Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol R Ahmad Nurwakhid SE MM
Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol R Ahmad Nurwakhid SE MM

BNPT: Zain An Najah Alumnus Ngruki dan Dekat dengan Petinggi JI

Jakarta – Densus 88 Antiteror Polri menangkap anggota Komisi Fatwa MUI Ahmad Zain An Najah beserta dua orang lainnya sebagai terduga tindak pidana terorisme. Ketiga orang itu pun sudah ditetapkan tersangka berdasarkan bukti-bukti kuat, termasuk keterangan dari 28 terduga teroris dari Jamaah Islamiyah (JI) yang ditangkap di Lampung.

Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol. R. Ahmad Nurwakhid, SE, MM, mengatakah Zain An Najah merupakan alumnus Pondok Pesantren Al Mukmin milik eks narapidana teroris, Abu Bakar Ba’asyir.

“Ahmad Zain An Najah itu memang dia terkait dengan sebagai alumni Pesantren Al Mukmin, Ngruki, yang didirikan oleh Abu Bakar Ba’asyir dan Abdullah Sungkar,” ujar Ahmad Nurwakhid, Rabu (17/11/2021).

Nurwakhid menjelaskan Zain An Najah hingga Ustaz Farid Okbah memiliki jejak digital yang jelas. Mereka sering melakukan ceramah terkait dengan propaganda bahwa umat nonmuslim adalah teroris.

“Dulu kan juga jejak digitalnya jelas. Mereka rajin ceramah terkait dengan propaganda nonmuslim itu teroris. Di tahun 2019, dia juga pernah terkait dengan Abdul Hakim, mantan anggota ISIS yang sudah ditangkap itu,” tuturnya.

“Iya, dia (Ahmad Zain) juga terkait dengan petinggi JI juga, Abdurahman Ayub maupun Abdul Hakim,” sambung Nurwakhid.

Selain itu, lanjut Nurwakhid, Zain An Najah turut terlibat dalam yayasan amal milik JI, yakni Lembaga Amal Zakat Baitul Maal Abdurrahman Bin Auf (LAZ BM ABA). Dia diketahui dekat dengan sejumlah petinggi JI.

“Jadi intinya, kalau Densus 88 menangkap, itu bukan asal menangkap. Semuanya berdasarkan hukum, yaitu minimal dua alat bukti. Makanya sampai sekarang kan Densus 88 Antiteror itu kan sebagai institusi penegak hukum di bidang tindak pidana terorisme yang salah satu yang terbaik di dunia. Makanya kita jaga profesionalitas itu,” imbuhnya.

Baca Juga:  Izin Baru PAUD dan Rumah Tahfiz Dihentikan, Kemenag: Ditata Lagi

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) membenarkan Ahmad Zain An Najah yang ditangkap Densus 88 merupakan anggota Komisi Fatwa MUI. MUI langsung menonaktifkan Zain dari kepengurusan.

Keputusan itu tertuang dalam bayan Majelis Ulama Indonesia tentang Penangkapan Dugaan Tersangka Terorisme yang dikeluarkan pada Rabu (17/11). Keputusan itu ditandatangani oleh Ketua Umum MUI Miftachul Akhyar dan Sekjen Amirsyah Tambunan.

MUI juga menegaskan penangkapan Zain tidak terkait dengan MUI. MUI menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat penegak hukum.

“MUI berkomitmen dalam mendukung penegakan hukum terhadap ancaman tindakan kekerasan terorisme, sesuai fatwa MUI Nomor 3 Tahun 2004 tentang Terorisme,” lanjut keterangan dari MUI.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Dir Cegah BNPT Brigjen R Ahmad Nurwakhid di Universitas Pembangunan Panca Budi

Doktrin Kelompok Radikal Selalu Benturkan Agama dan Budaya, Agama dan Pancasila

Medan – Radikalisme adalah paham yang menjiwai semua aksi terorisme. Mereka selalu mendoktrin, membenturkan agama …

ilustrasi al quran

Khutbah Jumat – Menjalani Kehidupan Dalam Tuntunan Agama

Khutbah I اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ …