Self Love dalam Islam
Self Love dalam Islam

Self Love dalam Islam

Belakangan marak istilah self love di kalangan anak muda, khususnya Muslim. Self love diartikan sebagai tindakan mencintai diri sendiri. Bagi umat Muslim, mencintai diri sendiri merupakan suatu kewajiban sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Namun pada praktiknya ternyata masih banyak -terutama di kalangan generasi muda- yang belum memahami konsep mencintai diri sendiri atau self love tersebut.

Kita mulai dengan mengutip sebuah Hadits Arbain karya Imam Nawawi, no. 13 yang bunyinya:

Dari Abu Hamzah Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, pembantu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan iman sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadist tersebut menunjukkan bahwasanya jika kita mau mencintai saudara kita, maka kita juga harus bisa mencintai diri kita sendiri. Sebab diri kita adalah pemberian dari Allah, dan akan kembali kepada Allah. Sehingga sebisa mungkin, kita berterima kasih atas dilimpahkannya karunia terindah berupa kesempatan untuk hidup dan beribadah kepasa-Nya dengan cara mencintai diri sendiri.

Dalam pandangan psikologi, self-love sangat dibutuhkan untuk mencari identitas diri supaya orang lain dapat lebih menghargai diri kita. Self love membuat kita merasa lebih bersyukur dengan apa yang ada dalam diri kita dan apa yang kita miliki. Sehingga dapat memberi kebahagiaan batin, kepercayaan diri, dan ketenangan pikiran yang tidak mudah terombang-ambing oleh pendapat orang lain.

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencintai diri sendiri adalah dengan berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Sebab kita pahami bahwa setiap orang memiliki goals-nya masing-masing, memiliki kemampuannya masing-masing. Slogan “Jadilah dirimu sendiri” sangat penting kita terapkan dalam berbagai hal. Karena sekali lagi, setiap kita diciptakan dengan kemampuan yang berbeda-beda. Jangan buat diri kita tersiksa dengan mendengarkan opini orang lain terkait fisik, pemikiran dan lain sebagainya.

Baca Juga:  Ini Dia Muslimah Pertama Yang Terpilih Jadi Astronot Baru Dari 4000 Kandidat

Berikut ini beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi insecure dan memperkuat self-love ala kamu.

Mulailah harimu dengan bangun pagi, lalu mencuci muka dan menghadap ke arah kaca. Pandanglah wajahmu dan katakanlah, “Aku bersyukur kepada Allah atas apa yang telah terjadi kemarin dan apa yang akan terjadi hari ini”. Pergilah shalat subuh, lalu bacalah dzikir pagi.

Perbanyaklah beristighfar dan membaca Al-Qur’an, karena selain akan meningkatkan ketakwaan, juga akan menimbulkan rasa ketenangan dan ketenteraman dari dalam hati. 

Yakinlah bahwa kamu bisa melewati hari-harimu dengan baik tanpa bergantung kepada orang lain. Percayalah kepada diri sendiri dan kepada Allah SWT. Berdoalah memohon diberikan kelancaran dalam segala hal.

Jangan pernah melekatkan sedikitpun rasa iri ataupun dengki kepada orang lain. Karena itu hanya akan menjadikan kotoran di hati. Jika hati kotor, tentu pikiran turut ternodai. Sehingga kamu seringkali merasa insecure dengan kemampuan orang lain. Mulailah dengan berpikir baik, karena itu akan membuat kamu berlaku lebih baik. Self love bukan hanya tentang fisik, tetapi jauh dari itu adalah tentang pikiran.

Bagikan Artikel ini:

About Vinanda Febriani

Mahasiswi Studi Agama-Agama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Check Also

Terorisme di Abad 21

Akar Permasalahan Terorisme di Abad 21

Salah satu Jubir Al-Qaidah pernah berujar bahwa internet merupakan “Universitas Studi Jihad Al-Qaidah”.

Perempuan Muslim

Salahkah Perempuan Muslim Berpendidikan Tinggi ?

“Dari Anas bin Malik ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘Mencari ilmu sangat diwajibkan atas setiap orang Islam,”