Dakwah Bil Hikmah, Bukan Amarah

Khutbah Pertama

اَلْحَمْدُ لله الَذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ وَهَدَانَا إلَى صِرَاطِ الْمُسْتَقِيْمِ صِرَاطِ الَذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَاالضَالِّيْنَ اَشْهَدُ اَنْ لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ اَلْمَالِكُ الْحقُّ الْمُبِيْنُ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًارَسُوْلُ الله صَادِقُ الْوَعْدِ الْاَمِيْنِ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا محمدٍ فِى الْاَوَّلِيْنَ وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا محمدٍ فِى اْلاَخِرِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ اَمَّا بَعْدُ فَيَا اَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوااللهَ تَعَالَى حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَاتَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ وَاَخْلِصُوْا لَهُ الْعِبَادَةَ فَقَدْ اَفْلَحَ مَنْ اَخْلَصَ اَعْمَالَهُ لِهَِّى

Hadirin Sidang Jumat yang dimuliakan Allah SWT

Marilah kita bersama sama meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmatnya sehingga kita semua dapat melaksanakan sholat jumat dan tak lupa khatib berwasiat kepada diri sendiri khususnya dan kepada jamaah sholat jumat sekalian yang dimuliakan Allah SWT.

Sidang jumat yang dimuliakan Allah SWT.

Pada kesempatan yang mulia ini, khatib akan membahas tentang cara berdakwah dalam tuntunan agama. Mengapa kita merasa perlu untuk membahas cara berdakwah yang baik dan sesuai dengan tuntunan agama? Karena akhir-akhir ini seringkali kita mendapati mimbar-mimbar khutbah jumat banyak dipenuhi oleh ujaran kebencian, caci maki terhadap satu golongan dan lainya. Perilaku demikian sudah sangat jauh dari gambaran tindakan yang dianjurkan dalam agama Islam dan bahkan telah melenceng dari tuntunan dakwah agama yaitu dakwah bil hikmah.

Allah SWT telah memberikan rambu-rambu yang sangat jelas tentang bagaimana ajaran Islam harus disampaikan, seperti dalam surah An-Nahl : 125.

ادْعُ إِلِى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Q.S. An-Nahl :125).

Betapa tidak mudah untuk menjadi seorang pendakwah, karena harus menguasai ilmu alat seperti mantiq, Balahaqhoh, nahwu dan Shorof sehingga dapat menyampaikan kajian ilmu secara baik dan komprehensif. Namun, sekarang ini semakin sering kita dapati orang yang kemampuan keilmuannya masih belum berkualitas dan harus banyak belajar, bahkan belajarnya hanya melalui mbah kiai google namun telah diberikan label seorang ustadz dan menjadi penceramah di beberapa masjid ataupun pengajian-pengajian umum. Akibatnya bermodal ilmu yang masih belum mumpuni berbicara atas nama agama yang penting berbicara mengadu domba, menyebarkan hoax dan kebencian yang dikemas seolah-olah itu merupakan tuntunan agama yang benar.

Padahal pada ayat di atas secara jelas memerintahkan kepada setiap pendakwah atau pun khatib untuk menyampaikan pesan agama haruslah dengan tutur bahasa yang baik, mempunyai keilmuan yang mumpuni dan komprehensif, tidak boleh menghujat dan mencaci maki, karena sesungguhnya kita hanya mempunyai kewajiban menyampaikan bukan memaksa terlebih dengan cara-cara kekerasan.

Nabi Muhmmad Saw dalam sebuah hadist juga memberikan batasan yang jelas tentang bagaimana seorang pendakwah harus menyampaikan pesan-pesan agama.

Dari abu sa’id Al-khudri ra. Berkata, “aku mendengar Rasululla saw. Bersabda, “Barang siapa melihat kemungkaran di lakukan di hadapannya, maka cegahlah dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lidahnya. Jika tidak mampu maka cukup dengan hatinya. Dan itu adalah selemah-lamahnya iman.” (Muslim, Tirmidzi, Ibnu Majah, Nasa’i-At-targhib).

Sidang jumat yang dimuliakan Allah SWT.

Nabi Muhammad Saw sebagai rasul terakhir yang diutus kedunia bukan untuk memaksakan umat manusia namun lebih sebagai pembawa kabar kegembiraan bagi seluruh alam. dan tentulah dalam menyampaikan pesan gembira haruslah dengan hati yang riang gembira dan tutur bahasa yang halus sehingga yang mendapatkan kabar akan menjadi lebih senang dan dengan serta merta akan ikut tanpa dipaksakan.

Sebagaimana firman Allah SWT.

“Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.” (QS. Saba’: 28)

Seringkali kita mendapati seorang penceramah di atas mimbar bukan sebagai pembawa pesan gembira, namun lebih sering menjadi pengadil dan pengancam bahwa seolah-olah persoalan hidup hanya persoalan hitam dan putih saja. Oleh karenanya edukasi literasi dakwah didukung dengan penguasaan ilmu keagamaan secara komprehensif menjadi penting bagi para penceramah agar tidak tersesat dan menyesatkan.

Sidang jumat yang dimuliakan Allah SWT

Dalam menyampaikan dakwah haruslah disertai dengan ketenangan jiwa dan rasa yang riang gembira, berserah diri sepenuhnya kepada Allah SWT. Seorang pendakwah juga tidak boleh emosi, menjelekkan sebagian golongan dari golongan lainya terlebih memaksakan kehendaknya, karena sesungguhnya tidak ada seorangpun yang mampu mengetahui siapakah yang Allah berikan petunjuk dan hidayah untuk menjadi bagian dari orang-orang mu’min.

Allah SWT kembali menegaskan bahwa tidak boleh adanya pemaksaan dalam surah Al-Qasas : 56.

إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَن يَشَاءُ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (Q.S. Al-Qashash [28]: 56)

Sidang jumat yang dimuliakan Allah SWT.

Semoga kita semua termasuk menjadi orang-orang yang diberikan petunjuk dan hidayah oleh Allah SWT, sehingga kita termasuk dalam golongan mu’min yang nantinya akan dikumpulkan bersama para kekasih Allah dan semoga kita semua mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad Saw dan berkumpul bersama nabi dan para sahabat di hari akhir kelak.

 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِى الْقُرْاَنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنَا وَاِيَّاكُمْ بِالْاَيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ فَاسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لله حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا اَمَرَ. اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ اِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ وَ كَفَرَ. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ وَ حَبِيْبُهُ وَ خَلِيْلُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ وَ الْبَشَرِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَ اَصْحَابِهِ وَ سَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا

اَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ الله اِتَّقُوْا الله وَاعْلَمُوْا اَنَّ الله يُحِبُّ مَكَارِمَ الْأُمُوْرِ وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ.قال الله تعالى فى القران الكريم اعوذ بالله من الشيطان الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ وَ سَلَّمْتَ وَ بَارَكْتَ عَلَى سيدنا اِبْرَاهِيْمَ وَ عَلَى اَلِ سيدنا اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ وَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ الْأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ وَ قَاضِيَ الْحَاجَاتِ. رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْهَدَيْتَنَا وَ هَبْلَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا لَا تَجْعَلْ فِى قُلُوْبِنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ اَمَنُوْا رَبَّنَا اِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ. رَبَّنَا هَبْلَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَ ذُرِّيَّتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَ اجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا. رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ الله! اِنَّ الله يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَ الْإِحْسَانِ وَ اِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَ يَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَ الْمُنْكَرِ وَ الْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَّكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوْا الله الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَ اشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَ لَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ

 

Comment

LEAVE A COMMENT