tafsir surat al-ahzab
tafsir surat al-ahzab

Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 26-27: Faedah Perumpamaan dalam Al-Quran

Pada ayat-ayat yang lalu, Allah mengumpamakan kaum munafik seperti orang yang menyalakan api (Q.S. al-Baqarah: 17) dan seperti orang yang ditimpa hujan lebat (al-Baqarah: 19). Kali ini kita akan membahas faedahnya.

Dalam surah al-Baqarah ayat 26 dan 27 ini, mengisyaratkan bahwa ada sesuatu yang Allah lakukan. Allah Swt. tidak malu mengumpamakan orang munafik seperti nyamuk atau yang lebih kecil dari itu.  

Allah Swt. berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْيِي أَنْ يَضْرِبَ مَثَلًا مَا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا ۚ فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ ۖ وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَيَقُولُونَ مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَٰذَا مَثَلًا ۘ يُضِلُّ بِهِ كَثِيرًا وَيَهْدِي بِهِ كَثِيرًا ۚ وَمَا يُضِلُّ بِهِ إِلَّا الْفَاسِقِينَ

“Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: “Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?”. Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik” [Q.S. al-Baqarah: 26]

Lafadz  يَسْتَحْيِي , para Imam Qiraat membaca dengan dua huruf ya’ . Sedangkan Ibnu Katsir membaca hanya dengan satu ya’, menjadi يَسْتَحِي . Bacaan dengan satu ya’ ini juga merupakan logat dari Bani Tamim.

Ṭāhir Ibn ‘Āsyur menganggap ayat di atas beda implikasinya secara lahiriah dengan ayat sebelumnya. Namun, ia menguatkan dengan pendapat lebih mendalam. Pada tulisan-tulisan sebelumnya, ada upaya dari orang-orang munafik untuk menghancurkan Islam dari dalam.

Mengutip pendapat Ibn ‘Āsyur bahwa orang-orang munnafik itu semakin menjadi-jadi. Mereka terlalu kritis terhadap Alquran dengan menggali kelemahan kandungan Alquran, antara lain yang bertautan dengan perumpamaan-perumpamaan Alquran. 

Baca Juga:  Tafsir QS. al-Fathir Ayat 32: Tiga Golongan Manusia dalam Mengamalkan Alquran

Hamka dalam tafsir “al-Azhār”, menjelaskan ayat ini bahwa orang kafir atau munafik itu mencari-cari topik atau bahan bantahan kepada Nabi Saw. Allah pernah mengumpamakan orang yang mempersekutukan-Nya dengan yang lain, adalah seperti laba-laba membuat sarang. Perumpamaan ini dalam Alquran Surah al-Ankabūt ayat 41 yang maknanya sebagai berikut:

“Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui”. [Q.S. al-Ankabūt: 41]

Hal ini juga sama dalam pendapat yang diriwayatkan oleh ‘Abd ar-Razzāq dari Ma’mar, dari Qatadah; ketika Allah menyebutkan laba-laba dan lalat dalam perumpamaan yang dibuat-Nya, maka orang-orang musyrik berkata, “Apa hubungannya laba-laba dan lalat disebutkan?”. Lalu Allah menurunkan ayat 26 dari surah al-Baqarah ini.

Faedah Perumpamaan dalam Al-Quran

Kalāmullah selanjutnya:

الَّذِينَ يَنْقُضُونَ عَهْدَ اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مِيثَاقِهِ وَيَقْطَعُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَنْ يُوصَلَ وَيُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

“(yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.” [Q.S. al-Baqarah: 27]

Dalam kitab al-Jāmi’ Li Aḥkām Alquran, al-Qurṭubi menyebutkan perjanjian yang dimaksud ayat ke-27 ini yaitu wasiat Allah kepada makhluk-Nya, perintah-Nya kepada mereka agar taat kepada-Nya dan larangan-Nya dari melakukan kemaksiatan terhadap-Nya yang termaktub dalam kitab-kitab-Nya serta disampaikan oleh para Rasul-Rasul-Nya. Pelanggaran mereka adalah tidak mengamalkan semua itu.

Dua ayat dari surah al-Baqarah di atas, kenapa Allah membuat perumpamaan-perumpamaan ?. Ada hal apa yang bisa kita ambil dari perumpamaan-perumpamaan itu ?. Mari kita ambil faedah-faedah perumpamaan dalam Alquran.

Baca Juga:  Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 37-38: Taubatnya Adam dan Ultimatum Allah

Pertama, mengutip Wahbah Zuhaily dalam Tafsīr al-Munīr-nya, Allah Yang Maha Bijaksana melakukan apa yang mengandung kemaslahatan dengan menciptakan perumpamaan dalam hal-hal besar atau yang sepele sesuai kondisinya. Jika persoalannya besar (misalnya: kebenaran dan keislaman), Allah mengumpamakannya berupa cahaya dan sinar.

Kedua, jika persoalannya hina dan sepele (misalnya: kesesatan, ekstremisme), Allah membuat perumpamaan dengan sesuatu yang serupa dengannya dalam hal ketiadaan manfaatnya, seperti: lalat, nyamuk, dan laba-laba.

Faedah yang dapat kita ambil adalah supaya kita dalam menjalankan syariat Islam dengan menerapkan prinsip kemaslahatan. Dan menjauh dari sifat-sifat kesesatan ekstremisme dalam berislam. Jadi, pilihannya anda mau diumpamakan Allah di kategori maslahat atau diumpamakan Allah di kategori yang sesat ?.  

Bagikan Artikel ini:

About Mubarok ibn al-Bashari

Avatar of Mubarok ibn al-Bashari
Mahasiswa Pasca Sarjana UNUSIA

Check Also

palestina israel

Tafsir Surah al-Isra’ Ayat 4-5: Kezaliman Bani Israel dan Janji Allah Bagi Palestina

Peristiwa yang sangat tidak manusiawi terjadi kepada saudara-saudara kita di Palestina. Di saat melaksanakan kekhusyukan …

tafsir surat al-ahzab

Jika Salah Tafsir Surah al-Fath Ayat 29: Keraslah Terhadap Sifat Kafir

Surah al-Fath turun saat peristiwa Perjanjian Hudaibiyah. Perjanjian Hudaibiyah merupakan peristiwa yang begitu fenomenal. Dimana …