Rumah Ibadah
Rumah Ibadah

Tafsir Al-Haj 39-40 : Larangan Merusak dan Perintah Melindungi Rumah Ibadah

Aksi Vandalisme yang dilakukan oleh Satrio Katon Nugroho terhadap Mushalla Darussalam di Tangerang telah membuka fakta adanya syaitan berwujud manusia. Kalaupun disinyalir ia telah mendapatkan legitimasi dari sang guru di YouTube, maka gurunya tentulah syaitan yang lebih pintar.

Paragraf ini mewakili beberapa pendapat ulama tafsir ketika mengungkap identitas sejati mereka yang berani merusak rumah ibadah. Entah itu masjid, sinagog, pura, gereja maupun rumah ibadah yang lain.

Terutama dalam agama Islam, tindakan merusak rumah ibadah mendapat kecaman dari Allah melalui wahyu yang diturunkan kepada utusannya yang terakhir, baginda Nabi Muhammad.

Allah berfirman, “Telah dizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu; (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: “Tuhan kami hanyalah Allah”. Dan sekiranya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang-orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa”. (QS. Al Hajj: 39-40).

Menafsirkan ayat ini, Ibnu Abbas mengatakan, bahwa semua rumah ibadah dilindungi. Seperti monastri yang menjadi tempat tinggal para pendeta, sinagog sebagai tempat ibadah orang Yahudi, gereja tempat ibadah orang Kristen dan masjid yang menjadi tempat ibadah umat Islam.

Al Qurthubi dalam tafsirnya menjelaskan, melalui ayat di atas Rasulullah diperintahkan untuk melindungi rumah ibadah-rumah ibadah seluruh pemeluk agama. Para Nabi dan penyembah Tuhan memerangi musuh-musuhnya. Sedangkan kaum politeis memiliki misi merusak rumah ibadah-rumah ibadah yang dibangun oleh pemeluk-pemeluk agama.

Baca Juga:  Para Mawali Pada Masa Dinasti Umayyah

Demikian juga penegasan Muqatil Ibnu Sulaiman dalam tafsirnya yang menyatakan bahwa seluruh pemeluk agama atau keyakinan memuji Allah di rumah ibadah mereka masing-masing. Oleh karena itu, semuanya harus dijaga dan dilindungi.

Penafsiran-penafsiran di atas sesuai dengan praktek yang dijalankan oleh Nabi. Sejarah mencatat, pada era Nabi di Madinah, kaum Yahudi memiliki tempat ibadah yang disebut Sinagog. Selain itu, mereka juga memiliki pusat studi yang bernama Bait al Midras. Keduanya, dibiarkan hidup dan berkembang oleh Nabi serta dilindungi keberadaannya.

Jika dalam kondisi perang saja, seluruh rumah umat beragama harus dilindungi, dijaga dan tidak boleh dirusak apalagi dalam kondisi damai. Teladan berbagai sirah Sahabat telah memperlihatkan bagaimana mereka sangat menghormati rumah ibadah umat lain. Rumah ibadah bagian dari tempat ekspresi keyakinan umat untuk mendekatkan diri kepada Allah. Merusakn rumah ibadah sama halnya mengusik kemurkaan Allah.

Salah satu bukti yang menunjukkan bahwa agama Islam melarang merusak rumah ibadah-rumah ibadah pelbagai agama adalah surat yang dikirim oleh Nabi kepada penganut Kristiani di Monastri Saint Catherine di pegunungan Sinai, Mesir. Diantara item surat Baginda Nabi tersebut melarang siapapun untuk merusak, menghancurkan dan mengambil  sesuatu dari tempat ibadah mereka untuk dibawa ke tempat ibadah umat Islam. Bagi yang membangkang maka telah merusak perjanjian dengan Allah dan Rasul-Nya.

Dari uraian ini seluruhnya, jelas memberikan penegasan bahwa merusak rumah ibadah agama apapun sangat dilarang dalam agama Islam. Apalagi jika seorang muslim justru merusak tempat ibadahnya sendiri. Anehnya lagi, aksi vandalisme yang dilakukan oleh Satrio Katon Nugroho merupakan sesuatu yang dianggap sah.

Sehingga bila menyimak penjelasan ulama tafsir di atas, bila tidak kerasukan syaitan, atau berguru kepada penganut syaitan, tentu tidak akan melakukan perbuatan biadab dan tak bermoral tersebut. Karena sudah jelas melawan perintah Allah dan tidak sesuai dengan suri tauladan Rasulullah.

Bagikan Artikel

About Faizatul Ummah

Faizatul Ummah
Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo