ibadah
ibadah

Ternyata Ibadah Terbaik Menurut Allah bukan Sekedar Menyembahnya, Tetapi..

Orang selalu berpikiran ketika mendengar kata ibadah sangat lekat dengan rumah ibadah, praktek ibadah, dan semua yang berkaitan dengan ritual seperti shalat, puasa, haji dan sebagainya. Seolah ladang ibadah sangat sempit dan praktek beragama juga hanya sekecil urusan rumah ibadah dan ritual.

Dikisahkan oleh Imam al-Ghazali, dalam kitabnya Mukasyafat al-Qulub bahwa satu kali dalam dialog Nabi Musa dan Allah. “Wahai Allah, aku sudah melaksanakan ibadah. Lalu manakah ibadahku yang membuat Engkau senang?” Tanya Nabi Musa.

Allahpun berfirman, “Shalat mu itu untukmu sendiri, karena dengan mengerjakan sholat, engkau terpelihara dari perbuatan keji dan munkar. Dzikirmu itu hanya untukmu sendiri, membuat hatimu menjadi tenang. Puasamu itu untukmu sendiri, melatih dirimu untuk memerangi hawa nafsumu sendiri.”

Dengan heran, Nabi Musa kembali bertanya, “Lalu apa ibadahku yang membuat hatiMu senang Ya Allah?” Allahpun berfirman, “memasukkan rasa bahagia yang sedang hancur hatinya.”

Dari dialog ini bisa kita bisa ambil pelajaran penting bahwa ibadah terbaik dan termulia ialah dengan memasukkan rasa bahagia ke dalam hati orang lain. Ibadah terbaik yang membuat Tuhan senang bukan aktifitas ibadah yang kembali kepada dirimu. Shalat, puasa, haji dan dzikir pada intinya ibadah yang memberikan manfaat kepada diri.

Orang merasa sombong dengan rajin shalat, puasa, haji dan dizkir seolah telah membuat Allah senang. Padahal semua dampak ibadah di atas adalah bentuk pembelajaran dan kemanfaatan pada diri sendiri. Karena itulah, ibadah terbaik yang disukai Allah adalah ibadah yang memberikan dampak manfaat kepada yang lain.

Bisa diartikan bahwa ibadah terbaik adalah ibadah yang memiliki dampak kepada orang yang usah menjadi bahagia, orang bertengkar menjadi damai, orang marah menjadi tersenyum. Ibadah terbaik adalah ibadah yang mampu menjaga hubungan baik dengan orang lain.

Baca Juga:  Hati-hati, Pahala Puasamu Terhalang karena Tanpa Zakat Fitrah

Memberikan infak, sedekah, dan peduli terhadap fakir miskin masih dianggap sebagai bukan ibadah murni. Orang masih berpikir bahwa adalah hubungan dengan Tuhan. Padahal, ibadah-ibadah tersebut hanya berdampak kepada diri manusia sendiri, tidak berdampak kepada orang lain. Sementara, sedekah merupakan ibadah atau amal perbuatan yang bukan hanya berpahala tinggi bagi diri sendiri, tetapi juga dapat membuat bahagia orang lain.

Abdul Aziz bin Umair pernah berkata, ibadah Shalat hanya akan mengantarkanmu sampai Setengah perjalanan surga. Sedangkan Puasa hanya akan mengantarkanmu hingga ke Depan pintu surga, Namun, sedekah akan mampu memasukkanmu ke dalam surga.

Seseorang yang hanya tekun shalat dan puasa, akan tetapi tidak mau bersedekah, dia belum memenuhi syarat untuk masuk syurga, karena orang-orang seperti ini hanya layak berada di pintu Surga saja. Maka adanya sedekah menjadi penyempurna amal ibadah seseorang untuk mengantarkannya masuk ke surga.

Menjaga hubungan antar sesama makhluk Allah adalah bagian ibadah untuk menjaga hubungan dengan Allah SWT. Dari sini bisa kita garis bawahi bahwa agama Islam bukan hanya tentang ibadah dengan Tuhan, tetapi esensi sesungguhnya adalah ibadah berhubungan dengan sesama manusia.

Bagikan Artikel ini:

About Sefti Lutfiana

Mahasiswa universitas negeri jember Fak. Hukum

Check Also

harta dan anak

Mengubah Harta dan Anak sebagai Ujian Menjadi Anugerah

Harta dan anak merupakan sebuah anugerah besar yang datang dari Allah sekaligus menjadi cobaan dan …

kampanye anti islamofobia

Isu Islamofobia Jangan Memberi Angin Segar Kelompok Radikal

Baru-baru ini Islamophobia kembali mencuat setelah Gerakan Nasional Anti Islamofobia (GNAI) dideklarasikan sejumlah tokoh, dan …