Sosok imam salat id yang wafat saat khotbah di Klaten
Sosok imam salat id yang wafat saat khotbah di Klaten

Innalillahi… Khatib dan Imam di Agam dan Klaten Wafat Saat Salat Id

Jakarta – Kematian bisa datang kapan saja. Namun kematian yang banyak diharapkan adalah ketika meninggal dunia dalam keadaan melakukan ibadah dan di hari dan bulan baik. Seperti pada pelaksanaan salat Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah, Kamis (13/5/2021), khatib dan imam salat Id di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dan di Klaten, Jawa Tengah, wafat saat memimpin umat.

Ustaz Marnis Bahrum wafat setelah jatuh di mimbar saat menyampaikan khotbah Idul Fitri pada pelaksanaan Salat Id di Nagari Magek, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

“Beliau terjatuh saat menyampaikan khotbah salat Idul Fitri, tepatnya di khotbah kedua ketika berdoa di Masjid Istiqamah Magek,” kata Wali Jorong Kampuang Bawah, Nagari Magek, Kecamatan Kamang Magek, Joh Har seperti dilansir Antara, Kamis (13/5/2021).

Menurutnya, Ustaz Marnis Bahrum, yang berusia sekitar 70 tahun, langsung tersandar ke mimbar dan tiba-tiba berhenti berkhotbah. Ia bersama jemaah lain sangat terkejut dan langsung berdiri menolong ustaz itu serta sempat melarikannya ke puskesmas terdekat.

“Masyaallah, semoga beliau husnulkhatimah, sepertinya ustaz sudah wafat di dalam masjid ini ketika beliau terjatuh dari khotbahnya,” kata Jon Har.

Ia menambahkan isi pengajian Ustaz Marnis Bahrum begitu menyentuh dan tersampaikan dengan rapi. Menurutnya, tidak ada tanda-tanda ustaz sedang mengalami sakit sebelum berceramah.

“Saya sempat bercengkerama dan berbicara ringan dengan beliau sebelum menaiki mimbar, kebetulan saya ada di sebelah beliau duduk,” kata dia.

Wafatnya ustaz itu membuat banyak jemaah menangis ketika ramai mengantarkan jenazah almarhum ke kediamannya di daerah Tilatang Kamang. Ustaz Marnis dikenal sebagai ulama bersahaja dan aktif membantu sesama. Sang ustaz juga memiliki pondok tahfiz Al-Qur’an di Namuang, Koto Tangah.

Baca Juga:  BPIP: Aturan Siswa Wajib Jilbab di SMKN 2 Padang Bertentangan dengan Pancasila

Sementara di Klaten,  Ustaz Juriono (57) warga Desa Belang Wetan, Kecamatan Klaten Utara, Klaten meninggal dunia saat menjadi khatib dan imam salat Idul Fitri. Almarhum wafat saat khotbah terakhir di Dusun Dalangan, Desa Ngemplak, Kecamatan Kalikotes, Klaten.

“Awalnya semua berjalan lancar, khotbah terakhir mulai putus-putus dan tersendat. Setelah itu ambruk, ” ungkap salah seorang panitia salat Id, Zudi Ismail pada detikcom.

Zudi menyebut setelah ambruk dari mimbar, Juriono sempat ditolong jemaah yang berada di barisan depan. Yang bersangkutan sempat dibaringkan sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit.

“Setelah ambruk dibaringkan dan dibawa ke mobil. Saat itu masih bernapas tapi firasat saya saat masuk mobil sudah tidak ada (meninggal). Sebelumnya sempat seperti ngorok pelan kemudian diam,” sambung Zudi.

Zudi menyebut sebelum salat dimulai, ustaz tersebut tampak bugar dan tidak menunjukkan gejala sakit. Juriono juga sempat menyapanya dan mengajaknya bercanda. Zudi mengaku baru tahu yang bersangkutan memiliki riwayat penyakit jantung usai memberi tahu keluarga almarhum. Penyakit itu kumat jika Juriono kecapekan.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Hubungan suami istri

Heboh Anal Seks, KH Cholil Nafis: Haram Hukumnya!

Jakarta – Akhir-akhir ini heboh pemberitaan seorang wanita dan istri yang melaporkan suaminya yang juga …

umat muslim melaksanakan ibadah shalat idul fitri hijriah

Ini Alasan Aceh Disebut Serambi Makkah

JAKARTA – Orang-orang Indonesia sejak zaman Belanda telah melaksanakan ibadah haji, dahulu kala menggunakan kapal …