palestina israel
palestina israel

Tafsir Surah al-Isra’ Ayat 4-5: Kezaliman Bani Israel dan Janji Allah Bagi Palestina

Peristiwa yang sangat tidak manusiawi terjadi kepada saudara-saudara kita di Palestina. Di saat melaksanakan kekhusyukan malam bulan ramadhan yang penuh rahmat, mereka terganggu oleh orang-orang Israel. Kejadian tersebut dikutuk oleh publik, mengingat rentetan kezaliman Israel (Yahudi) yang tiada hentinya.

Hal ini sebagai gambaran firman Allah dalam Alquran surah al-Isrā’ ayat empat sampai lima. Allah SWT berfirman:

وَقَضَيْنَا إِلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ فِي الْكِتَابِ لَتُفْسِدُنَّ فِي الْأَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيرًا

“Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar”. [Q.S. al-Isrā’: 4]

Dari ayat diatas, sebaiknya kita melihat sejarah Bani Israil yang memang sudah digariskan oleh Allah untuk berbuat maksiat dan kerusakan di muka bumi. Wahbah Zuhaily dalam tafsirnya, bahwa Allah telah mewahyukan kitab Taurat kepada Nabi Musa a.s. untuk disampaikan kepada Bani Israil. Isi dari Taurat itu juga menyatakan perbuatan-perbuatan mereka yang akan melakukan kerusakan di muka bumi, yaitu di tanah Syam dan Baitul Maqdis, atau di Mesir atau juga di setiap tempat yang mereka tempati, sebanyak dua kali. Mereka akan bermaksiat kepada Allah dan menyalahi syari’at Tuhan mereka yang ada di dalam Taurat.

Hal serupa juga dijelaskan oleh Ibnu Katsir dalam Tafsīru al-Qur’ānil ‘Aẓīm. Ibnu Katsir mengungkapkan Allah telah memberitahukan terlebih dahulu kepada mereka di dalam Taurat. Mereka kelak akan membuat kerusakan di bumi sebanyak dua kali, dan mereka akan menyombongkan diri. Lebih jelasnya, mereka akan berbuat sewenang-wenang, melampaui batas, dan jahat terhadap orang lain. Makna ayat ini sama dengan apa yang disebutkan dalam ayat Alquran lain:

Baca Juga:  Tidak Sekedar Populer, Inilah Tiga Syarat Menjadi Da'i

وَقَضَيْنَا إِلَيْهِ ذَٰلِكَ الْأَمْرَ أَنَّ دَابِرَ هَٰؤُلَاءِ مَقْطُوعٌ مُصْبِحِينَ

“Dan telah Kami wahyukan kepadanya (Luth) perkara itu, yaitu bahwa mereka akan ditumpas habis di waktu subuh.” [Q.S. al-Ḥijr: 66]

Janji Allah Kemenangan Bagi Palestina

Kemudian firman Allah selanjutnya:

فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ أُولَاهُمَا بَعَثْنَا عَلَيْكُمْ عِبَادًا لَنَا أُولِي بَأْسٍ شَدِيدٍ فَجَاسُوا خِلَالَ الدِّيَارِ ۚ وَكَانَ وَعْدًا مَفْعُولًا

Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana.” [Q.S. al-Isrā’: 5]

Ada beberapa pendapat terkait penafsiran kalimat “Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar”. Ibnu Abbas, aṭ-Ṭabāry dan al-Qurthubi, berpendapat bahwa kekuatan besar tersebut adalah penduduk Babilonia (Persia). Pemimpin mereka adalah Bukhtanaṣar atau Nebukadnezar. Hal ini ketika pertama kali mendustakan Aramiya sehingga mereka melukai dan menahannya. 

Pendapat lain dari Abu Qatadah. Ia mengatakan, “Jalut diutus kepada mereka (Bani Isra’il) lalu dia membunuh mereka karena Jalut dan kaumnya adalah para pemilik kekuatan yang besar.” Riwayat ini juga diperjelas dari pendapat Mujahid bahwa kekuatan besar itu merupakan tentara dari Persia. 

Selanjutnya, sejarah orang-orang Yahudi yang menjalin kerjasama dengan orang-orang Romawi. Akan tetapi, orang-orang Yahudi menolak pengaruh ataupun penjajahan terselubung sehingga mereka memberontak. Pada akhirnya, orang-orang Yahudi kalah oleh kekaisaran Romawi. Ratusan ribu orang Yahudi mati terbunuh.

Pakar tafsir Alquran Indonesia, Quraish Shihab berpendapat dua kekuatan besar diatas mengisyaratkan sejarah kelam orang-orang Yahudi atau Israel. Dua kerajaan tersebut — Persia dan Romawi— itulah yang sementara dipahami oleh hamba-hamba Tuhan untuk menyiksa mereka. Lalu, apakah ayat ini ada hubungannya dengan kejadian di Palestina akhir-akhir ini?

Baca Juga:  Paham Radikal Menyusup ke Dunia Pendidikan, Inilah Cara Islam Mengatasinya

Kejadian itu memang sangat tidak manusiawi, dimana Palestina terdapat kota suci berbagai agama yakni Yerusalem. Kedamaian atau keharmonisan yang harus dijaga, diubah menjadi aksi teror oleh Israel. Melihat sejarah dan firman Allah pada kitab Taurat dan yang telah termaktub dalam Alquran, sangatlah autentik dan patut diketahui oleh umat Islam bahkan Non-Muslim. Allah akan menjanjikan kemenangan bagi rakyat Palestina dan umat manusia di dunia yang hidup saling toleran.

Wallāhu a’lām bi as-shawāb   . . .                                    

Bagikan Artikel ini:

About Mubarok ibn al-Bashari

Avatar of Mubarok ibn al-Bashari
Mahasiswa Pasca Sarjana UNUSIA

Check Also

tafsir quran faedah perumpamaan

Jika Salah Tafsir Surah al-Fath Ayat 29: Keraslah Terhadap Sifat Kafir

Surah al-Fath turun saat peristiwa Perjanjian Hudaibiyah. Perjanjian Hudaibiyah merupakan peristiwa yang begitu fenomenal. Dimana …

tafsir al baqarah

Tafsir Surah Al-Hujurat 11-12; Akhlak untuk Tidak Mengolok-olok dan Mencela

Akhlak adalah budi pekerti yang dijunjung tinggi oleh umat Islam. Karena hal itu merupakan visi …