buka puasa
buka puasa

Berbukalah dengan yang Manis : Hadist atau Iklan?

Di bulan suci Ramadan akan sangat familiar di telinga kita dengan kata-kata “berbukalah dengan yang manis”. Dari manakah ungkapan ini bersumber, iklan atau memang ada anjuran sunnah dari Rasulullah?

Ungkapan berbukalah dengan yang manis ternyata dahulu dipopulerkan oleh iklan minuman di TV saat bulan Ramadan tiba. Dalam kitab hadist maupun fiqih, tidak ada hadist yang menerangkan akan ungkapan tersebut. Namun tak sedikit orang menganggap ungkapan tersebut sebagai bagian dari hadist Rasulullah.

Banyak orang yang berfikir bahwa, ungkapan di atas berasal dari hadits Rasulullah. Dari Salman bin Amir ra, Rasulullah bersabda, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka dengan kurma basah (ruthab), jika tidak ada ruthab maka berbuka dengan kurma kering (tamr), jika tidak ada tamr maka minum dengan satu tegukan air” (HR. Ahmad, Abu Dawud, sanadnya shahih).

Memang kurma (baik ruthab maupun tamr) adalah jenis makanan manis, namun jika keduanya tidak ada maka minumlah air putih yang jelas tidak terasa manis. Dalil ini membuktikan bahwa, tidak ada sunnah berbuka dengan yang manis-manis. Jadi hadist diatas tidak ada hubungannya dengan sesuatu yang manis, karena Rasulullah berbuka dengan kurma yang segar dan jika tidak ada kurma maka berbuka dengan air putih.

Namun, memang ada salah satu hadist dari Aisyah istri Rasulullah yang berkata, “Minuman yang paling disukai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ialah yang dingin dan manis.” (HR Ahmad & At Tirmidzi, shahih). Namun, bukan berarti apa yang dikatakan dalam hadist ini menjadi penegasan bagi sunnahnya berbuka puasa dengan yang manis-manis.

Kita tahu bahwa Rasulullah merupakan seorang figur kesederhanaan yang jauh dari kesan mewah. Di zaman Rasulullah hidup, kita juga tahu belum ada yang namanya kulkas yang dapat menghasilkan air dingin. Jadi yang dimaksud dingin dan manis di sini ialah air yang bersumber dari mata air langsung atau air campuran dari madu dan rendaman kurma dan kismis.

Baca Juga:  Berislam Secara Kaffah dengan Mengawinkan Ilmu dan Hikmah

Dingin dan manis yang di maksud olah Aisyah ra merupakan minuman yang bersumber dari bahan yang alami, bukan dengan pemanis buatan yang banyak kita jumpai di jaman sekarang. Dan manfaat air putih supaya terjadi penggelontoran saluran pencernaan sebelum makanan masuk ke dalam tubuh kita.

Selain itu pula, jika kita minum air putih terlebih dahulu, kita akan cukup merasa kenyang dan membuat kita makan secukupnya saja. Dengan begitu, perut tidak akan buncit karena saluran pencernaan baik dan kita dapat mencegah mengonsumsi makanan degan berlebihan.

Terkait dari iklan minuman yang banyak muncul sebagai tagline, memang banyak yang mengira ini adalah anjuran dalam Islam. Merujuk pada kalimatnya yang simpel dan mengena, citra yang dimunculkan dari iklan tersebut juga bagus, dan mampu menganggap pesan dalam iklan tersebut memang benar.

Karena alasan inilah, akhirnya banyak orang yang kemudian memilih untuk berbuka dengan minuman yang manis. Banyaknya pilihan menu seperti es teh manis, es kelapa muda, es sirup, kolak pisang menjadi surganya mereka yang sedang berbuka puasa. Istilah manis sebagai qiyas dari kurma yang memang memiliki rasa manis. Tetapi apakah kurma dengan keutamaannya bisa disepadankan dengan yang manis-manis? Atau kita cukup dengan sekedar air putih?

Berbuka puasa dengan hal minuman atau makanan yang mengandung pemanis buatan bukan sesuatu yang tanpa masalah. Meng onsumsi makanan dan minuman yang manis ketika berbuka puasa dapat memicu penurunan kadar gula darah yang dapat membuat tubuh lemas dan jika di konsumsi terus menerus akan meningkatkan resiko diabetes.

Karena itulah, penting bagi umat Islam untuk berpuasa dengan cara sehat. Jika memang tidak menemukan kurma atau makanan dengan pemanis yang alami, tidak usah memaksakan diri dengan mengkonsumi makanan dan minuman dengan pemanis buatan yang cenderung berbahaya bagi tubuh. Cukuplah anjuran Rasulullah dengan air putih. Manfaatnya lebih besar dari pada makanan dan minuman pemanis buatan.

Baca Juga:  Ini Enam Tanda Kebodohan Seseorang

Wallahu a’lam

Bagikan Artikel ini:

About Imam Santoso

Avatar of Imam Santoso

Check Also

akhlak rasulullah

Tiga Akhlak Rasulullah sebagai Teladan dalam Kehidupan Berbangsa

Rasulullah merupakan suri tauladan dan cerminan pribadi yang memiliki akhlak yang baik. Beliau merupakan contoh …

pola makan

Hidup Sehat ala Rasulullah : Pentingnya Menjaga Pola Makan

“Makan sebelum lapar, berhenti makan sebelum kenyang.” Inilah salah satu hadist yang sangat populer yang …