Sikap Jaringan Gusdurian Pemkab Garut Sewenang wenang
Sikap Jaringan Gusdurian Pemkab Garut Sewenang wenang

Sikap Jaringan Gusdurian: Pemkab Garut Sewenang-wenang

Jaringan Gusdurian turut menyayangkan tindakan penutupan paksa masjid Jemaat Ahmadiyah di Kampung Nyalindung, Desa Ngamplang, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut pada Kamis (6/5). Hal ini menurutnya merupakan tindakan sewenang-wenang.

“Pemkab Garut berkilah penutupan itu berdasarkan SKB 3 Menteri 2008 dan Pergub No.12 tahun 2011. Padahal kedua landasan yang dimaksud sama sekali tidak mencantumkan diperbolehkannya menutup masjid,” tulis Jaringan Gusdurian melalui press releasenya pada Jumat (7/5).

Karenanya menurut komunitas penerus nilai-nilai perjuangan Gus Dur ini, tindakan Pemkab Garut sangat bertentangan dengan konstitusi dan merupakan bentuk diskriminasi yang menodai asas keadilan.

“Hal ini tentu mencederai semangat kebangsaan dan keberagaman yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ironisnya, penutupan masjid dilakukan saat umat muslim tengah melaksanakan salah satu rukun Islam, yaitu berpuasa di bulan Ramadhan,” lanjutnya.

Perlu diketahui, penutupan paksa masjid Ahmadiyah ini bermula pada tanggal 25 April sekelompok orang yang bukan warga Nyalindung mendatangi lokasi masjid yang sedang dibangun oleh Jemaat Ahmadiyah. Mereka meminta agar pembangunan tersebut dihentikan. Selanjutnya, pada tanggal 29 April ada penanda warna kuning di setiap rumah warga non-Ahmadiyah. Puncaknya pada tanggal 6 Mei pemerintah daerah dengan semena-mena menutup masjid tersebut.

Jemaat Ahmadiyah kerap menjadi sasaran penyerangan baik oleh pemerintah atau pun kelompok vigilante karena dianggap menyimpang. “Padahal konstitusi menegaskan bahwa Negara harus melindungi warganya untuk menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing,” lanjutnya.

Sehingga pihaknya mengecam tindakan sewenang-wenang Pemkab Garut, seraya meminta agar Pemkab Garut mengembalikan fungsi masjid sebagai tempat ibadah, bukan justru menutupnya. Pemkab kata dia, harus memfasilitasi perlindungan bagi warga Ahmadiyah agar bisa menjalankan ibadahnya dengan aman dan nyaman.

Baca Juga:  Pengamalan Pancasila Tak Bisa Lepas dari Jiwa Keagamaan, Tapi Pancasila Bukan Untuk Gantikan Kedudukan Agama

“Bupati Garut sebagai representasi negara harus menjalankan amanat konstitusi, melindungi dan menghormati hak asasi manusia termasuk kebebasan (kemerdekaan) beragama dan berkeyakinan setiap warga negara,” lanjutnya.

Selain itu, Ia juga meminta Presiden Joko Widodo untuk mencabut SKB 3 Menteri No. 3 Tahun 2008 yang dinilai rawan disalahgunakan untuk melakukan tindakan inkonstitusional terhadap penganut Ahmadiyah. Pemerintah perlu mencabut SKB 2 Menteri No. 9 dan No. 8 tahun 2006 tentang pendirian rumah ibadah karena dinilai dapat menyebabkan banyaknya rumah ibadah yang dipaksa tutup.

“Gubernur Jawa Barat juga harus merevisi atau bahkan mencabut Pergub No.12 tahun 2011 yang mencederai semangat kebebasan beragama dan berkeyakinan,” tambahnya.

Karena menurutnya, Gubernur harus menjamin warga untuk bisa beribadah sesuai agama dan keyakinan sebagaimana amanah konstitusi, bukan malah sebaliknya.

Pihaknya juga meminta tokoh agama untuk mengedukasi umat supaya menjaga semangat keberagaman sebagai sunnatullah. “Apalagi sejak tahun 2020 Kementerian Agama RI melakukan berbagai langkah moderasi beragama guna menciptakan kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih harmonis,” tambahnya.  Terkahir, Jaringan Gusdurian mengajak segenap masyarakat untuk senantiasa menjaga kehidupan yang bermartabat, adil, dan harmonis. “Perbedaan bukanlah alasan untuk membenci atau bahkan menyakiti satu sama lain,” pungkasnya.

Bagikan Artikel ini:

About Vinanda Febriani

Mahasiswi Studi Agama-Agama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Check Also

Terorisme di Abad 21

Akar Permasalahan Terorisme di Abad 21

Salah satu Jubir Al-Qaidah pernah berujar bahwa internet merupakan “Universitas Studi Jihad Al-Qaidah”.

Perempuan Muslim

Salahkah Perempuan Muslim Berpendidikan Tinggi ?

“Dari Anas bin Malik ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘Mencari ilmu sangat diwajibkan atas setiap orang Islam,”