kebiasaan tidur rasulullah

Tirulah Kebiasaan Tidur Rasulullah Bantu Jaga Kondisi Tubuh

Tidur merupakan kebutuhan manusia yang sangan penting. Tidur juga merupakan salah satu cara manusia mengistirahatkan badan dari berbagai kegiatan yang dilakukan. Tidur dengan posisi yang benar dapat melindungi diri pada saat terlelap, tentunya, tidur dengan posisi yang keliru dapat mengakibatkan kerusakan pada tubuh. Nabi saw. Selaku panutan para ummat Islam telah mencontohkan bagaimana posisi tidur yang baik. Al-Barra’ bin Raghib meriwayatkan hadist:

إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ، فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلاةِ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الأَيْمَنِ، ثُمَّ قُلْ: اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إلا إِلَيْكَ، اللَّهُمَّ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ، وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ، فَإِنْ مُتَّ مِنْ لَيْلَتِكَ، فَأَنْتَ عَلَى الفِطْرَةِ، وَاجْعَلْهُنَّ آخِرَ مَا تَتَكَلَّمُ بِهِ

Apabila kalian hendak tidur, berwudhuklah untuk solat kemudian berbaringlah diatas rusuk sebelah kananmu(menghadap kanan) dan membaca doa allahumma aslamtu wajhi ilaika wa fawwadtu amri ilaika, wa alja’tu dhahri ilaika, raghbatan wa rahbatan ilaika, la malja’a wa la manja minka illa ilaika. Allahumma amantu bikitabika alladzi anzalta, wa binabiyyika alldzi arsalta, fa in mutta min lailatika, fa anta alal fitrah, waj’alhunna akhira ma tatakallama bihi.”[1]

Syekh Zakariya berkomentar dalam kitabnya Manhat al-Bari bi Syarhi Sohih Bukhari bahwa wudhu’ sebelum tidur disunnahkan agar amal perbuatan pada hari tersebut ditutup oleh amal yang baik yakni wudhu’.

Khudaifah juga meriwayatkan hadist mengenai tidurnya Nabi saw, “Apabila telah malam, Nabi tidur seraya meletakkan tangannya dibawah pipi kemudian berdoa allahumma bismika amutu wa ahya, apabila telah bangun tidur beliau berdoa alhamdulillahi alladzi ahyana ba’da ma amatana wa ilaihin nusyur.”

Baca Juga:  Ujian Keimanan itu Bernama Corona

Rasulullah saw tidur dengan meletakkan tangan dibawah pipi. Terlepas dari kesunnahan, pada zaman Rasulullah saw masih tidak ada bantal. Faktanya, tidur dengan posisi tersebut bisa mendatangkan banyak manfaat untuk tubuh.

Yang dimaksud dengan meletakkan tangan dibawah pipi yakni meletakkan tangan kanan dibawah pipi kanan. Menurut medis tidur dengan meletakkan tangan dibawah pipi dapat membuat posisi kepala, leher, dan punggung tercipta garis lurus. Sedangkan tidur menghadap kanan dapat menurunkan sistem saraf sehingga detak jantung dan tekanan darah bisa menurun, mengurangi kegagalan fungsi jantung sebab saat tubuh miring ke kanan membuat jantung kiri tidak tertindih bagian organ yang lain.

[1] Zakariya al-Ansari, manhat al-Bari Syarah Sahih Bukhari, jus 10, hal 553

Bagikan Artikel ini:

About Laila Farah

Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo

Check Also

tertawanya rasulullah

Tertawanya Rasulullah saw

Tertawa adalah respon normal manusia ketika merasa senang dang bangga. Namun tekadang, tawa juga merupakan …

tata cara minum

Tata Cara Minum ala Rasulullah Saw

Agama Islam adalah agama sempurna. Semua gerak-gerik manusia dari hal kecil sampai besar telah tercantum …