waraqah
waraqah

Waraqah : Pendeta Pertama yang Mengakui Kenabian Muhammad

“Jangan kalian mencela Waraqah, karena sungguh saya melihat beliau mendapat satu atau dua surga.” (HR. Al-Hakim, dinilai Shahih oleh beliau, Imam Dzahabi dan Al-Albani)

Ialah Waraqah bin Naufal bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushoi Al-Qurosyi Al-Asadi. Dia adalah tokoh Nasrani, namun beliaulah yang menemani Nabi Muhammad di awal-awal kenabiannya. Ia adalah anak dari seorang paman Khadijah istri Rasulullah.

Apakah Waraqah pada akhirnya memeluk Islam atau tidak? Memang ada perdebatan. Ada yang mengatakan ia telah masuk Islam dan ada yang mengatakan tidak karena sudah wafat sebelum Nabi memulai dakwah. Namun, penting dicatat Waraqah adalah orang yang pertama membenarkan dan mendorong Nabi Muhammad untuk terus berjuang karena itu adalah bagian dari kebenaran yang sesungguhnya.

Waraqah tentu bukan bagian dari sahabat Nabi, namun ia pembenar dan penguat pertama cerita kenabian ketika tidak ada informasi apapun di tengah masyarakat tentang kedatangan seorang Nabi. Waraqah adalah intelektual Kristen yang memahami al-Kitab dan menyadari inilah utusan yang ditunggu.

Waraqah ibn Naufal yang memiliki keterbatasan penglihatan setelah ia memasuki usia senja. Namun beliau memiliki kelebihan memahami Kitab Injil dan menulis dalam bahasa Ibrani. Ketika Nabi Muhammad menerima wahyu dari Allah untuk pertama kali, beliau memutuskan untuk berkonsultasi dengan saudara sepupu dari istrinya tersebut. Keterbatasan fisik berupa penglihatan sama sekali tidak mengurangi rasa hormat Nabi Muhammad.

Konsultasi Nabi Muhammad kepada Waraqah

Dari Aisyah Ummul-mukminin ra. ketika Nabi menerima wahyu yang pertama di Gua Hira’, beliau merasa berat dan sangat ketakutan. Kemudian, Khadijahpun berusaha menghibur istrinya tersebut dan berkata, “Tidak perlu berat dan takut, Demi Allah, Allah tidak akan merendahkan engkau selamanya, (karena) sungguh engkau senantiasa menyambung kasih sayang (silaturrahim), menanggung beban berat orang lain, memberi pekerjaan bagi yang menganggur (memberdayakan yang tuna), menghormati tamu, dan menolong orang-orang yang berhak ditolong”. (HR. Bukhari)

Setelah Nabi terlihat agak tenang, Khadijah mengajak Nabi Muhammad untuk menemui Waraqah saudara sepupunya yang mampu menguasai kitab-kitab suci terdahulu, khususnya kitab Nasrani dan juga Yahudi. Waraqah merupakan salah satu penganut agama yang lurus dan Syariah dari Nabi Ibrahim.

Bertemulah mereka di rumah Waraqah, Nabi mulai menceritakan peristiwa turunnya wahyu pertama di Gua Hira tersebut. Betapa kagetnya Waraqah atas penuturan Nabi Muhammad. Dalam hadist sahih bukhari, Waraqah berkata kepada Nabi:  “(Yang menyampaikan wahyu) inilah Namus (Malaikat Jibril) yang juga telah datang menyampaikan wahyu kepada Nabi Musa as. Waraqah menegaskan: “Jika pada saat nanti aku masih ada dan hidup, ketika kaummu mengusirmu (dari negeri Mekah, pasti aku akan menolong engkau Muhammad).

Baca Juga:  Belajar Cinta Kepada Julaibib: Sahabat Buruk Rupa dengan Bekal Takwa

Nabi saw. mengatakan: “Apakah mereka akan mengusirku?” Waraqah berkata: “Ya, benar, tak satu pun orang yang datang dengan membawa wahyu Allah seperti yang engkau bawa, pasti akan dimusuhi kaumnya. Jika aku masih bertemu dengan hari itu, pasti aku akan menolongmu dengan sekuat tenaga”. Tidak lama kemudian, Waraqah wafat dan wahyu terhenti sementara.

Waraqah Masuk Islam?

Waraqah merupakan sosok yang dekat dengan ilmu, dia tidak mudah goyah akan keyakinan yang ia miliki. Tidak seperti kaum Quraisy yang lainnya, ia memilih tetap mengimani agama yang dibawa oleh Nabi terdahulu dengan cara memperdalam ilmu agamanya dengan pergi ke berbagai negeri dan kota untuk menambah wawasannya tentang agama Allah.

Dengan dukungan Waraqah, Nabi Muhammad mampu mendorong dan menghilangkan rasa gelisah yang sempat menyelimutinya. Keterangan yang diutarakan oleh Waraqah mampu mengurangi kekhawatiran Nabi Muhammad. Waraqah kemudian memperingatkan tugas kenabian akan sangat berat. Seperti Nabi besar sebelumnya, mereka selalu tidak mendapat tempat semestinya dalam masyarakat. Meski begitu, selama ia hidup, ia akan terus mengabdikan hidupnya kepada Nabi Muhammad dengan cara menolong dan melindunginya.

Tak lama setelah Waraqah meyakini dan mendukung Nabi Muhammad, Waraqah meninggal dunia. Waraqah bin Naufal wafat pada tahun 610 M. Banyak riwayat yang menunjukkan bahwa Waraqah merupakan ahli surga.

Nabi Muhammad bersabda, “Kemudian Waraqah meninggal (tak lama setelah meyakini kenabian Muhammad), maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku melihat sang pendeta (Waraqah bin Naufal) di surga mengenakan baju hijau.” (Imam Ibnu Abi Syaibah, al-Mushannaf, Beirut: Darul Qiblah lil-Tsaqafah al-Islamiyyah, 2006, juz 20, h. 233).

Bagikan Artikel ini:

About Ernawati

Avatar of Ernawati

Check Also

hoaks helikopter tni

Viral Video Helikopter TNI Bawa Bendera China, Muslim Cerdas Jangan Mau Dibodohi dan Diadudomba dengan Hoaks

Tidak habis pikir apa yang ada di otak para pembuat hoaks dengan mengerahkan tenaga dan …

millah ibrahim

Doktrin Millah Ibrahim : Tidak Ada Korban Manusia untuk Memuja Tuhan

Apa itu millah Ibrahim? Millah adalah pedoman hidup yang berupa aturan dan ajaran demi demi …