dakwah quran
dakwah quran

Tafsir Surah Ali Imran Ayat 104: Seruan Berdakwah bagi Kaum Muslimin

Dakwah merupakan suatu proses motivasi agar manusia melakukan kebaikan dan melarang manusia berbuat kemungkaran, agar mereka mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat. Adapun Dakwah Islam adalah memotivasi manusia agar melakukan kebaikan menurut petunjuk, menyuruh mereka berbuat kebajikan dan melarang mereka berbuat kemungkaran, agar mereka mendapat kebahagian dunia dan akhirat.

Kewajiban Berdakwah Bagi Setiap Muslimin

Dakwah merupakan kewajiban setiap individu muslim, yang Islam ibarat darah dalam tubuh manusia. Ia menyebabkan ummat hidup dan terus tumbuh dan berkembang. Dakwahlah yang mampu menggerakkan umat untuk tetap terikat dengan aturan Allah dan Rasul-Nya. Namun sebaliknya, disaat ummat meninggalkan dakwah, umat tidak akan lagi terwarnai oleh fitrah dan kepribadian Islam. Sehingga perlulah ada yang membimbing atau menyuruh kepada kebajikan sehingga tetaplah umat Islam itu tetap berada dalam fitrah dan kepribadian islam tersebut. Sebagaimana dalam firman Allah SWT surah Ali Imran ayat 104 yakni:

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِا لْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

“Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 104).

Penafsiran Surah Ali Imran Ayat 104

Kataمنكم pada ayat di atas, ada ulama yang memahaminya dari arti sebagian, dengan demikian perintah berdakwah yang dipesankan oleh ayat ini tidak teruju kepada setiap orang. Bagi yang memahaminya demikian, ayat ini buat mereka mengandung dua macam perintah, yang pertama kepada seluruh umat Islam agar membentuk dan menyiapkan satu kelompok khusus yang bertugas melaksanakan dakwah, sedang perintah yang kedua adalah kepada kelompok khusus itu untuk melaksanakan dakwah kepada kebajikan dan ma’ruf serta mencegah kemunkaran.

Ada juga ulama yang memfungsikan kata منكم dalam arti penjelasan sehingga ayat ini merupakan perintah kepada setiap orang muslim untuk melaksanakan tugas dakwah, masing-masing sesuai kemampuannya. Memang, jika dakwah yang di maksud adalah dakwah yang sempurna, tentu saja tidak semua osrang dapat melakukannya. Di sisi lain, kebutuhan masyarakat dewasa ini menyangkut informasi yang benar di tengah arus informasi, bahkan perang informasi yang demikian pesat dengan sajian nilai-nilai baru yang sering kali membingungkan, semua itu menuntut adanya kelompok khusus yang menangani dakwah dan membendung informasi yang menyesatkan. Karena itu, adalah lebih tepat memahami kata minkum pada ayat di atas dalam arti sebagian kamutanpa menutup kewajiban setiap muslim untuk saling mengingatkan. Buka berdasarkan ayat ini, tetapi antara lain berdasarkan firman Allah swt dalam surah al-‘Ashr yang menilai semua manusia dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman dan beramal saleh serta saling mengingatkan tentang kebenaran dan ketabahan.

Hendaklah di antara kita ada segolongan orang yang menangani bidang dakwah, yaitu menyeru manusia kepada kebajikan (agama) yang membawa kebahagiaan di dunia dan akhirat. Menyuruh yang ma’ruf (segala hal yang dipandang baik oleh syara’ dan akal) dan mencegah segala hal yang dipandang tidak baik oleh syara’ dan akal. Ayat ini menuntut kita untuk memilih segolongan umat untuk menangani tugas dakwah, dan masing-masing dari kita juga memperhatikan sikap segolongan itu. Jika kita melihat ada kesalahan, segera kita memperingatkan dan meluruskannya.

Kilas Balik Dakwah Pada Abad Permulaan Islam

Para muslim di abad pertama kelahiran Islam senantiasa mengontrol perilaku dan kebijakan para pembesar (penguasa) yang menangani urusan-urusan dakwah. Pada masa itu, pemuka-pemuka sahabat bekerja sama dalam menjalankan tugas ini. Masing-masing merasa berkewajiban mengembangkan agama dengan menghadapi orang-orang yang merendahkan agama, baik yang menyangkut akidahnya, adab (etika), hukum-hukumnya maupun yang menyangkut kepentingan pemeluknya.

Syarat Melaksanakan Dakwah

Ada beberapa syarat untuk melaksanakan tugas dakwah, yakni:

Pertama, Mengetahui al-Qur’an dan as-Sunnah.

Kedua, Mengetahui kondisi bangsa yang didakwahi, baik menyangkut karakter, perilaku ataupun budaya mereka. Pendek kata mengetahui keadaan kemasyarakatannya.

Ketiga, Mengetahui bahasa masyarakat yang hendak di dakwahi.

Keempat, Mengetahui agama-agama dan mazhab-mazhab yang berkembang, sehingga dapat di mengerti mana praktek kehidupan yang batal atau menyimpang dari ajaran agama.

Dakwah merupakan tugas agama yang besar, dan menjadi salah satu dasar pengembangan agama. Semua muslim yang mungkin bisa menjalankan dan tidak akan menimbulkan kesulitan, wajib melaksanakan tugas ini. Orang dewasa (mukallaf) dan tidak mukallaf, apabilaa ingin menjalankan sesuatu yang dapat berdampak pada orang lain wajib di cegah, sebagaimana wajib mencegah mereka dari perbuatan haram. Kita bisa memahami betapa tegas perintah Allah dalam dakwah, karena kewajiban tersebut terkena kepada laki-laki maupun perempuan, sendiri-sendiri maupun berjamaah/berkelompok.

Dalam ayat ini juga Allah swt memerintahkan kita untuk mendorong dan memotivasi sesama umat manusia, dengan menggerakkan mereka untuk mengikut syariat, menjauhi larangan, dan mencintai kebajikan, sehingga terwujudlah suatu ikatan yang amat erat di antara segala suku, etnis, dan bangsa. Seolah mereka satu tubuh. Di samping itu, Allah swt memerintah kita menyusun lembaga dakwah, yang bisa memiliki syarat-syarat dan prasarana yang sempurna untuk menyeru umat lain kepada Islam.

Bagikan Artikel ini:

About Ainun Helty

Avatar of Ainun Helty
Alumni Ilmu Al-Quran dan Tafsir UIN Syarif hidayatullah.

Check Also

gagal menikah

Pasangan dari Sukabumi Gagal Menikah karena Pengantin Wanita Meminta Mahar Sertifikat Rumah, Lalu Bagaimana Pandangan Islam Mengenai Mahar?

Beberapa hari lalu muncul berita Viral di sosial media, pasangan dari Sukabumi, Jawa Barat, gagal …

hari guru

Selamat Hari Guru Nasional : Kedudukan dan Sifat yang dimiliki Guru Menurut Ajaran Islam

Pada hari ini, tanggal 25 november 2022, diperingati sebagai hari guru nasional yang mana kita …