Drs Aliansyah Mahadi MAP
Drs Aliansyah Mahadi MAP

Hari Pahlawan Momentum Implementasikan Semangat Pahlawan Melawan Ancaman Bangsa

Banjarmasin – Generasi muda harus paham bahwa terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berkat peran para pahlawan dari berbagai suku, etnis dan agama yang bersatu dan berjuang untuk kemerdekaan bangsa kala itu. Karena itu, peringatan Hari Pahlawan 10 November tidak boleh hanya sekadar seremonial saja, tetapi harus dijadikan titik awal revolusi moral dengan mengimplementasikan sikap dan semangat pahlawan untuk melawan ancaman bangsa sekaligus menjaga persatuan dan kemajuan.

“Hari Pahlawan momentum bagi kita untuk menggali dan menghidupkan kembali jiwa nasionalisme, patriotisme dan wawasan kebangsaan khususnya generasi muda. Juga untuk mengingat dan menghargai apa yang sudah dikorbankan oleh para pahlawan,” ujar Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Kalimantan Selatan, Drs. Aliansyah Mahadi, MAP., di Banjarmasin, Rabu (10/11/2021).

Ia menilai, dengan mengingat dan menghargai pengorbanan pahlawan bangsa, masyarakat khususnya generasi muda akan saling menghormati, menghargai dan bangga dengan pengorbanan para pahlawan. Dengan demikian, masyarakat diharapkan lebih bersemangat menjaga tanah air Indonesia tercinta dari ancaman-ancaman yang ingin menggoyahkan kedaulatan bangsa.

“Paling penting dalam semangat kepahlawanan ini, kita harus bersemaagat menjalankan dan memaknai Pancasila sebagai nilai-nilai dasar bangsa ini dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap  Didit, panggilan karib Aliansyah Mahadi.

Didit menilai, di tengah ancaman radikalisme dan terorisme, penguatan nilai Hari Pahlawan dan Pancasila sangat penting. Pasalnya, Radikalisme dan terorisme yang bisa menyasar siapapun, kapanpun dan dimanapun, mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

“Sampai hari ini, teror dan penyebaran radikalisme dan terorisme masih terjadi di Indonesia. Untuk melawan ancaman bangsa itu, seluruh anak bangsa harus sepakat melawan untuk menjaga keutuhan NKRI. Salah satunya dengan memperkuat kearifan lokal di masing-masing daerah. Kearifan lokal penting sekali dijaga, karena sudah banyak yang mulai luntur,” ujar Ketua Ikatan Kekeluargaan Antar Suku Bangsa Kalimantan Selatan (IKASBA Kalsel) ini.

Baca Juga:  Perkuat Nasionalisme dan Moderasi Beragama Untuk Kikis Penyebaran Radikalisme dan Terorisme

Ia mengungkapkan, semua orang bisa menjadi pahlawan dalam menjaga keharmonisan bangsa, persatuan dan kesatuan dengan bersikap arif dan bijaksana. Terlebih pada era dunia maya saat ini, generasi muda harus diberi motivasi dan wawasan kebangsaan agar tumbuh rasa memiliki terhadap bangsa ini dan mewaspadai kelompok serta narasi yang berusaha menjegal kearifan lokal bangsa.

“Untuk menjadi pahlawan masa kini, generasi muda harus arif, bijaksana, dan pandai khususnya dalam bermedia sosial. Kita waspadai kelompok yang berusaha menghilangkan dan mengaburkan sejarah bangsa, kemudian menghancurkan kearifan lokal bangsa. Artinya semua komponen bangsa bisa menjadi pahlawan masa kini,” kata Didit.

Lebih lanjut, Didit juga memberikan tips bagaimana cara yang bijak untuk melihat sosok tokoh yang bisa dijadikan panutan dan inspirasi tanpa melihat adanya politik identitas tertentu yang justru akan memecah belah solidaritas masyarakat Tanah Air.

“Kita melihat dari sosok yang menjadi panutan terutama di masing-masing daerah. Misalkan tokoh agama, dan tokoh masyarakat yang selalu membangun kebersamaan, toleransi dan kurukunan suku serta agama. Artinya jika ada sosok yang demikian itu bisa kita jadikan panutan,” ujar Didit.

Terkait politik identitas yang kerap membenturkan perbedaan, Didit ingin agar setiap lapisan masyarakat mengubah pola pikirnya. “Artinya kita  jangan berpikir bahwa kita berbeda, tapi kita harus berpikir bahwa kita Indonesia. Jadi walaupun kita beda secara kedaerahan, kesukuan, dan etnis, tapi kita ini satu untuk mewujudkan apa yang dicita-citakan bangsa. Jangan terkotak-kotak,” ungkapnya.

Didiet juga menilai, telah banyak upaya yang dilakukan baik oleh para tokoh agama dan masyarakat dalam upaya mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan bangsa dari ancaman khususnya ancaman radikalisme dan terorisme. Salah satunya melalui moderasi beragama, pembentukan FKPT oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di daerah-daerah dan pembentukan IKASBA sebagai wadah bagi semua suku dan etnis untuk berkumpul dan berdiskusi.

Baca Juga:  RUU Uighur Disetujui DPR, AS Harus Perkeras Respon Tindakan China Terhadap Muslim Uighur

“Melalui wadah-wadah yang dibentuk ini, kita saling bersinergi, menjaga kerukunan, solidaritas dan kekeluargaan bangsa. Kita duduk bersama untuk berdiskusi dalam wadah ini mengenai peran masing-masing suku dan etnis agar bangsa ini tetap rukun dan solid,” pungkasnya.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Pernikahan beda agama

Nikah Beda Agama Disahkan PN Surabaya Preseden Buruk dan Resahkan Umat Islam

Jakarta – Beberapa waktu lalu Pengadilan Negeri (PN) Surabaya mensahkan pernikahan beda agama yang diajukan …

Holywings

Kata MUI Hollywings Mesti Diadili Biar Kapok

Jakarta – Tempat hiburan malam Holywings harus bertanggung jawab. Bar kaum jetset itu mesti diadili …