maarif wafat hari ini dan disemayamkan di Masjid Gede Yogyakarta.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

PMII

ACT Terindikasi Pendanaan Terorisme, PMII Sarankan Kader Lebih Selektif Memilih Lembaga Filantropi

Jakarta —  Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan transaksi yang diduga berkaitan dengan …

menko pmk muhadjir effendy

Resmi Cabut Izin PUB ACT, Pemerintah Sisir Izin Lembaga Pengumpul Donasi Lain

Jakarta – Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) sedang dalam sorotan karena terindikasi menyelewengkan dana umat, …