Habib Luthfi bin Yahya
Habib Luthfi bin Yahya

Habib Luthfi: Nasiolisme Adalah Benteng Utama Melawan Radikalisme dan Terorisme

Jakarta – Nasionalisme adalah benteng utama dalam melawan radikalisme dan terorisme di Indonesia. Karena itu, rasa nasionalisme itu harus terus ditanamkan dalam jiwa seluruh bangsa Indonesia. Bila bangsa Indonesia makin menjiwai nasionalisme, radikalisme dan terorisme tidak akan bisa berkembang di Nusantara.

“Akar budaya kita kuat karena ada nasionalisme dan bahasa Indonesia menjadi bahasa nasional. Seperti halnya lagu Indonesia Raya dimana ada lirik Indonesia Tanah Airku, Tanah Tumpah darahku. Yang mana, ini adalah sebuah ikrar. Jadi Indonesia Tanah Airku, Tanah Tumpah darahku harus tertanam pada diri dan jiwa semua warga negara,” ucap anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Habib Luthfi saat menghadiri Dialog Kebangsaan di lokasi rencana berdirinya Taman Miniatur 99 Masjid Dunia di Kecamatan Sukajaya, Kab. Bogor, Jumat (9/4/2021) malam.

Dialog itu dihadiri Kepala BNPT Komjen Pol Dr. Boy Rafli Amar, Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol R. Ahmad Nurwakhid, dan perwakilan berbagai ormas keagamaan yang tergabung dalam Lembaga Persaudaraan Ormas Keagamaan (LPOK). Ormas-ormas itu antara lain Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persatuan Islam (Persis), Al Irsyad al Islamiyah, Ittihadiyah, Persatuan Tarbiyah islamiyah (Perti), Mathlaul Anwar (MA), Az Zikra, Ikatan Dai Indonesia (Ikadi), Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Syarikat Islam Indonesia, Al Washliyah, Persatuan Umat Islam, Himpunan Bina Mualaf Indonesia (HBMI),  Nahdlatul Wathan serta dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ormas-ormas itu juga tergabung dalam Gugus Tugas Pemuka Agama Dalam Pencegahan Radikalisme.

Habib Luthfi menambahkan bahwa tidak mungkin Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dapat bekerja sendiri dalam melawan radikalisme dan terorisme. Karena itu berkumpulnya para tokoh agama dalam dialoog kebangsaan itu sangat tepat ntuk bersama memikirkan generasi penerus bangsa agar menjadi pembangun-pembangun bangsa amanah. Sekaligus persiapan sedini mungkin agar nantinya para gerenasi muda mampu melawan tantangan umat ke depan.

Baca Juga:  Terkendala Pembebasan Lahan, UIII Mulai Perkuliahan September 2021

“Apabila hal itu (nasionalisme, Red)sudah tertanam dengan baik, Insya Allah mau radikalisme atau apapun, kita sudah punya benteng yang luar biasa,” imbuh Habib Luthfi.

Habib Luthfi menyebut, bendera Merah Putih yang merupakan simbol kehormatan bangsa, harga diri bangsa dan jati diri bangsa harus terus diamalkan. Contohnya dengan hormat kepada sang Merah Putih,itu menjadi bukti menjunjung tinggi kehormatan bangsa ini.

“Saya yakin dalam 10 tahun, kalau bangsa kita mempunyai kefanatikan dalam ke-Indonesiaan, ekonomi Indonesia akan maju dan membuat kebanggaan sebagai warga bangsa Indonesia. Tentunya ini menjadi PR bagi kita semua kedepan, untuk mencegah pengaruh-pengaruh yang akan melenturkan nasionalisme yang ada di republik tercinta ini,” pungkas Habib Lutfi.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Kepala BNPT Komjen Pol Dr Boy Rafli Amar MH saat RDP dengan Komisi III DPR RI Rabu September

Anggota MIT Tambah Jadi 12 Orang, Kepala BNPT: Ada 17 Desa di Poso Penceramahnya Dukung Ali Kalora

Jakarta – Jumlah anggota kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang semua tinggal 6 orang, …

Komjen Boy Rafli Amar

BNPT Tanggapi Positif Peringatan Jepang Terkait Potensi Aksi Terorisme di Tempat Ibadah

Jakarta – Jepang mengeluarkan peringatan potensi ancaman terorisme di Indonesia dan lima negara ASEAN yaitu …