tafsir sufi
tafsir

Tafsir Sufi sebagai Ragam Penafsiran al-Qur’an

Kata sufi merupakan bentuk mufrodat bahasa arab yang diambil dari kata “shuf” yang berarti bulu domba. Maksudnya, para ahli sufi seringkali memakai pakaian yang terbuat dari kulit bulu domba yang kasar sebagai cerminan kezuhudan mereka. Sufi diambil pula dari kata “suffah” yang berarti sudut masjid yang digunakan para sahabat untuk tempat tinggal. Kata “shaf”, bermakna barisan salat, yang dimaksud dalam hal ini adalah barisan paling depan dihadapan Allah. Kata “Shafwah”, bermakna orang-orang pilihan Allah.

Corak tafsir sufi adalah cara penafsiran al-Qur’an yang mengarah pada pemahaman tasawuf. Sehingga hasil penafsirannya sedikit berbeda dengan makna tekstualnya, yakni berupa isyarat-isyarat yang hanya bisa diungkapkan oleh para ahli tasawuf. Menurut Ibnu Arabi, penafsiran terhadap kekuatan lahir menghasilkan aspek syariah, sedangkan penafsiran dengan kekuatan batin menghasilkan makna tasawuf. Namun dalam penafsiran keduanya, bisa juga terdapat gabungan-gabungan antar kedua aspek penafsiran tersebut.

Ada dua klasifikasi tafsir sufi, yaitu tafsir sufi nazari dan Tafsir sufi ishari.

1. Tafsir sufi nazari

Tafsir sufi nazari merupakan penafsiran yang berpedoman pada teori ilmu filsafat ketuhanan (teosofis). Tafsir sufi dibangun atas dasar tujuan untuk memperkokoh teori-teori mistis yang dianut oleh para ahli tafsir. Tokoh dalam tafsir nazari ini adalah Muhyiddin Ibn al-‘Arabi yang mengarang kitab Futuhat al-Makkiyah.

2. Tafsir sufi isyari

Adalah penafsiran yang berusaha menakwilkan ayat-ayat al-Qur’an dengan makna tersembunyi yang mengandung isyarat dan tidak sesuai dengan makna dhohirnya. Akan tetapi, isyarat-isyarat yang disampaikan dengan makna lahir sebagaimana dijelaskan, kemungkinan terjadi adanya kesesuaian didalamnya. Menurut kaum sufi, disetiap makna dhahir terdapat makna batin, dan anggapan mereka tentang makna batin itu sangat penting.

Alhasil, penafsiran corak sufi tidak menjelaskan ayat al-Qur’an dengan analisis makna secara harfiyah dhahir saja, akan tetapi lebih kepada soal pesan tersirat ayat al-Qur’an yang disampaikan dengan bentuk simbol lain, atau dikenal dengan tafsir isy’ari. Contoh penafsiran karya Sahl a-Tustari yang mengarang kitab Tafsir al-Qur’an al-Adhim, Haqaiq al-Tafsir karya Abu Abdul Rahman al-Sulami, Ruh al-Ma’ani karya al-Alusi.

Megenai karakteristik tafsir sufi, ada perbedaan yang mendasar antara tafsir sufi nazari dan isy’ari. Pertama, tafsir sufi nazari merupakan tafsir yang dibuat atas dasar pengetahuan  tentang risalah keilmuan sebelumnya yang dimiliki oleh paa sufi, kemudian dijadikan landasan bagi penafsiran al-Qur’an. Adapun tafsir sufi isy’ari, merupakan penafsiran yang didasarkan pada ketulusan hati para sufi yang telah mencapai derajat sehingga mampu menyingkap makna yang tersirat dalam al-Qur’an. Bukan didasarkan pada pengetahuan sebelumnya.

Kedua, Seorang penafsir dalam Tafsir sufi nazari berargumen bahwa ayat-ayat al-Qur’an memiliki makna khusus, bukan makna lain dibalik ayat. Sedangkan asumsi dalam tafsir sufi isy’ari, ayat-ayat al-Qur’an mempunyai makna lain dibalik makna lahir. Kesimpulan tafsir ini, dalam setiap ayat al-Qur’an ada dua makna, yakni makna lahir dan batin.

Ada beberapa ulama tafsir yang berpandangan bahwa dalam corak tafsir sufi, banyak terdapat penyimpangan dan kesalahan. Tafsir ini bisa diterima apabila seorang mufassir tersebut harus memiliki syarat-syarat, yaitu, tidak bersebarangan dengan makna lahiriyah, hasil penafsiran dapat dikuatkan dengan bukti dalil syara’ dan akal, dan tidak ada justifikasi penafsir dalam penafsirannya yang paling benar. Pada kesimpulan terakhir bahwa tafsir sufi merupakan sebuah ragam penafsiran al-Qur’an yang berperan untuk membuka makna batin dalam al-Qur’an.

 

Bagikan Artikel ini:

About Hanik As'adah

Ketua Umum Kohati HMI Komisariat Iqbal 2021-2022, Mahasiswi Jurusan Ilmu al-Qur’an dan Tafsir UIN Walisongo Semarang

Check Also

mariam al ijliya

Mariam Al-Ijliya: Astronom Muslimah di Balik Astrolab

Zaman yang semakin maju dan berkembang mengantarkan manusia untuk terus melakukan perubahan sesuai masanya. Zaman …

escortescort