Keutamaan, Amalan dan Doa di Malam 27 Rajab

1
4083
malam 27 rajab

Isra’ Mi’raj adalah peristiwa mulia dan suci yang terjadi pada tanggal 27 rajab. Peristiwa ini menjadi momentum banyak hal baik bagi Nabi dan umatnya. Lalu apa keistimewaan malam 27 Rajab yang saat ini bertepatan dengan 22 Maret 2020.

Rasulullah melewati malam itu dengan pengalaman spiritual yang luar biasa. Menjalani peristiwa yang di luar batas nalar akal. Bertemu langsung dengan Allah untuk mendapatkan perintah shalat.

Tentu malam 27 Rajab bukan malam biasa. Malam sejatinya penuh nuansa spiritual perjumaan hamba dengan Allah. Karena itulah, patut tidak dilewatkan untuk selalu bermunajat, berdzikir dan berdoa.

Imam Ghazali, dalam Ihya’ Ulumuddin menulis:

اعلم ان الليالى المخصوصة بمزيد الفضل التي يتأكد فيها استحباب الاحياء في السنة خمس عشرة ليلة…وليلة سبع وعشرين منه وهي ليلة المعراج… فمن صلى في هذه الليلة اثنتى عشرة ركعة يقراء في كل ركعة فاتحة الكتاب وسورة من القران ويتشهد في كل ركعتين ويسلم

Artinya: “Perlu diketahui,.. sesungguhnya terdapat malam-malam khusus yang memiliki keutamaan lebih dibandingkan malam yang lain yang dianjurkan untuk menghidupkanya. Dalam satu tahun ada 15 malam.. salah satunya adalah malam 27 Rajab, yakni malam di mana Nabi melakukan Isra’ dan Mi’raj. Siapa yang melakukan shalat pada malam tersebut sebanyak 12 rakaat, dan pada setiap rakaatnya membaca surat al-Fatihah dan salah satu surat dari al-Qur’an, bertasyahud dalam dua rakaat dan salam.

Kemudian membaca:

سُبْحَانَ اللّهِ والحمد لله ولا اله الا الله اكبر

100 kali

Istigfar 100 kali dan shalawat 100 kali

Setelah itu, lanjut Imam Ghazali, berdoa sesuai hajat masing-masing.

ويدعو لنفسه بما شاء من امر دنياه واخرته ويصبح صائما فإن الله يستجيب دعائه كله الا أن يدعو في معصية

Artinya: “kemudian terus berdo’a untuk dirinya apa saja yang di kehendaki mulai dari urusan dunia maupun urusan ahirat, dan pagi harinya berpuasa, maka Allah akan mengijabah do’anya semuanya kecuali do’a untuk maksiat(dosa)”.

Sedangkan al-Arif Billah Sayyidi Imam Muhammad Bin Abdul Wahid al Nazhifiy (1270 H-1366 H) salah satu ulama kharismatik yang menjadi khalifah besar dalam Thariqah Tijani yang mendapat gelar al ‘Allamah al Auhad (orang yang memilki banyak ilmu yang jarang sekali tandingannya) mengungkap doa khusus malam dua puluh tujuh bulan Rajab.

Beliau menulis, “Siapa saja yang membaca doa di bawah ini pada malam 27 Rajab, maka dengan izin Allah  akan diijabah segala doanya, diangkat kedudukannya dan dihidupkan hatinya dengan aneka kebaikan”. Doa tersebut adalah:

 اللهم  اِنِّي أَسْأَلُكَ بِمُشَاهَدَةِ أَسْرَارِ الْمُحِبِّيْنَ، وَبِالْخَلْوَةِ الَّتِي خَصَّصْتَ بِهَا سَيِّدَ الْمُرْسَلِيْنَ، حِيْنَ أَسْرَيْتَ بِهِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِيْنَ، أَنِ ارْحَمْ قَلْبِي الْحَزِيْنَ، وَتُجِيْبَ دَعْوَتِي يَا أَكْرَمَ اْلأَكْرَمِيْنَ.

Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan keagungan diperlihatkannya rahasia-rahasia para ahlul mahabbah dengan kemulian khalwat (pertemuan tersembunyi) yang hanya Engkau berikan kepada Nabi Muhammad pemimpin para Rasul ketika Engkau berikan kesempatan kepada beliau pada malam 27 Rajab, berikanlah hatiku yang sedang galau akan kasih sayang-Mu serta kabulkan doa-doaku, Wahai yang Maha memiliki kedermawanan.”

Imam al-Arif Billah Sayyidi Muhammad al-Arabiy Bin as-Saihiy As-Syarqiy (wafat tahun 1309 Hijriyah) dalam kitab Bughyatul Mustafid Syarh Munyatil Murid yang merupakan salah satu kitab utama dalam thariqah tijaniyah bahkan dikatakan kitab Bughyatul Mustafid ini sebagai kitab Bukhari Muslimnya pengikut thariqah tijaniyah. Beliau mengatakan:

وبما حباك بليلة الاسراء من ** سر وما شاهدت فيها من عجب

وبكل ما اوليته من سؤدد ** ومفاخر ما نالها من منتخب

Artinya: Dirimu Ya Rasulullah mendapat anugerah besar pada malam isra sehingga dapat melihat rahasia dan hal-hal spektakuler. Berbagai kemuliaan dan keagungan dari pemberian Allah yang sangat istimewa.

Di antara tanda orang mendapat hidayah dan taufiq dari Allah adalah ketika orang tersebut memiliki himmah (semangat) untuk memperbanyak ibadah di hari-hari atau malam-malam istimewa yang memiliki fadhilah besar.

Imam Muhammad Bin Said al-Bushairiy mengatakan:

واذا حلت الهداية قلبا *** نشطت للعبادة الاعضاء

Artinya; Apabila hidayah telah terpatri dalam hati seseorang, maka ia akan bergairah mengerjakan ibadah.

Dengan demikian, sudah sewajarnya bagi kita sebagai umat Islam untuk mengamalkan amalan-amalan di atas. Mengharap ridlo Allah dan apa yang manjadi hajat kita di dunia dan akhirat dikabulkan olehNya.

1 KOMENTAR

Comments are closed.