holywings
holywings

Tutup atau Buka Holywings demi 2850 Karyawan Muslim?

Holiwyngs kini tengah menjadi perbincangan publik lantaran karyawannya yang terlibat dalam kasus penistaan agama saat mempromosikan minuman keras secara gratis, minuman tersebut gratis hanya bagi orang yang bernama Muhammad dan Maria. Holywings sendiri merupakan perusahaan yang menaungi beberapa gurita bisnis di Indonesia seperti bisnis beer house, lounge, dan klub malam.

Terdapat pro-kontra mengenai ditutupnya bisnis ini sebagian memaksa untuk menutup dan sebagian lagi mendukung untuk melanjutkan dengan dalil terdapat 2ribu lebih pekerja muslim yang terancam menjadi pengangguran. Lantas bagaimana Islam menanggapi permasalah ini?

Menjadikan sebuah pekerjaan yang haram sebagai alasan bertahan hidup bukanlah hal yang tepat, pasalnya kita semua telah mengetahui bahwa agama islam melarang ummatnya mengkonsumsi minuman keras (miras). Minuman keras dalam Islam disebut dengan Khamr, jika seseorang kehilangan kesadarannya maka dapat membuat ibadah yang dilakukan menjadi tidak sah. Dalam al-Quran maupun Hadist terdapat larangan mengenai keharaman minum khamr yakni dalam surat an-Nisak ayat 43:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu solat sedang kamu dalam keadaan mabuk sehingga mengerti apa yang kamu ucapkan…”

Rasulullah saw juga pernah bersabda:

Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya mengharamkan jual beli khamr, bangkai, babi, dan patung.”

Tidak hanya penjual khamr yang mendapatkan dosa melainkan juga orang yang melayani transaksi tersebut termasuk pelayan dan pekerja. Rasulullah saw bersabda:

Allah melaknat khamr, orang yang meminum khamr, orang yang menuangkannya, penjualnya, pembelinya, orang yang memerasnya, orang yang mengantarkan, dan orang yang meminta diantarkan.” HR. ahmad

Dalam hadist diatas sudah jelas bahwa orang yang tidak meminum khamr namun terlibat dalam kegiatan tersebut juga ikut menanggung dosa. Jadi penutupan holywing merupakan langkah yang baik untuk menyelamatkan saudara sesama muslim dari pebuatan yang buruk dan perolehan harta yang haram, karena mengkonsumsi makanan dari barang yang haram dapat menyebabkan doa-doa menjadi sia-sia dan mendatangkan hal buruk pada dirinya.

Baca Juga:  Hakikat Kafir Menurut Asghar Ali Engineer

Rasulullah saw bersabda

tidaklah yang baik itu mendatangkan sesuatu kecuali yang baik pula”

Secara tidak langsung hadist tersebut mengatakan hal yang buruk akan mendatangkan keburukan pada dirinya sendiri. Jadi penutupan kegiatan tersebut tentulah menjadi kesempatan yang bagus untuk mencari rezeki yang baik.

 

Bagikan Artikel ini:

About Laila Farah

Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo

Check Also

baju lebaran

Tradisi Membeli Baju Lebaran, Benarkah Dianjurkan dalam Islam?

Membeli baju baru ketika hari raya sudah menjadi hal yang umum bagi umat muslim. Pusat …

wasiat rasulullah

Wasiat Rasulullah saw Lima Hari Sebelum Wafat (1)

Kisah rasulullah saw semasa hidup selalu menarik untuk dikaji karena apapun perbuatannya pasti baik untuk …