manfaat judi
manfaat judi

Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 219: Judi Bermanfaat bagi Manusia?

Perjudian (maisir) sangat dilarang oleh Al-Qur’an. Namun demikian, dalam kenyataannya, praktek perjudian selalu ada dari masa ke masa, bahkan dari bentuknya yang sederhana sampai bentuknya yang kompleks. Pelarangan judi dalam Al-Qur’an tertuang dalam tiga ayat yaitu: QS. Al Baqarah: 219, QS. Al Maidah ayat 90, dan 91. Dari ketiga ayat tersebut dijelaskan bahwa perjudian (maisir) memberikan manfaat kepada manusia, akan tetapi madharatnya jauh lebih besar.

Hal ini sangat relevan dengan sudut pandang perekonomian. Judi tidak meningkatkan pertumbuhan ekonomi, karena tidak menghasilkan output, yang terjadi hanya lah perpindahan uang dan barang antar individu. Judi juga tidak menumbuhkan produktivitas, yang ada hanya penghabisan tenaga dan waktu para pelakunya secara sia-sia, bahkan judi bisa disebut sebagai killing time. Dalam konteks negara, maka ativitas perjudian, secara agregat sangat mengurangi pendapatan nasional, bukan sebaliknya.

Pengertian Maisir (Judi)

Kata judi pada umumnya disamakan dengan al-maisir, kata maisir berasal dari akar kata al-yasr yang berarti “wajibnya sesuatu bagi pemiliknya”. Akar kata yang lain al-yasar yang berarti kekayaan juga berasal dari kata al-yusr yang berarti muda. Maisir secara harfiah bermakna mendapatkan sesuatu atau keuntungan dengan sangat mudah tanpa bekerja keras. Sesuatu hal yang mengandung unsur judi, permainan berisiko atau taruhan.

Dalam al-Quran Istilah lain yang digunakan adalah kata azlamyang berarti praktek perjudian. Senada dengan makna di atas maisir adalah bentuk permainan yang menempatkan salah satu pihak harus menanggung beban pihak lain akibat permainan tersebut. Beberapa makna yang terkandung dalam kata Maisir di antaranya, yakni: lunak, tunduk, mudah, keharusan, kaya, membagi-bagi, dan lain-lain. Ada juga yang mengatakan bahwa kata maisir berasal dari kata yasara berarti keharusan. Keharusan bagi seseorang yang kalah dalam berjudi untuk menyerahkan yang dipertaruhkan kepada pihak pemenang. Ada yang mengatakan bahwa al-maisir, berasal dari kata yusrun yang berarti mudah. Bahwa maisir atau judi merupakan upaya dan cara untuk mendapatkan rezeki dengan mudah, tanpa susah payah.

Baca Juga:  Tafsir Surah al-Ankabut ayat 64: Sudah Benarkah Pemahaman Kita Tentang “Dunia Hanya Permainan”?

Adapun secara terminologi, Judi adalah segala bentuk permainan dengan menggunakan pertaruhan (uang, barang, dan lain-lain), yang kalah harus membayar kepada yang menang. Secara lebih terperinci, Hamidi menjelaskan bahwa judi dapat dimaknai sebagai perpindahan properti melalui peluang atau untung-untungan. Dalam hal ini, ada tiga elemen pokok yang mendasari permainan judi yaitu: Pertama, Menempatkan uang atau sesuatu yang bernilai karena taruhan. Kedua, Melibatkan sampai tingkat tertentu peluang yang terjadi secara acak yang mungkin dihitung atau tidak. Ketiga, Hadiah yang diperebutkan berasal dari Sebagian uang atau barang yang dijadikan sebagai taruhan.

Pelarangan Maisir (Judi) Dalam Al-Qur’an

Terdapat tiga ayat dalam Al-Qur’an yang menjelaskan tentang maisir yaitu QS. Al Baqarah: 219, QS. Al Maidah ayat 90 dan QS. Al Maidah ayat 91. Berikut adalah kutipan dari ketiga ayat tersebut:

  1. QS. Al-Baqarah ayat 219:

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ ۖ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِنْ نَفْعِهِمَا ۗ وَيَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ قُلِ الْعَفْوَ ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ

“Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan”. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir.”

  1. QS. Al-Maidah ayat 90:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.”

  1. QS. Al-Maidah ayat 91:
Baca Juga:  Tafsir Ahkam Al Baqarah 183-187 (2) : Sakit dan Perjalanan yang Membolehkan Tidak Berpuasa

إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ ۖ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ

“Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang, maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).”

Manfaat Dan Mudharat Maisir (Judi)

Berdasar pada QS. Al-Baqarah: 219, disebutkan bahwa di dalam perjudian ada manfaat dan madharat, akan tetapi madharatnya lebih besar dari manfaatnya, maka hal ini juga selaras dengan analisis dalam perekonomian. Disebutkan bahwa maisir/judi memiliki manfaat dan mudharat.

Manfaat Dari Perjudian

Pertama, Peningkatan ekonomi, tempat perjudian wajib membayar pajak kepada negara, maka secara otomatis akan meningkatkan pendapatan negara. Selain itu dibukanya tempat perjudian akan mendatangkan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Dibukanya tempat perjudian akan membuka lowongan pekerjaan, berakibat pada penurunan angka pengangguran.

Kedua, Pendapatan keluarga, apabila ada seorang anggota keluarga yang bisa bermain judi secara professional dan mahir, serta dia sukses secara ekonomi. Pasti pendapatan keluarga tersebut juga akan meningkat.

Ketiga, Hiburan, dengan dilegalkannya perjudian, maka ini akan menjadi tempat hiburan yang sebenarnya, dan menghilangkan stress serta kecemasan.

Mudharat Dari Maisir (Judi)

Pertama, Masalah keuangan, permainan judi dilakukan dengan mempertaruhkan sejumlah dana yang cukup besar, karena permainan ini sifatnya untung-untungan dan sangat berisiko, mereka yang tidak beruntung akan kehilangan semua dananya. Herannya lagi mereka yang sudah kalah tidak menyerah untuk mencoba keberuntungan itu, akibatnya jika tetap tidak beruntung maka kerugian yang ditanggung sangat besar.

Kedua, Ketergantungan/Kecanduan, permainan judi memberikan efek ketergantungan, seperti meminum alkohol. Apalagi bagi mereka yang sudah pernah menang. Bermain judi membuat si pemain ketagihan, dan parahnya lagi mereka sangat yakin bahwa suatu saat mereka pasti akan menang walaupun sudah pernah kalah dan kehilangan semua hartanya.

Baca Juga:  Dalil Toleransi Beragama dalam Al Qur'an : Kemajemukan adalah Kehendak Ilahi

Ketiga, Tingkat Kejahatan, di daerah yang banyak permainan judinya, biasanya tingkat kejahatannya juga meningkat. Pemain yang kalah karena frustasi mereka akan memberikan efek domino kejahatan kejahatan lain di sekitarnya. Pemain yang menang akan berusaha menyuap aparat atau pemerintah untuk melegalkan permainan judi di daerahnya.

Dari beberapa dampak manfaat dan mudharat dari perjudian di atas, jika dianalisis lebih jauh, maka akan tampak bahwa banyak mudharatnya dibanding manfaatnya, sejatinya madharat dari maisir/judi lebih besar. Adapun manfaat maisir adalah mamacu pertumbuhan ekonomi, atau dengan kata lain industri perjudian merupakan sektor yang menguntungkan bagi pemerintah, karena melalui sektor ini pajak bisa didapatkan dengan mudah, bisa menyediakan lapangan pekerjaan, dan secara umum meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Akan tetapi hal ini, dalam pandangan Paul Samuelson dalam buku Luthfi Hamidi disebutkan bahwa maisir/judi sebenarnya tidak meningkatkan pertumbuhan ekonomi, karena judi tidak menghasilkan output, yang terjadi hanya perpindahan uang dan barang antar individu. Kritiknya judi hanya menghabiskan tenaga dan waktu, bahkan jika judi dimaksudkan untuk menghabiskan waktu (killing time) maka aktivitas ini secara agregat mengurangi pendapatan nasional.

Bagikan Artikel ini:

About Ahmad Syah Alfarabi

Avatar of Ahmad Syah Alfarabi

Check Also

azzumardi azra

Gagasan Pemikiran Azyumardi Azra dalam Pendidikan Pesantren

Ketua Dewan Pers Azyumardi Azra meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit Serdang, Selangor, Malaysia pada …

adab di dalam masjid

Kenali 6 Adab di dalam Masjid

Penulis akan menyampaikan mengenai tema tentang adab-adab yang harus kita jaga dan lakukan terhadap tempat …