Pemilu baru saja usai digelar di republik ini. Secara umum pesta demokrasi lima tahunan tersebut berjalan cukup baik. Meskipun kita tidak bisa menampik masih adanya praktek penyimpangan dalam Pemilu kemarin, seperti adanya politik uang.
Pasca Pemilu kita memiliki harapan dan cita-cita yang sama untuk masa mendatang, bahwa, Pemilu merupakan sarana memilih pemimpin terbaik untuk mewujudkan kemaslahatan dan kemakmuran bagi bangsa ini menuju bangsa yang “baldah thayyibah”, negara yang baik, adil dan sejahtera.
Namun harus diakui Pemilu selalu menyisakan problem di tengah-tengah masyarakat, berupa pembelahan politik diantara masing-masing kubu. Walaupun sejatinya pembelahan seperti itu bukan aib, melainkan bukti kematangan demokrasi. Akan tetapi, seringkali dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk kepentingan tertentu pula sehingga suasa menjadi keruh mengancam persatuan.
Untuk menghindari hal tersebut rekonsiliasi elit politik harus dibangun, supaya pembelahan politik terutama di masyarakat kelas bawah eskalasinya tidak semakin kencang, serta bisa merembes ke persoalan-persoalan lain, seperti ekonomi, budaya dan agama.
Islam sebagai agama paripurna telah mendorong umatnya untuk melakukan segala bentuk rekonsiliasi, terutama rekonsiliasi politik. Salah satu yang ditekankan adalah kolaborasi ulama-umara, keadilan pemimpin dan hubungan baik si kaya dan si miskin supaya pilar-pilar kehidupan dunia berjalan secara baik dan sempurna
Dalam sebuah riwayat disebutkan, bahwa, ada empat komponen penting yang akan menjadi pondasi bagi terciptanya kemaslahatan kehidupan di dunia.
“Ada empat pilar dunia. Pertama, ilmu para ulama, keadilan para pemimpin, kedermawanan orang-orang kaya dan doa orang-orang fakir miskin. Seandainya tidak karena ilmu para ulama, maka binasalah orang-orang bodoh. Seandainya tidak karena kedermawanan orang-orang kaya, maka binasalah orang-orang fakir. Seandainya tidak karena doa-doa orang fakir, maka binasalah orang-orang kaya. Seandainya tidak ada keadilan para pemimpin, maka manusia akan saling memangsa”.
Empat pilar ini yang akan menciptakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang aman, damai, makmur sejahtera lahir maupun batin. Pemerintah berperan sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, orang-orang kaya membantu yang miskin dan orang-orang miskin memberikan dukungan moral melalui doa-doa yang dipanjatkan.
Rasulullah berpesan: “Bukankah kalian ditolong dan diberi rejeki karena semata-mata orang-orang yang lemah di antara kalian”. (HR. Bukhari).
Dalam konteks bernegara kita saat ini, Pasca Pemilu, maka rekonsiliasi merupakan satu-satunya jalan untuk mewujudkan empat pilar terciptanya kehidupan berbangsa yang baik dan sejahtera.
Rekonsiliasi menjadi prioritas yang mesti segera dilakukan. Tidak hanya ditingkat elit, namun di ranah akar rumput untuk membangun kembali tatanan solidaritas dan keakraban warga negara. Dengan demikian, empat pilar yang menjadi pondasi kehidupan bernegara yang harmonis dan tenteram bisa dicapai.
Islam Kaffah Media Pembelajaran Islam Secara Kaffah