kisah di balik Hijrah

Tips dan Cara Sukses Berdagang ala Rasulullah

Muhammad Rasulullah merupakan bayi yang terlahir yatim. Tak hanya itu, beliau hanya dapat menikmati kasih sayang seorang ibu hingga umur 6 tahun. Sang ibunda, Aminah, meninggal saat Rasulullah masih sangat belia.

Hidup dalam kondisi yatim piatu tidak menyurutkan semangat Nabi Muhammad. Ketiadaan orang tua justru membuat Rasulullah berkembang sebagai seorang anak yang mandiri. Rasulullah bukanlah seorang laki-laki yang mau menggantungkan hidupnya hanya dengan berpangku tangan meminta belas kasih dari orang-orang di sekitarnya.

Sejak beliau menginjak umur 8 tahun, Rasulullah sudah memulai untuk bekerja dan mendapatkan uangnya sendiri. Meski di waktu kecil sepeninggal ibunya, Nabi diasuh oleh kakeknya yang merupakan tokoh masyarakat yang memegang kekuasaan di Mekah, Nabi tidak merasa malu untuk bekerja menjadi seorang pengembala kambing milik orang Mekah dengan menerima upah yang tidak seberapa banyaknya. 

Selanjutnya, setelah Nabi Muhammad berumur 12 tahun, beliau mulai diajak pamannya untuk berdagang. Di sanalah Nabi banyak belajar perihal perdagangan dan langkah-langkah dalam menjalankan usaha. Banyak dari mitra-mitra bisnis Nabi mengaku bahwa beliau sangatlah matang dalam hal perhitungan, jujur dan juga profesional.

Karena kepercayaan dari semua miitranya inilah yang membuat Nabi menjadi semakin percaya diri dalam menjalankan bisnisnya. Nabi mulai menyusuri jalur dagang utama seperti Yaman dan Syam. Ternyata keuntungan yang beliau dapatkan jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok dagang lainnya.

Nabi menjalankan bisnisnya dengan cara kerjasama melalui jalur bagi hasil dengan mitranya ataupun dengan cara memberikan upah kepada mereka. Semua tergantung dari kesepakatan dari kedua belah pihak.

Dalam berbisnis, keberhasilan Rasulullah sangat patut untuk menjadi contoh bagi para kaum muslimin. Terlepas dari kenyataan bahwa Rasulullah memang terlahir dari keluarga pedagang, Rasulullah sendiripun memiliki beberapa sifat dan sikap yang harus ada pada diri seorang pengusaha.

Baca Juga:  10 Keistimewaan Bersedekah

Dalam menjalankan bisnisnya, Rasulullah selalu menjalankan bisnisnya dengan cara yang jujur. Beliau tidak pernah mengurangi takaran pada dagangannya, malah menambahkannya agar pembeli senang dengan pelayanannya.

Beliau juga tidak pernah mencurangi barang dagangannya yang cacat, Beliau selalu memberi tahukan keadaan barang dagangannya kepada pembelinya, hingga akhirnya beliau di berikan julukan al-Amin, yakni orang yang dapat di percaya.

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya para pedagang (pengusaha) akan dibangkitkan pada hari kiamat sebagai para penjahat kecuali pedagang yang bertakwa kepada Allah, berbuat baik dan jujur.” (HR. Tirmidzi)

Dalam berdagang tentunya semua pedagang memperhitungkan untung dalam usaha yang di geluti nya. Dan tak jarang pedagang yang mengambil keuntungan tinggi tanpa mereka mau memikirkan pembeli. berbeda degan Nabi Muhammad yang telah memberikan contoh bahwa sebuah hubungan yang baik antar sesama manusia tidak hanya dapat memberikan keuntungan dalam hal berdagang, tetapi juga memberikan ketenangan dalam hati.

Niat baik dan kepercayaan menjadi aset nomor satu bagi para pengusaha dan hal ini tidak akan dapat diwujudkan tanpa adanya hubungan yang baik antara pedagang dengan konsumennya. Nabi yang cerdas serta cerdik dalam menghasilkan dan melihat peluang keuntungan tidak mengambil jalur untuk menipu konsumennya.

Beliau sangatlah lihai dalam mengkomunikasikan barang dagangannya kepada pembelinya. Dengan kemampuan negosiasainya Nabi mampu membangun komunikasi serta reputasi yang baik di kalangan pembeli dan pedagang lainnya.

Nabi Muhammad sangat mengedepankan sikap jujur, ikhlas, dan profesional. Ia tidak pernah membohongi pembeli mengenai kondisi barang dagangan yang dijualnya. Sisi profesionalitasnya ditunjukkan dengan mencari cara yang berbeda dan baru dalam menjual barang dagangannya.

Itulah cara sukses ala Nabi Muhammad dalam berdagang. Sebagai umatnya, hendaknya kita jadikan pedoman agar barang dagangan kita semakin untung dan berkah. 

Bagikan Artikel

About Imam Santoso