Masjid Radikal yang Dirobohkan oleh Rasulullah

Beberapa hari ini kita disibukkan dengan pemberitaan tentang masjid radikal. Pertanyaannya, apa ada masjid radikal yang mengajarkan nilai yang dapat memecah belah umat? Jangan asal nuduh! Bukan masjidnya yang radikal bisa jadi penceramahnya yang tidak memenuhi standar keilmuan sehingga mudah mengkafirkan dan memecahbelah umat.

Sampai pernyataan ini mungkin kita agak sepakat dan reda bahwa masjid tersebut ditunggangi oleh pihak dan oknum tertentu untuk digunakan menyebarkan pesan dan ajaran radikal penuh kebencian, hasutan dan perpecahan. Artinya, umat Islam pun sebenarnya tidak bisa emosional dengan adanya fakta bahwa banyak masjid dimanfaatkan dengan kepentingan salah.

Bukan hanya saat ini, sejak zaman Rasul ternyata ada masjid yang dimanfaatkan untuk menyebarkan kekufuran, mengadu domba dan memecah persatuan umat Islam. Bahkan masjid ini memang sengaja didirikan untuk kepentingan jelek tersebut. Adanya masjid radikal seperti itu bukan sesuatu yang harus disembunyikan, justru umat Islam harus wasapda.

Qur’an merekam kejadian tersebut dalam Surat At-Taubah ayat 107 dan 110 dengan menyebutnya sebagai masjid dhirar.

وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مَسْجِدًا ضِرَارًا وَكُفْرًا وَتَفْرِيقًا بَيْنَ الْمُؤْمِنِينَ وَإِرْصَادًا لِمَنْ حَارَبَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ مِنْ قَبْلُ ۚ وَلَيَحْلِفُنَّ إِنْ أَرَدْنَا إِلَّا الْحُسْنَىٰ ۖ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ

Artinya : Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka Sesungguhnya bersumpah: "Kami tidak menghendaki selain kebaikan". Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya). (QS: at-Taubah : 107)

Dikatakan masjid dhirar karena niat dan praktek aktifitas di masjid ini memang menimbulkan kemudharatan bagi umat Islam, sehingga Nabi melarang shalat di tempat tersebut, bahkan memerintahkan untuk merobohkannya. Masjid radikal atau dhirar ini memang sengaja didirikan untuk memecah belah persatuan umat Islam.

Baca juga : Ladang Jihad Generasi Muda

Masjid ini didirikan berdekatan dengan masjid Quba, masjid pertama yang dididirikan oleh Rasulullah. Inisiator pendirian masjid radikal atau dhirar ini adalah Abu Amir Ar-Rahib dari Kabila Khazraj. Ia termasuk orang dari masyarakay Madinah yang berkhianat dan bergabung dengan orang kafir Makkah dan membujuk untuk memerangi Rasul.

Masjid ini dibangun di saat Rasullah hendak pergi ke medan tabuk. Mereka memohon kepada Rasul agar shalat di masjid tersebut dengan harapan sebagai legitimasi kedudukan posisi masjid tersebut. Mereka beralasan masjid ini dibangun bagi orang-orang lemah dari kalangan mereka yang berhalangan di malam yang sangat dingin.  Tapi Allah memelihara Nabi untuk tidak shalat di masjid tersebut. Nabi menjawab “sesungguhnya kami sedang dalam perjalanan. Tetapi jika kembali isyallah”.

Ketika dalam perjalanan kembali ke Madinah dari medan tabuk dengan jarak tinggal sehari lagi malaikat Jibril dengan berita keberadaan dan bahasaya masjid dhirar dan niat para pembangunnya untuk menyebarkan kekufuran dan memecahbelah persatuan umat Islam. Masjid ini dibangun untuk menyaingi masjid kaum muslimin yang dibangun dilandasan takwa. Dalam al-Qur’an :

لَا تَقُمْ فِيهِ أَبَدًا ۚ لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِ ۚ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُوا ۚ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ

Artinya : Janganlah kamu bersembahyang dalam mesjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar takwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. Di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih. (QS: at-Taubah : 108).

Keberadaan masjid dhirar atau radikal ini sudah ada sejak masa Nabi. Nabi pun dengan ditegas memerintahkan untuk merobohkan masjid tersebut. Konon, lokasi bangunan masjid Dhirar dijadikan tempat pembuangan sampah dan bangkai binatang. Demikian riwayat akhir dari masjid yang didirikan hanya untuk memperlemah Islam dan memecah belah kaum muslimin.

Apakah masjid radikal atau masjid dhirar saat ini masih ada? Selama masjid tersebut dibangun dan dikelola dengan aktifitas yang dapat memecah belah umat, menyebarkan kebencian, permusuhan sesama umat, tentu saja masjid itu perlu diwaspadai. Masjid seperti itu jelas akan memicu perpecahan dan permusuhan sesama muslim. 

Waspadalah terhadap keberadaan masjid dhirar atau radikal. Nabi sangat tegas melarang untuk tidak shalat di dalamnya karena akan terpengaruh fitnah, hasutan, kebencian dan permusuhan. 

Comment

LEAVE A COMMENT