GP Ansor bertemu Paus Fransiskus

GP Ansor: Paus Fransiskus Bukan Hanya Pemimpin Agama, Tapi Simbol Perdamaian Dunia

Yogyakarta — Wafatnya Paus Fransiskus meninggalkan jejak harum atas dedikasi dan komitmennya dalam membela kemanusiaan. Paus Fransiskus dikenal sebagai pimpinan agama Katolik yang selalu menyuarakan perdamaian dan persatuan ditengah perbedaan agama. Karena itu, ia begitu dihormati dan dikagumi oleh seluruh umat beragama di muka bumi.

Sebagai penghargaan atas jasa-jasa Paus Fransiskus, Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) memberikan penghargaan spesial berupa plakat Penghormatan Martabat Kemanusiaan kepada Paus Fransiskus dalam acara Inaugurasi Ansor Istimewa di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU), Yogyakarta, pada Sabtu (26/04/2025).

Plakat tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum GP Ansor, H Addin Jauharudin, kepada Rm Fadjar Tedjo Soekarno, pegiat kerukunan dan kemanusiaan dari Keuskupan Malang.

Anugerah ini diberikan sebagai bentuk penghargaan GP Ansor kepada Paus Fransiskus, yang dikenang bukan hanya sebagai pemimpin agama Katolik, melainkan juga sebagai simbol perdamaian dunia.

“Ini adalah bentuk kecil cinta kasih Ansor untuk Bapak Paus Fransiskus. Beliau bukan hanya soal kepemimpinan agama, tapi simbol perdamaian dunia,” ujar Addin Jauharudinm dikutip dari Republika.co.id, Selasa (29/4/2025).

Plakat tersebut bertuliskan “Penghormatan Martabat Kemanusiaan Untuk Paus Fransiskus” dalam bahasa Indonesia, diikuti dengan terjemahannya dalam bahasa Italia: Il rispetto della dignita umana per Papa Francesco.

Anugerah ini menjadi bagian dari serangkaian acara Inaugurasi Ansor Istimewa, yang juga mencakup apel jaga ketahanan pangan, penanaman pohon, pelantikan Pengurus Wilayah GP Ansor DIY, serta penandatanganan kerja sama dengan berbagai mitra.

Menurut AM Putut Prabantoro, pendiri dan penasihat Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI), pemberian anugerah ini juga merupakan bentuk penghargaan atas persahabatan antara H Addin Jauharudin dan Rm Fadjar, yang terjalin melalui kunjungan mereka ke Vatikan untuk beraudiensi dengan Paus Fransiskus pada 21 Agustus 2024.

Dalam pertemuan tersebut, Paus Fransiskus memberikan pesan khusus agar GP Ansor terus menjadi lokomotif perdamaian.

Addin juga mengingatkan inisiatif Paus Fransiskus dalam mendorong gencatan senjata di wilayah-wilayah konflik, termasuk Palestina, serta momen bersejarah ketika Paus mengunjungi Indonesia dan melewati “terowongan cinta” yang menghubungkan Gereja Katedral Jakarta dan Masjid Istiqlal sebagai simbol persaudaraan lintas agama.

Pada kesempatan tersebut, Addin berharap dapat membawa plakat penghormatan ini langsung ke Vatikan sebagai simbol penghargaan dari GP Ansor kepada Paus Fransiskus.

“Pemikiran dan perjuangan beliau tak boleh berhenti meski beliau wafat. Harus dilanjutkan oleh anak-anak bangsa lintas iman untuk terus menjadi jembatan perdamaian,” tambah Addin.

Bagi GP Ansor, kepergian Paus bukan hanya kehilangan bagi Gereja Katolik, tetapi juga bagi seluruh umat manusia yang mencintai perdamaian, keadilan, dan kasih universal.

“Paus Fransiskus bukan hanya pemimpin umat Katolik. Beliau adalah simbol keteladanan moral dunia. Seorang pemersatu, yang dengan rendah hati dan welas asih menjembatani berbagai perbedaan demi kemanusiaan yang utuh,” ujar Addin.

Sementara itu, Rm Fadjar Tedjo Soekarno, yang menerima anugerah tersebut atas nama mendiang Paus Fransiskus, merasa terharu.

“Sebenarnya hari ini adalah misa pemakaman Paus Fransiskus. Tetapi demi kemanusiaan, saya datang ke sini. Dan di luar dugaan, ada penghargaan untuk beliau. Ini sangat mengharukan,” ujarnya.

Dia juga menegaskan pentingnya nilai kemanusiaan yang diusung GP Ansor dan bagaimana penghormatan ini menguatkan komitmen untuk merawat nilai-nilai perdamaian lintas agama.

Acara ini juga diwarnai dengan berbagai kegiatan lainnya, termasuk pelantikan Pengurus Wilayah GP Ansor DIY Periode 2024-2028 dan penganugerahan Ansor Lifetime Achievement.

Sebelumnya, Addin juga menyampaikan rasa duka yang mendalam atas wafatnya pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus di usia 88 tahun.

Duka ini terasa semakin dalam karena GP Ansor memiliki kenangan indah dalam perjumpaan langsung dengan Paus Fransiskus pada Agustus 2024 di Vatikan.

Dalam pertemuan bersejarah tersebut, rombongan GP Ansor yang dipimpin langsung oleh Addin Jauharudin disambut hangat oleh Paus. Dalam suasana yang penuh keakraban lintas iman, Paus Fransiskus menitipkan pesan mendalam kepada GP Ansor:

“Teruslah menjadi jembatan kasih, menjaga semangat persaudaraan di tengah keberagaman. Dunia membutuhkan suara-suara damai dari kelompok-kelompok muda seperti kalian. Jangan takut untuk berdiri di tengah demi perdamaian,” pesan Paus saat itu, yang begitu membekas dalam hati rombongan.

Pertemuan itu menjadi peneguh bahwa perjuangan GP Ansor dalam merawat nilai-nilai toleransi, kebhinekaan, dan solidaritas lintas agama sejalan dengan misi Paus Fransiskus dalam membangun dialog antarumat beragama yang sejati.

“Kami merasa sangat terhormat pernah diberi kesempatan mendengarkan langsung nasihat beliau. Itu adalah warisan spiritual yang akan terus kami jaga. Semoga nilai-nilai luhur yang beliau wariskan menjadi cahaya yang membimbing langkah kita semua,” tambah Addin.

Addin juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan momen ini sebagai refleksi bersama tentang pentingnya menjaga persatuan dalam keberagaman, serta meneruskan perjuangan cinta kasih dan kemanusiaan lintas batas yang telah diwariskan oleh Paus Fransiskus.

“Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan kedamaian abadi kepada beliau, dan menguatkan umat Katolik di seluruh dunia. Mari kita teruskan warisan moral beliau dalam membangun dunia yang damai, adil, dan penuh cinta kasih,” kata dia.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Check Also

malam nisfu sya'ban

Sya’ban: Bulan yang Dilupakan, Padahal Penentu Kualitas Ramadan

anpa banyak disadari, kita kembali berjumpa dengan bulan Sya’ban—bulan kedelapan dalam kalender Hijriah—yang menandai bahwa …

alissa wahid 1768960248350

Alissa Wahid : Petugas Haji Indonesia Salah Satu yang Terbaik

Jakarta – Direktur Jaringan Gusdurian Indonesia, Alissa Wahid menilai petugas haji Indonesia selama ini dikenal …