Tasawwuf Salah Satu ‘Senjata’ Bangsa Indonesia Usir Penjajah

Tangerang Selatan Secara persenjataan Indonesia tidak memiliki apa apa saat melawan penjajah Belanda dulu Namun tanpa senjata canggih Indonesia terbukti mampu mengusir penjajah Ketua Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Al Mu tabaroh An Nahdliyyah MATAN DKI Jakarta KH Ali M Abdillah mengatakan dulu para kolonial Belanda heran dengan perilaku orang pribumi Nusantara yang sulit ditaklukkan padahal mereka tidak memiliki senjata yang canggih Kolonial Belanda terus menyelidiki apa faktor yang mendasari masyarakat pribumi susah ditaklukkan Setelah ditelusuri ternyata salah satu yang menjadi kekuatan bagi mereka adalah tasawuf Kiai Ali dalam diskusi Islam Nusantara Center INC Ciputat Tangerang Selatan Sabtu 20 4 2019 dikutip dari laman nu or id Pihak kolonial Belanda lanjut Kiai Ali kemudian menugaskan Snouck Hurgronje untuk melakukan pengkajian tentang Islam yang merupakan agama mayoritas di Nusantara Tidak tanggung tanggung Snouck dikirim ke Makkah untuk belajar bahasa Arab Sekembalinya dari sana Snouck itu lalu mengkaji tasawuf Nusantara Di situlah orientalis dengan nama Islam H Abdul Ghofar itu menemukan jawaban bahwa orang orang yang belajar tarekat dan syariat yang ditakuti hanyalah Allah Baca juga Bertasawuf Itu Nggak Kuno Apa Sih Peranan Tasawuf Saat Ini Oleh karenanya kekuatan Belanda sehebat apapun tak akan pernah membuat para penganut tarekat jera ungkap Pengasuh Pesantren al Rabbani Islamic College itu Setelah mengetahui hal itu imbuh Kiai Ali pihak kolonial Belanda kemudian mengatur strategi dengan mendekati ulama Betawi bernama Sayyid Utsman Dari pendektannya itu pihak kolonial Belanda menghasilkan suatu kebijakan bahwa ajaran hakikat tasawuf dan tarekat itu haram Kebijakan ini juga berdampak terhadap pengajaran tasawuf di pesantren pesantren dimana kitab tertinggi yang diajarkan adalah Ihya Ulumiddin dan Hikam Sementara kitab dan ajaran Ibnu Arabi tidak lagi diajarkan Inilah yang membuat ajaran hakikat pada abad ke 19 mulai tenggelam katanya Sekretaris Awwal Jam iyyah Ahlit Thariqah Al Mu tabarah An Nahdliyyah Jatman ini menjelaskan jejak jejak tasawuf di Nusantara sudah mulai ada sejak abad ke 14 Hal itu dapat ditelusuri dari beberapa penelitian di Leiden Belanda mengenai manuskrip yang ditulis oleh salah satu murid Sunan Bonang mengenai tasawuf Memang yang paling banyak ditemukan pada masa kini berupa peninggalan peninggalan seperti wayang dan beberapa alat budaya yang digunakan untuk menyampaikan ajaran tasawuf Menurut Kiai Ali pada abad ke 16 dan ke 17 para ulama sufi mulai aktif menyebar ke seluruh penjuru Nusantara untuk mengajarkan tasawuf dan tarekat kepada masyarakat Diantaranya adalah Hamzah Fansuri seorang tokoh ulama tasawuf falsafi yang menerjemahkan ajaran ajaran tasawuf ke dalam bentuk prosa dan menggunakan simbol simbol lokal dalam menyampaikannya Kiai Ali menyadari setiap ajaran tentu tak lepas dari kesalahpahaman pengkajinya Penyimpangan di level pengikut pun tak dapat dihindari Seperti pengkafiran yang dilakukan oleh Nuruddin ar Raniri bagi pengikut Hamzah Fansuri Kemudian Abdurrauf as Sinkili mengintegrasikan tasawuf falsafi dengan tasawuf amali menjadi satu kesatuan Ajarannya itu kemudian diturunkan kepada murid muridnya Hingga abad ke 18 tasawuf integratif tersebut tersebar ke berbagai penjuru Nusantara Bahkan sampai ke Mindanao Fillipina tukasnya

Bagikan Artikel ini:

About Islam Kaffah

Check Also

duduk di kuburan

Saat Ziarah, Bolehkah Duduk di Kuburan?

Meskipun arus puritanisasi  mengklaim ziarah kubur adalah ritual bid’ah, tapi tidak banyak muslim nusantara yang …

shalat ghaib korban bencana

Shalat Ghaib untuk Korban Bencana

Pada tanggal 4 Desember 2021 telah terjadi peningkatan aktifitas vulkanik di gunung semeru. Hal itu …

escortescort