siti sarah
ilustrasi siti sarah

Siti Sarah : Wanita Tercantik Sepanjang Masa

Siti Sarah, istri Nabi Ibrahim diabadikan dalam al Qur’an surat al Hud ayat 71-72. Dalam Tafsir al Wasith li Thanthawi ditulis silsilah leluhurnya, Sarah binti Haran bin Nahur bin Syarj bin Ra’au, bin Falikh. Sarah masih kerabat dekat Nabi Ibrahim. Sarah adalah anak paman Nabi Ibrahim. Keterangan yang sama juga tertulis dalam Tafsir al Thabari.

Sarah sangat termasyhur dengan kecantikannya. Ia wanita paling cantik setelah Siti Hawa istri Nabi Adam. Salah satu buktinya, ketika dibawa Suaminya ke Mesir, raja Mesir yang bernama Amr bin Amru al Qais bin Mailun adalah seorang tipe raja yang suka berfoya-foya dan senang bermain wanita. Apabila ada wanita cantik yang dia inginkan harus terpenuhi dengan segala cara. Bahkan, bila bersuami akan dipaksa untuk bercerai.

Tak ayal, setibanya Nabi Ibrahim dan Siti Sarah di kota Mesir, perbincangan ramai seputar Siti Sarah yang memiliki paras cantik jelita tiada Tara. Begitu juga raja, mabuk kepayang setelah menyaksikan kecantikannya . Dengan cara paksa, raja berusaha menodai Siti Sarah dengan segala upaya, namun Allah menjaganya sehingga tidak terjamah oleh raja kafir yang lalim tersebut.

Kecantikan Siti Sarah direkam oleh Imam Sayuthi dalam kitabnya Al Dur al Mantsur fi al Tafsir bi al Ma’tsur (8/244), Ibnu ‘Asakir mengutip riwayat Ibnu Abbas mengatakan, “Allah membagi kecantikan dan ketampanan menjadi sepuluh bagian. Tiga bagian diberikan kepada Siti Hawa‘, tiga bagian lagi untuk Siti Sarah, dan tiga bagian lagi untuk ketampanan Nabi Yusuf. Lalu satu sisanya dibagi-bagi untuk semua makhluk. Siti Sarah adalah wanita tercantik di dunia sepanjang masa”.

Sarah tidak hanya terkenal cantik fisik, tapi juga akhlak dan budi pekertinya sangat mulia. Ia, wanita tangguh yang menyokong perjuangan dakwah suaminya sebagai Nabi untuk menyampaikan misi kenabiannya. Jalan berliku penuh derita bisa dihadapi dalam tekadnya mendampingi suami tercinta, Nabi Ibrahim.

Baca Juga:  Mengenal Syech Muhammad Mutawalli Sya’rawi Tokoh Mufassir di Abad Moderen

Ujian dan cobaan yang datang silih berganti tidak pernah sedikitpun membuat dirinya berkeluh kesah. Tetap tegar kokoh berdiri seperti batu karang yang menjulang tak goyah diterjang ombak.

Inilah sosok Siti Sarah, yang namanya selalu harus disebut sepanjang masa bersama suaminya, Nabi Ibrahim, juga madunya Siti Hajar, Isma’il dan Ishaq. Terutama saat hari raya Idul Adha, gaung keharuman nama-nama pejuang Allah akan hadir dalam kenangan umat Islam.

Terutama Siti Sarah, seorang wanita cantik jelita yang memiliki akhlak mulia. Ia adalah prototipe wanita shalihah yang sekalipun memiliki wajah begitu cantik namun tidak sombong, tidak manja, tidak mengeluh karena terpaan cobaan duniawi, dan selalu mengedepankan perjuangan di jalan Allah di atas segalanya.

Bagikan Artikel ini:

About Faizatul Ummah

Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo

Check Also

doa sebelum dan sesudah Wudhu

Wudhu di Kamar Mandi Plus WC; Bolehkah Membaca Doa Sebelum dan Sesudah Wudhu?

Menjadi kelaziman, saat ini kamar mandi didesain lengkap dengan sarana untuk buang hajat. Kamar mandi …

balita muntah

Balita Muntah Terkena Pakaian, Apakah Najis?

Muntah (qai’) adalah keluarnya makanan secara paksa dari perut melalui tenggorokan. Pada umumnya keluar dari …