uzair yahudi
uzair yahudi

Siapa Uzair yang Diklaim Anak Tuhan dalam versi Yahudi

Jika orang orang Musyrik menganggap Para Malaikat adalah Putri Putri Allah, dan orang orang Kristen menyatakan al-Masih adalah Putra Allah, maka umat Yahudipun mengklaim bahwa ‘Uzair adalah Putra Allah. Dalam keyakinan Umat Islam Allah tak berputra, apalagi berputri. Allah bukan Kepala Keluarga, (QS: al-Ikhlash[]112]:2-4. Jika narasi ini diterima secara logis, maka klaim orang Musyrik, Kristen dan Yahudi adalah dusta belaka. Lantas siapakah ‘Uzair itu? Kenapa diaku aku sebagai putra Allah?   

Dalam surat at taubah ayat 30

Allah berfirman :

وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ

” dan orang-orang yahudi berkata bahwa uzair adalah putra Allah “

Ibnu ‘Asyur bercerita Panjang lebar soal siapa sejatinya Uzair. Menurutnya, Uzair adalah nama salah seorang pendeta Yahudi yang agung, sebelum menjadi Pendeta. Uzair adalah seorang tawanan perang Negara Babil (Babilonia (1696 – 1654 SM) atau Babel. Sebuah negara kuno yang terletak di selatan Mesopotamia tepatnya di tepian Sungai Eufrat).

Nama Uzair dalam bahasa ibrani adalah izra Putra Saraya, keturunan bani Laway (Laway anak ketiga Nabi Ya’kub dari istri pertamanya Layya, saudara sebapak dengan Nabi Yusuf as.) . Uzair hafal hingga diluar kepala isi kitab Taurat (kitab yang diturunkan kepada nabi Musa as.) dan ternya memantik simpati raja Persia, Kurasy (Inggris:Cyrus) untuk menghormatinya. Dan akhirnya Cyrus memutuskan untuk membebaskan Uzair dari tawanan beserta tawanan Bani Israel lainnya yang berada di Babil, dan mengizinkan mereka kembali kepada kaumnya di arsyalim (Yarusalem) dan membangun peradaban baru disana, itu terjadi pada tahun 451 SM.

Uzair adalah pemimpin para Pendeta Yahudi yang kembali dengan kaumnya ke Arsyalim dan memperbaharui peraturan serta mengembalikan syari’at kitab Taurat versi Uzair. orang-orang Yahudi sangat mengidolakan dan mengkultuskan Uzair,  bahkan mengklaim bahwa Uzair adalah putra Allah. Pujian yang berlebihan dari mereka kepada Uzair, dan klaim Uzair adalah Putra Allah adalah klaim sepihak segolongan Pendeta Yahudi yang ada di madinah dan ternyata diamini dan diimani oleh khalayak umat awam  lainnya.

Baca Juga:  Kisah Mualaf yang ‘Bekerja’ Kepada Allah

Tragedi di balik klaim Uzair adalah Putra Allah ialah, saat itu, sebuah Suku yang disebut Suku Amaliq—salah satu suku yang mendiami jazirah Arab paling awal. Ahli sejarah menyebutkan, mereka merupakan Jurhum (suku bangsa Arab yang sudah musnah) pertama. Termasuk di dalamnya adalah Suku Ad dan Suku Tsamud.—mengalahkan Bani Israel , mereka membunuh Para Agamawan Bani Israel dan memboyong semua tokoh Bani Israel. Akibatnya Bani Israel mengalami krisis tokoh dan ilmu pengetahuan. Uzair menangis sedih, meratap pilu sebab kekalahan Bani Israel dan sebab raibnya ilmu pengetahuan dari mereka.

Suatu hari, tanpa rencana sebelumnya, Uzair bertemu dengan seorang perempuan yang sedang menangis di dekat kuburan dan bergumam lirih : ” Siapakah yang sudi memberiku makan, siapakah yang rela memberiku baju?” Uzair tergugah dan bertanya : ” memangnya siapa sebelumnya yang memberimu makan dan pakaian ?”. Perempuan itu menjawab dengan tegas: “Allah !”.  “sesungguhnya Allah Maha Hidup, Allah tidak mati”. Uzair mebnimpali. ” wahai Uzair, siapakah dulu yang mengajarkan ilmu kepada para ulama’ sebelum Bani Israel ?”. Perempuan itu bertanya. “Allah”. Jawab Uzair. ” lalu mengapa engkau menangisi mereka ?” Perempuan itu berucap. Maka sekonyong-konyong Uzair merasakan aliran hikmah merasuki hati dan pikirannya. Ia sadar dia sedang mendapatkan pelajaran.

Kemudian Uzair mendapatkan titah:”pergilah kesungai ini, dan mandilah disana, sholatlah dua rakaat, maka engkau nanti akan bertemu dengan orang tua renta. Jika dia memberimu makan maka makanlah”. Lalu Uzair pergi menuju ke sungai yang telah ditunjukkan, dia melakukan semua yang diperintahkan, tiba-tiba dia ditemui seorang yang sudah tua renta dan berkata kepada Uzair: “Bukalah mulutmu !”. Uzair membuka mulutnya, kemudian orang tersebut memasukkan sesuatu yang keras seperti batu yang besar sebanyak tiga kali.

Baca Juga:  Kisah Nabi Musa Bertanya kepada Tuhan tentang Kedudukan yang Paling Mulia

Dan anehnya, Uzair merasakan hal luar biasa, seperti dialiri kekuatan yang dahsyat. Pikirannya tiba tiba cemerlang. Hatinya mendadak terpenuhi ilmu pengetahuan tentang Taurat. Kemudian Uzair kembali dan dia sudah menjadi orang yang paling tahu tentang kitab Taurat. Uzair berkata kepada Bani Israel: “Wahai Bani Israel, aku telah datang kepada kalian dengan membawa Taurat. Bani Israel menyahutinya: “Wahai Uzair, apakah benar apa yang engkau katakan?”. Sepertinya mereka masih meragukan Uzair. kemudian uzair menulis seluruh kitab Taurat.

ketika para Tokoh dan Para Agamawan telah kembali dari penculikan Suku Aliq, Bani Israel menceritakan kisah Uzair kepada mereka. Kemudian mereka mengeluarkan naskah asli kitab Taurat yang disimpan di gunung dan membandingknnya dengan tulisan Taurat Uzair, ternyata keduanya sama. Kemudian sebagian orang yang bodoh dari mereka berkata: “sesungguhnya Uzair bisa berbuat seperti ini hanyalah karena dia Putra Allah”.al-Tahrir wa al-Tanwir, 6/264)

Bagikan Artikel ini:

About Abdul Walid

Alumni Ma’had Aly Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo

Check Also

doa iftitah

Menyanggah Ustadz Adi Hidayat yang Berulah tentang Doa Iftitah

“iini wajjahtu itu, kalau Anda teliti kitab haditsnya, itu bukan doa iftitah, tapi doa setelah …

akhlak

Ciri Gagal Beragama : Mementingkan Iman dan Syariat, Mengabaikan Akhlak

Di negeri yang seratus persen menjalankan agama secara kontinu, namun ironis, Tindakan korupsi makin menjadi …