surat al jin
surat al jin

Tafsir Surat al Jin ayat 19: Nabi Dikerumuni oleh Jin?

Pelabelan “Dungu” sangat cocok disematkan kepada Muhammad Kece. Pastinya julukan ini akan diamini oleh semua umat Islam. Bagaimana tidak, sebab ia sendiri yang menunjukkan kebodohannya di salah satu kanal Youtube. Dengan tergagap mengatakan Islam bukan agama yang menyelamatkan, tidak ada keselamatan dalam Islam dan Nabi Muhammad dikerumuni oleh jin.

Tanpa membaca ayat yang dimaksud, tidak menyebut ayat berapa serta tidak menjelaskan tafsirnya mempertegas indikasi kedunguannya. Banyak sekali model orang seperti dia  yang berceramah seolah-olah paham agama, namun membaca al Qur’an saja tidak fasih.

Ayat yang tidak disebutkan tersebut adalah ayat 19 surah al Jin. Namun sayang, seperti telah dikatakan sebelumnya, Muhammad Kece keliru memahami ayat tersebut.

Firman Allah, “Dan bahwasanya tatkala hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (mengerjakan ibadah), hampir saja jin-jin itu desak mendesak mengerumuninya”. (Al Jin: 19).

Dalam tafsir al Wasith li Thanthawi dijelaskan, ketika Nabi Muhammad telah berdiri untuk shalat, jin-jin berdesakan mengerumuni beliau karena takjub menyaksikan shalat Nabi,  bagusnya bacaan Nabi, dan juga kagum kepada para sahabat melihat begitu sempurnanya mereka bermakmum kepada Nabi.

Penjelasan lebih lanjut disampaikan oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya. Ada ragam tafsir para ulama tentang ayat ini. Ibnu Abbas sebagaimana dikutip oleh Al ‘Aufi mengatakan, jin-jin berdesakan di sekeliling Nabi untuk mendengarkan bacaan beliau. Hal ini terjadi di saat beliau membaca al Qur’an. Mereka takjub dengan bacaan Nabi sehingga rela berdesakan di sekeliling Nabi hanya untuk mendengar Nabi membaca al Qur’an.

Ibnu Jarir menjelaskan, jin-jin berdesakan di sekeliling Nabi karena mereka kagum terhadap ketaatan Nabi dan para sahabatnya. Puncak kekaguman mereka terjadi saat Nabi berdiri untuk mengerjakan shalat. Jin-jin itu berdesakan di sekitar Nabi untuk menyaksikan shalatnya Nabi. Mereka benar-benar kagum dengan shalat beliau sehingga rela berdesakan untuk menyaksikan shalat Nabi.

Baca Juga:  Tafsir Surah Al-Qassash 76 : Kisah Qarun dan Pelajaran Kesombongan dan Ketamakan yang Membinasakan

Ada juga ulama yang menafsirkan berbeda. Yaitu, manusia dan jin saling berdesakan untuk menghalau dakwah Nabi yang menyeru supaya tidak menyekutukan Allah. Sebagian pendapat Hasan, ketika Nabi berdiri dan mengatakan “Tidak ada Tuhan yang wajib disembah kecuali Allah”, dan menyeru manusia supaya menyembah Allah, hampi saja orang Arab berdesakan mengerumuninya.

Sudah jelas, berdasarkan tafsir-tafsir yang dijelaskan para ulama ahli tafsir, yang dimaksud Nabi Muhammad dikerumuni jin karena mereka kagum dengan bacaan Nabi, bukan persekongkolan Nabi dengan jin untuk tujuan tertentu. Ada pula yang menafsirkan maksud dikerumuni jin adalah upaya mencegah dakwah Nabi Muhammad untuk tidak menyekutukan Allah.

Inilah tafsir yang benar, bukan versi Muhammad Kece yang menuding Nabi dikerumuni oleh jin-jin untuk tujuan tertentu. Tuduhan ini salah. Maka, si dungu Muhammad Kece telah memutar balikkan fakta yang sebenarnya seperti telah dijelaskan oleh para ulama tafsir.

Bagikan Artikel ini:

About Khotibul Umam

Avatar of Khotibul Umam
Alumni Pondok Pesantren Sidogiri

Check Also

pesan nabi menjelang ramadan

Pesan Nabi Menyambut Ramadan

Bulan Ramadan, atau di Indonesia familiar dengan sebutan Bulan Puasa, merupakan anugerah yang diberikan Allah …

imam ahmad bin hanbal

Teladan Imam Ahmad bin Hanbal; Menasehati dengan Bijak, Bukan Menginjak

Sumpah, “demi masa”, manusia berada dalam kerugian. Begitulah Allah mengingatkan dalam al Qur’an. Kecuali mereka …