Inilah 4 Wanita yang Memberikan Pengaruh besar pada Nabi Musa As

Kata pepatah Arab “Di belakang laki-laki sukses ada perempuan hebat” . Pepatah ini nampaknya juga berlaku kepada Nabi Musa As sebagai salah satu nabi yang paling sering disinggung dalam Al Quran. Selain karena kisahnya yang begitu hebat dalam menghadapi imperium besar dunia kala itu, Firaun, Nabi Musa juga banyak memberikan kisah berharga melalui pengalaman penting dan luar biasa dalam hidupnya antara lain terbelahnya Laut Merah, perjumpaannya dengan Allah di Bukit Sina dan banyak cerita lainnya.

Nabi Musa juga mendapatkan wahyu dari Tuhan dengan kitab Taurat, salah satu kitab suci yang diwahyukan oleh Allah kepada Nabinya. Taurat sering juga disebut Suhuf  sebagaimana firman Allah dalam Alquran Surah Alqashash Ayat 38 “ Sesugguhnya ini adalah kitab pertama yaitu suhuf Ibrahmin dan Musa As.

Namun tidak banyak orang tahu di balik kisah megah Sang Nabi, terdapat wanita yang luar biasa. Siapa-siapa wanita hebat yang berada di belakang Nabi Musa As hingga ia begitu tangguh dan  perkasa.

1.   Mihyana binti Yashar bin Luway, Ibu kandung Mousa As

Alquran dan hadis tidak menyebutkan secara jelas nama ibu kandung nabi Musa As. Namun dalam satu riwayat menyebutkan bahwa ia bernama Mihyana binti Yashar bin Luway. Ia adalah wanita Mesir yang cantik, solehah dan beriman kepada Allah.

Keturunannya berasal dari keluarga besar Al Imran yang melahirkan beberapa nabi dari kalangan bani Israel. Mihyana adalah contoh perempuan yang penuh kasih sayang dan pandai memelihara rahasia. Ketika ia mengandung Musa, Firaun telah mengeluarkan suatu perintah keras kepada bala tentaranya agar mematai-matai setiap wanita bani Israel yang sedang mengandung dan membunuh bayinya jika bayi itu lak-laki. Firaun khawatir jika nantinya lahir generasi-generasi baru dari kalangan bani Israel yang akan menentang kekuasaannya sebagai orang yang paling berkuasa pada saat itu.

Baca juga : Perang yang diikuti oleh Rasulullah Saw selama hidupnya

Namun Mihyana konsisten menyembunyikan kehamilannya hingga akhirnya ia mendapat perintah dari Tuhan agar memasukkan anaknya ke dalam kotak jika nanti ia lahir dan mengalirkannya di sungai di samping rumahnya. Mihyana pun mengikuti perintah itu kemudian membiarkan kotak itu hanyut di atas sungai Nil hingga akhirnya sampai ke halaman istana Fir’aun. Dalam Alqur’an dikisahkan bahwa “ Sesungguhnya kami telah mewahyukan kepada Ibu Mousa agar menyusuinya dan menempatkannya di atas sungai” (QS. Alqisas 3-17)

2.   Maryam binti Imran, Saudari Mousa As

Maryam binti Imran, saudari kandung Musa As memiliki nama persis dengan nama ibunya Nabi Isa As, Maryam binti Imran. Setelah Musa dialirkan ke sungai, Ibunya memerintahkan kepada putrinya Maryam binti Imran agar mengikuti kemana kotak itu pergi. Setelah ia melihat sampai di hadapan istana, dan memperhatikan nasib saudaranya itu, ia turut membantu perintah istri Fir’aun untuk mencarikan seorang ibu yang dapat menyusuinya.

Iapun menunjukkan kepada pesuruh-pesuruh Fir’aun untuk mendatangi seorang ibu di daerahnya. Setelah menemukan beberapa ibu-ibu merekapun  mengajaknya ke Istana untuk menjadi peserta yang akan diseleksi nantinya kepada siapa Musa akan menyusui nanti. Dalam Alquran dikisahkan bahwa “ Janganlah engkau bersedih dan khawatir karena kami akan mengembalikan kepadamu dan menjadikannya sebagai seorang Rasul (QS. Alqisas 3-17)

3.   Asia binti Mazahim, Istri Fir’aun

Asia binti Mazahim, Istri fir’aun, adalah salah satu contoh perempuan yang memiliki prinsip dan harapan yang kokoh. Ia seorang wanita cantik berada di samping penguasa yang memberi pengaruh kepada dunia kala itu. Akan tetapi ia adalah wanita yang konsisten beriman kepada Allah meskipun ia berada di tengah-tengah kekuasaan dan harta yang melimpah.

Hatinya yang bersih dan suci mampu mengarahkan kebijakan suaminya agar tidak berlaku dzalim kepada anak yang ditemukan di pinggir sungai Nil. Asia mengusulkan kepada suaminya agar mengambilnya dan memeliharanya dan kelak menjadi anak yang berguna bagi kami sebagaiman dikisahkan dalam Alqur’an “ Semoga nantinya menjadi orang yang bermanfaat bagi kita atau kita mengambilnya sebagai anak” (Qs Alqisas 9)

Ia pun memberi perhatian kepada Musa dan mencarikan orang yang dapat menyusuainya dan akhirnya juga menemukan ibu kandung Musa As.

4.  Safurai bin Syuaib, putri nabi Syuaib As

Nabi Syuaib As memiliki dua putri cantik nan jelita yang setia membantu ayahnya yang sudah tua untuk memberi minum ternak-ternaknya. Suatu ketika kedua putri Syuaib itu mendatangi sebuah sumur di padang sahara, keduanya berdiri lama menunggu orang-orang yang sedang menimba air di sumur itu. 

Kedua putri Syuaib tidak ingin berdesak-desakan di kerumunan laki-laki yang sedang memperebutkan akhir. Musa yang sedang dalam perjalanan saat itu, melihat nasib kedua wanita cantik itu berdiri lama, ia pun mendekati dan menawarkan jasa untuk mendapatkan air minum. Setelah kedua putrinya kembali ke ayahnya, ia bertanya kenapa engkau hari ini begitu cepat kembali ke rumah, lalu kedua putri itu menceritakan bahwa seorang pemuda perkasa yang telah membantunya.

Lalu ayahnya meminta kepada kedua putrinya agar memanggil orang itu. Setelah Mousa menghadap, Nabi Syuaib pun menawarkannya agar menikahi dan memilih antara kedua putrinya itu dengan mahar membantunya bercocok tanam dalam tempo waktu tertentu. Musa pun setuju dan menikahi salah satu putri Nabi Syuaib As.

Comment

LEAVE A COMMENT