Tata Cara Qunut Nazilah untuk Melindungi dari Musibah dan Bencana Besar

0
1570
qunut nazilah
sumber foto: republika

Qunut nazilah adalah salah satu doa penting ketika umat Islam mengalami musibah besar dan bencana yang melanda cukup meluas. Inilah bentuk permohonan kepada Allah agar bisa diberikan perlindunganNya


Dalam bahasa Arab, qunut memiliki beberapa arti, di antaranya, ta’at, shalat, berdiri lama, diam  dan berdoa. Menurut al Zajjaj dalam kitab Mausu’ah Fiqhiyah Kuwaitiyah, arti bahasa yang lebih tepat adalah berdoa. Sedangkan secara istilah, seperti diungkapkan oleh Ibnu ‘Allan dalam Al-Futuhat Al-Rabbaniyah ‘ala Al-Adzkar An-Nawawiyah qunut nazilah berarti do’a di dalam shalat yang dilakukan pada saat tertentu ketika berdiri. Sedangkan kata Nazilah, seperti definisi dalam Al-Mu’jam Al-Wasith bermakna musibah luar biasa.

Dengan demikian, qunut nazilah adalah doa yang dibaca ketika terjadi musibah luar biasa yang menimpa umat Islam yang bertujuan mendoakan kebaikan dan keselamatan bagi  umat Islam yang tertimpa musibah besar dan menjauhkan mereka dari bahaya musuh yang mengintai. Qunut nazilah juga diamalkan ketika umat Islam menghadapi persoalan keamanan, pertanian, bencana alam, bencana kemanusiaan, dan lain sebagainya. 

Cara Melakukan Qunut Nazilah

Qunut nazilah ini dibaca sebelum sujud pada rakaat terakhir di setiap shalat wajib. Namun, terdapat ragam pendapat di kalangan ulama madzhab tentang teknis melakukan qunut nazilah. Perbedaan tersebut pada seputar shalat apa saja qunut nazilah ini bisa dilakukan.

Menurut ulama madzhab Hanafi, seperti keterangan dalam kitab al-Bahru al-Ra’iq dan Hasyiyahnya Minhatu Al-Khaliq karya Ibnu ‘Abidin, dan kitab al-Dur al-Muntaqa Syarh al-Multaqa, qunut nazilah dikerjakan  pada shalat fardhu jahriyah, shalat-shalat di mana Imam mengeraskan bacaan yakni, subuh, Maghrib dan Isya’.

Sedangkan menurut Ulama Madzhab Syafi’i seperti diterangkan dalam kitab Raudhah Al-Talibin, qunut nazilah bisa dilakukan pada semua shalat fardhu baik jahriyyah maupun sirriyah. Adapun Ulama Madzhab Hanbali, dalam al-Mughni dan al-Mubdi’, berpendapat bisa dilakukan pada semua shalat fardhu kecuali pada saat shalat Jum’at.

Cara Membaca Doa Qunut Nazilah

Perbedaan ulama tentang qunut nazilah dilakukan pada shalat-shalat tertentu berimplikasi terhadap cara membacanya. Ketika qunut nazilah ini dilakukan pada shalat-shalat jahriyyah, para ulama sepakat, cara membaca doa qunut nazilah adalah dengan mengeraskan suara.

Namun, jika dilakukan pada shalat sirriyah seperti shalat Dhuhur dan Ashar, ada perbedaan. Bagi madzhab yang berpendapat bahwa qunut nazilah dilakukan di semua shalat fardhu, baik itu jahriyyah maupun sirriyah, maka cara membaca doanya dengan mengeraskan suara, baik shalat jahriyyah maupun sirriyah. Hal ini sebagaimana yang diterangkan oleh Imam An-Nawawi dalam Raudhah at-Thalibin, ia mengatakan jika qunut dibaca pada shalat selain shalat subuh, menurut pendapat yang rajih sama seperti shalat shubuh, yakni dengan suara yang nyaring, baik shalat sirriyah maupun jahriyyah.”

Bacaan Doa Qunut Nazilah

Sebagaimana keterangan sebelumnya, qunut nazilah adalah doa yang intinya memohon kepada Allah untuk diselamatkan dari musibah besar yang sedang menimpa umat Islam. Selain itu, juga berisi tentang permohonan pertolongan dari musuh ketika musibah yang menimpa adalah berupa penindasan maupun kondisi ketakutan dan kekhawatiran seperti saat situasi perang, ancaman terorisme dan sebagainya.

Teks doa qunut nazilah ada beberapa versi. Di antaranya, adalah sebagaimana terdapat dalam riwayat Umar Ibn al-Khattab. Diriwayatkan oleh  Imam Baihaqi dalam Sunan al-Kubra, pada bab doa qunut, suatu ketika Umar membaca qunut dengan lafadh berikut :

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ، وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ ، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ ، وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ ، اللَّهُمَّ الْعَنْ كَفَرَةَ أَهْلِ الْكِتَابِ الَّذِينَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِكَ ، وَيُكُذِّبُونَ رُسُلَكَ ، وَيُقَاتِلُونَ أَوْلِيَاءَكَ اللَّهُمَّ خَالِفْ بَيْنَ كَلِمَتِهِمَ ، وَزَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ ، وَأَنْزِلْ بِهِمْ بَأْسَكَ الَّذِى لاَ تَرُدُّهُ عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِينَ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِينُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَنُثْنِى عَلَيْكَ وَلاَ نَكْفُرُكَ ، وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ اللَّهُمَّ إِيَّاكَ نَعْبُدُ ، وَلَكَ نُصَلِّى وَنَسْجُدُ ، وَلَكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ ، نَخْشَى عَذَابَكَ الْجَدَّ ، وَنَرْجُو رَحْمَتَكَ ، إِنَّ عَذَابَكَ بِالْكَافِرِينَ مُلْحَقٌ.

“Ya Allah berikanlah ampunan kepada kami, juga untuk orang-orang mu’min laki-laki maupun perempuan,dan orang-orang muslim laki-laki maupun perempuan. Satukanlah hati-hati mereka, perbaikilah hubungan mereka, tolonglah mereka atas musuh-Mu dan musuh mereka. Ya Allah berikanlah laknat para orang-orang kafir ahli kitab yang mendustakan utusan-Mu dan membunuh para wali-Mu. Ya Allah cerai beraikan kalimat mereka, goncangkan kaki-kaki mereka serta turunkanlah siksa-Mu yang tidak bisa dihindarkan untuk kaum yang melakukan kejahatan.

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagai Maha Penyayang. Ya Allah kami memohon pertolongan-Mu, memohon ampunan-Mu, memuji-Mu, tidak kufur terhadap-Mu, serta melepaskan dan meninggalkan orang yang bermaksiat kepada-Mu.

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah kami beribadah kepada-Mu, untuk-Mu kami shalat dan sujud, dan kepada-Mu lah kami menuju dan bergegas. Kami takut akan adzab-Mu yang keras, kami memohon rahmat-Mu, sesungguhnya adzab-Mu kepada orang-orang yang kafir itu pasti akan terjadi.”

Masih dalam kitab Sunan al-Kubra, Selain doa di atas juga ada riwayat lain dari Umar Ibn Al-Khattab yang hampir serupa :

اللَّهُمَّ إِيَّاكَ نَعْبُدُ ، وَلَكَ نُصَلِّى وَنَسْجُدُ ، وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ ، نَرْجُو رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَكَ ، إِنَّ عَذَابَكَ بِالْكَافِرِينَ مُلْحَقٌ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِينُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ ، وَنُثْنِى عَلَيْكَ الْخَيْرَ وَلاَ نَكْفُرُكَ ، وَنُؤْمِنُ بِكَ وَنَخْضَعُ لَكَ، وَنَخْلَعُ مَنْ يَكْفُرُكَ.

“Ya Allah kami beribadah kepada-Mu, untuk-Mu kami shalat dan sujud, dan kepada-Mu lah kami menuju dan bergegas. Kami takut akan adzab-Mu yang keras, kami memohon rahmat-Mu, sesungguhnya adzab-Mu kepada orang-orang yang kafir itu pasti akan terjadi. Ya Allah kami memohon pertolongan-Mu, memohon ampunan-Mu, memuji-Mu, tidak kufur terhadap-Mu, kami beriman dan tunduk kepada-Mu, serta meninggalkan orang yang kufur kepada-Mu.”    

Beginilah ajaran Islam ketika menghadapi musibah. Qunut nazilah bisa menjadi satu alternatif untuk menolong umat Islam lainnya yang sedang mengalami musibah atau dilanda ketakutan akibat perang maupun teror. Saat ini kondisi umat Islam di beberapa belahan dunia, seperti di Suriah, Rohingya, Palestina dan lain-lain sedang mengalami musibah konflik besar yang berkepanjangan. Selain bantuan fisik, kita juga bisa membantu mereka dengan membaca doa qunut nazilah.

Pun tidak kalah pentingnya ancaman musibah virus corona yang mewabah telah menjadi ancaman besar. Umat Islam patut membentengi diri dengan membaca qunut ini agar virus ini tidak masuk dan mempengaruhi kita bersama. Amin.