belajar membaca alquran pertolongan bagi mualaf bertujuan untuk menguatkan 210327203725 989 scaled
belajar membaca alquran pertolongan bagi mualaf bertujuan untuk menguatkan 210327203725 989 scaled

Sinergi Muliakan Mualaf

Jakarta – Perkembangan mualaf di Indonesia kian menunjukkan grafik meningkat, seorang mualaf seringkali menghadapi berbagai tantangan dan cobaan ketika memutuskan untuk memilih islam sebagai jalan keyakinan oleh karena itulah dibutuhkan pendampingan yang baik sehingga mualaf dapat menyelami agama barunya tanpa dirisak oleh persoalan semisal penolakan maupun ekonomi.

Khusus terkait dengan ekonomi, didalam Al-Quran telah jelas bahwa mualaf termasuk orang yang mendapatkan zakat yang bertujuan untuk menguatkan keimanan mereka.

Dilansir dari laman republika.co.id Minggu (28/03/21). Direktur Utama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Muhammad Arifin Purwakananta mengatakan, mualaf membutuhkan bantuan mendalami ajaran Islam. “Banyak di antara mualaf butuh dukungan ekonomi dikaitkan mereka sering terpisah dari keluarga setelah menjadi mualaf,” kata Arifin.

Baznas membangun sebuah unit khusus, yaitu Mualaf Center Baznas (MCB) dengan bantuan terpadu, baik bersifat pendampingan, pengajaran Islam, maupun dukungan terhadap kehidupan mualaf. MCB bergerak untuk melakukan pembinaan dan pendampingan kepada mualaf sesuai tuntutan syariat Islam agar menjadi Muslim dan Muslimah kaffah serta memiliki kemandirian ekonomi.

Arifin mengatakan, mualaf kerap membutuhkan rumah singgah, tempat mereka hidup. Baznas pun memberikan bantuan terkait dukungan ekonomi untuk bangkit dari kondisinya. Selain itu, Baznas juga memberikan layanan pendampingan ustaz atau ustazah guna membantu mualaf yang membutuhkan. 

Baznas bersinergi dengan jaringan lainnya yang mengkhususkan diri pada perkembangan mualaf, misalnya lewat pertemuan dan koordinasi lainnya. MCB berada di berbagai daerah untuk memberikan pendampingan dan bantuan yang dilakukan secara rutin dan berpola dengan penjadwalan disesuaikan kebutuhan mualaf. Saat ini semakin banyak jumlah mualaf yang perlu dilayani di berbagai daerah. 

“Kami memberikan bantuan dan dukungan kepada suku-suku terasing di Indonesia yang secara berkelompok menjadi mualaf, didampingi di daerah-daerah tertentu agar mereka memahami Islam dengan baik, memiliki buku-buku baik, pakaian hijab bagi Muslimah baru dan kebutuhan lainnya,” tambah Arifin. 

Baca Juga:  Wanita Relawan asal Italia Mendapat Hidayah Saat Diculik Teroris Al-Shabab

Baznas juga melakukan penelitian mengenai indeks rawan kemurtadan khususnya di wilayah tertentu yang rawan terhadap penurunan jumlah umat Islam. Baznas meneliti dan membantu agar kebutuhan di daerah tersebut bisa terpenuhi.

Arifin mengatakan, banyak wilayah tertentu yang memang sangat membutuhkan ustaz atau ustazah. Sehingga, Baznas memetakan dan mengirimkan da’i untuk bisa menguatkan keimanan di sana. “Apa yang dilakukan Baznas lebih dalam konteks merespons dan melayani masuk Islam sesuai peraturan dan perundangan yang berlaku,” ungkap Arifin.

Pada prinsipnya, melalui MCB, program dilakukan dengan pembinaan dan pendampingan kepada mualaf sesuai tuntutan syariat Islam agar menjadi Muslim dan Muslimah Kaffah. Arifin menambahkan, penting bagi lembaga zakat mendalami program zakat mualaf untuk memahami problem yang terjadi dan memahami konsepsi strategi-strategi besar untuk membantu para mualaf.

Pemberdayaan Mualaf

Mualaf merupakan salah satu penerima zakat sebagaimana disebutkan dalam surah at-Taubah ayat 60. Pemberdayaan ekonomi mualaf merupakan fondasi selain yang utama, yaitu akidah yang tertanam di dada mereka.

Direktur Operasional Lazismu Pusat, Edi Suryanto, mengatakan, bagi mualaf, ada dua masalah yang sering dijumpai pada saat memutuskan untuk berpindah agama, yaitu pemahaman tentang Islam dan keadaan ekonomi. Lazismu memiliki program pembinaan mualaf yang biasanya bekerja sama dengan lembaga-lembaga dakwah khusus Persyarikatan Muhammadiyah.

“Memang core tugasnya ada di daerah-daerah terpencil untuk memberikan pencerahan kepada mereka para mualaf, dan adapun pemberian bantuan kepada para mualaf juga terus dilakukan oleh Lazismu dalam rangka menguatkan ekonomi mereka,” kata Edi. 

Pembinaan dilakukan dengan intensif di daerah 3 T dan daerah perkotaan. Khusus di perkotaan, Lazismu bekerja sama dengan komunitas mualaf. 

Mualaf di bawah enam bulan, terhitung sejak ikrar masuk Islam, diberikan santunan dalam rangka memberikan dukungan sosial dan psikologis. Hal itu sesuai kriteria penerima bantuan Lazismu. “Mualaf yang berkecukupan tidak menjadi prioritas penyaluran bantuan oleh Lazismu,” tambah Edi. 

Baca Juga:  Teradikalisasi Melalui Medsos, 1.200 WNI Gabung ISIS di Suriah dan Irak

Mualaf adalah salah satu golongan yang berhak menerima dana zakat, sehingga harus dibina dan diberdayakan agar keimanan dan ekonomi mereka lebih baik. Lazismu juga melakukan pemberdayaan ekonomi bagi mualaf. Hal ini seperti bantuan modal usaha lengkap dengan peralatan dan perlengkapan atau uang tunai untuk menjalankan usaha.

Program pemberdayaan ekonomi umat, termasuk mualaf bertujuan sebagai salah satu upaya mengentaskan kemiskinan mustahik. Melalui pemberdayaan kewirausahaan, mustahik diberikan pembinaan agar kondisi ekonomi mereka menjadi lebih baik.

Upaya pendampingan juga dilakukan dengan dakwah pemberdayaan agar kualitas keimanan dan keislaman mustahik terus meningkat. Diharapkan, pemberdayaan ekonomi ini juga dapat membuahkan hasil, dari awalnya menerima bantuan menjadi pemberi infak. 

Di masa pandemi Covid-19, mualaf yang terdampak juga tentu menjadi sasaran penerima manfaat. Terdapat kunjungan terhadap mualaf untuk mengetahui kondisi perkembangan para keluarga mualaf terutama terkait ekonomi yang terdampak pandemi.

Ini juga berlaku terhadap mualaf yang sebelumnya telah mendapat pendampingan dalam kurun waktu tertentu. Dari kunjungan tersebut akan diketahui keluarga yang memerlukan dukungan untuk bertahan hidup, yang selanjutnya akan dibantu jatah hidup oleh Lazismu.

Pada bulan Ramadhan, kegiatan santunan peduli dhuafa juga dilakukan Lazismu. Ada kegiatan yang disinergikan dengan program peduli yatim dan peduli guru mengaji serta program sebar takjil berbuka.  Ada pula Kado Ramadhan yang berasal dari dana zakat yang diharapkan benar-benar dapat dirasakan oleh para mustahikin dari dana umat.

Tim Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Lazismu juga memberikan bantuan seperti sembako untuk mualaf menjelang Ramadhan. Penyaluran bantuan itu diharapkan mampu memberikan semangat bagi mereka dalam menjalani ibadah di bulan Ramadhan. Kegiatan bantuan untuk mualaf dapat disesuaikan di sejumlah daerah, seperti halnya penggalangan dana untuk membangun masjid bagi suatu daerah, di mana warga yang menjadi mualaf kian meningkat.

Baca Juga:  Setelah Mualaf, Petarung MMA Ini Juga Nikah Ulang Secara Islam

OLEH SANTI SOPIA

Reporter Republika

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Kepala BNPT Komjen Pol Dr Boy Rafli Amar MH saat RDP dengan Komisi III DPR RI Rabu September

Anggota MIT Tambah Jadi 12 Orang, Kepala BNPT: Ada 17 Desa di Poso Penceramahnya Dukung Ali Kalora

Jakarta – Jumlah anggota kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang semua tinggal 6 orang, …

Komjen Boy Rafli Amar

BNPT Tanggapi Positif Peringatan Jepang Terkait Potensi Aksi Terorisme di Tempat Ibadah

Jakarta – Jepang mengeluarkan peringatan potensi ancaman terorisme di Indonesia dan lima negara ASEAN yaitu …