Penangkapan anjing sampai mati
Penangkapan anjing sampai mati

Viral Video Penangkapan Anjing Sampai Mati, MUI Tegaskan Ajaran Islam Tak Mengenal Penyiksaan Hewan

Jakarta – Sebuah video penangkapan seekor anjing untuk dipindahkan dari Pulau Banyak, Aceh Singkil, sedang viral di media sosial. Penangkapan tersebut dikritik warganet, karena diduga dilakukan dengan cara yang tidak tepat sehingga menyebabkan hewan tersebut mati.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Sholahuddin Al-Aiyub merasa perlu menjelaskan masalah itu. Menurutnya, ajaran Islam tidak mengenal penyiksaan kepada hewan, termasuk untuk hewan anjing.

Umat Muslim diajarkan untuk mengasihi semua makhluk dan penyiksaan terhadap hewan apapun adalah pelanggaran terhadap aturan Allah SWT dan Rasul-Nya.

“Islam mengajarkan agar kita ini berperilaku baik termasuk kepada semua binatang. Innnallah kataba al-ihsana ala kuli syai’, sesungguhnya Allah mewajibkan al-ihsan atau  berperilaku baik terhadap segala sesuatu,” jelas KH Sholahuddin Al-Aiyub dikutip dari laman Republika.co.id, Minggu (24/10/2021).

Dia memberi contoh dengan cara Islam memotong hewan kurban yang memiliki berbagai rambu-rambu sebelum melaksanakannya. Seperti tidak boleh memotong dengan pisau tumpul yang akan menyiksanya, hingga memperlihatkan proses pemotongan kepada hewan sembelihan lain.

Kiai Sholahuddin juga menuturkan terkait kisah seorang Muslim yang dianjurkan untuk memberi air untuk seekor anjing yang kehausan, ketimbang dipakai untuk berwudhu. Contoh-contoh ini disebutnya merupakan bukti bahwa Islam mengajarkan untuk berperilaku baik kepada hewan apapun.

“Itu tanda bahwa ajaran islam sangat menganjurkan untuk kita ar-rifqu bil hayawan, untuk berperilaku lembut kepada hewan. Dalam konteks itu, dikatakan walau dengan anjing. Ini adalah ajaran Islam,” katanya.

Ia menambahkan, meskipun peristiwa ini telah viral dan banyak yang menyalahkan tindakan pemerintah setempat, Kiai Sholahuddin berharap agar ada upaya tabayun atau klarifikasi untuk memperjelas masalah ini. Hal ini penting agar tidak timbul dugaan-dugaan lain hingga menyalahkan ajaran Islam atas masalah ini.

Baca Juga:  Cerita Rudy, Anak Asal Amerika Mualaf di Usia 9 Tahun

“Penilaian terhadap berita yang muncul di media sosial itu memang jangan direspon begitu saja tanpa kita melakukan tabayun atau klarifikasi. Apakah betul, apa yang terjadi atau apa yang diberitakan sesuai dengan yang terjadi di lapangan?. Atau apa betul itu (penyiksaan) memang merupakan kebijakan dari pemerintah daerah sana,” tuturnya.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Dir Cegah BNPT Brigjen R Ahmad Nurwakhid di Universitas Pembangunan Panca Budi

Doktrin Kelompok Radikal Selalu Benturkan Agama dan Budaya, Agama dan Pancasila

Medan – Radikalisme adalah paham yang menjiwai semua aksi terorisme. Mereka selalu mendoktrin, membenturkan agama …

ilustrasi al quran

Khutbah Jumat – Menjalani Kehidupan Dalam Tuntunan Agama

Khutbah I اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ …