corona tentara allah
corona tentara allah

Virus Corona dari Narasi Tentara Allah Hingga Kepanikan Massal

Virus corona memang telah menyedot perhatian semua negara. Berbagai tafsir muncul dari virus corona sebagai tentara Allah hingga informasi lain yang memunculkan kepanikan massal.


Kehadiran virus corona (Covid-19) sungguh menggetarkan dan mengkhawatirkan banyak negara. Berawal dari Wuhan, wabah ini telah menyebar berbagai belahan dunia. Indonesia pun kena imbas dari penyakit yang membahayakan ini. Satu orang yang positif corona telah meninggal.

Sejak muncul pada akhir tahun 2019 di Cina, virus ini memang telah menjadi perhatian dunia internasional. Masyarakat menangkapnya sebagai teror baru yang bisa menyerang siapapun. Kepanikan muncul disertai oleh oknum-oknum penyebar informasi bohong yang turut meramaikan.

Virus corona telah menjadi sebuah fenomena baru yang memiliki banyak dimensi. Kadangkala ia diletakkan pada aspek reliji dengan narasi yang berbeda-beda. Dari narasi ujian, cobaan, hukuman bahkan seperti Ustad Abdul Soman (UAS) pernah mengatakan sebagai tentara Allah.

Da’i sejuta viewer ini memang cukup banyak digemari dan selalu ditunggu-tunggu. Setelah sebelumnya pernah mengharamkan catur dan menjelaskan hukumnya secara detail, UAS pun ikut mengambil tafsir atas virus corona adalah sebagai tentara Allah untuk menyelematkan muslim Uighur. Tentu saja, petikan ceramah ini mengena emosi karena sesuai dengan konteksnya. Tapi apakah sesuai dengan kebenarannya? Itu persoalan lain.

Menjelaskan persoalan corona tentu harus dengan pendekatan yang baik dan bermanfaat. Baik artinya apakah penjelasan itu memenuhi standar obyektif dan ilmiah. Bermanfaat apakah penjelasan itu bisa memberikan manfaat kepada orang lain.

Penjelasan baik dan bermanfaat itu bukan tidak berarti mengabaikan pertimbangan spiritual dan keagamaan dalam melihat suatu peristiwa. Penjelasan agama dalam kasus musibah dan bencana juga penting untuk menumbuhkan sikap yang konstruktif.

Baca Juga:  Menyoal Posisi Tradisi dalam Islam

Kesalahan menjelaskan fenomena medis ini dalam kacamata yang berbeda akan melahirkan tafsir-tafsir yang menakutkan. Informasi yang disebar dengan bumbu hoax dan menakut-nakuti justru melahirkan kepanikan massal. Orang berbondong membeli barang dan menimbun masker.

Arab Saudi pun menutup pelaksanaan ibadah umroh bukan karena takut tentara Allah ini menyerang kota suci, tetapi melindungi warga negaranya dari wabah menakutkan ini. Kepentingan negara dikedepankan dari pada pelaksanaan ibadah. Tentu saja tentara Allah tidak sekejam itu hingga ibadah umroh pun harus ditangguhkan.

Virus corona sudah menjadi momok yang menakutkan dan liar diberitakan. Jika tidak diimbangi dengan pemberian informasi yang tepat dan bermanfaat kehadiran virus ini justru hanya melahirkan kepanikan massal bukan sikap kewaspadaan.

Memberikan informasi yang mencerahkan menjadi sangat penting di tengah masyarakat yang harus informasi tentang kebenaran. Informasi bohong dan tafsir tendensius tidak layak disebar yang justru melahirkan sikap tidak produktif dan kepanikan.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

KH Cholil Nafis

Kiai Cholil: Khotbah Yang Baik Tak Terlalu Panjang dan Salatnya Yang Lebih Lama

Jakarta – Wadah Silaturrahmi Khatib Indonesia (Wasathi) mewacanakan usulan khotbah di masjid-masjid di seluruh Indonesia …

Rashad Hussain

Rashad Hussain, Muslim Pertama Yang Dinominasikan Presiden Biden Jadi Dubes Amerika Untuk Kebebasan Beragama

Washington DC – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menominasikan Rashad Hussain sebagai Duta Besar …